Kandungan Bahan Aktif dalam Salep Jerawat yang Ampuh Atasi Jerawat Membandel

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengobati jerawat, salah satunya penggunaan salep jerawat
Salep jerawat adalah obat luar yang cara pakainya langsung dioleskan ke permukaan kulit yang berjerawat

Kemunculan jerawat tentu sangat mengganggu Anda. Selain menimbulkan rasa nyeri, munculnya jerawat juga dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. 

Untungnya ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat, salah satunya dengan penggunaan salep jerawat. Salep jerawat adalah obat luar yang cara penggunaannya langsung dioleskan ke permukaan kulit yang berjerawat. 

Berbagai jenis kandungan bahan aktif salep jerawat yang bisa digunakan

Mengoleskan obat jerawat bisa jadi salah satu solusi bagi Anda yang ingin terbebas dari jerawat membandel. Memilih obat oles jerawat tentu menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, salah memilih salep justru dapat memperparah kondisi jerawat yang Anda miliki.

Salep jerawat ada yang dijual bebas dan ada pula yang wajib dibeli dengan menebus resep dari dokter. Berbagai jenis obat jerawat memiliki kandungan bahan aktif dan cara kerja yang berbeda-beda. Lantas, apa saja jenis bahan aktif dalam salep jerawat yang ampuh meredakan kondisi jerawat Anda?

1. Salep benzoil peroksida

Salep jerawat benzoil peroksida dapat Anda temukan di apotek, baik dengan atau tanpa resep dokter. Namun, salep benzoil peroksida dengan resep dokter umumnya mengandung dosis obat yang lebih kuat. 

Salep benzoil peroksida yang dijual bebas biasanya memiliki kekuatan 2,5-10 persen dalam mengobati jerawat. Salep ini bisa dioleskan sendiri, tetapi juga dapat diresepkan dengan jenis obat oles jerawat lain, seperti clindamycin, eritromisin, dan adapalene.

Benzoil peroksida bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mencegah sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori. Bagi kebanyakan orang, benzoil peroksida dikenal ampuh dalam mengobati jerawat skala ringan hingga sedang. 

Pengobatan jerawat dengan benzoil peroksida membutuhkan waktu hingga enam minggu lamanya. 

Pada awal pemakaian salep benzoil peroksida, jerawat Anda mungkin akan bertambah parah. Kulit wajah pun bisa memerah, kering, terasa perih, dan mengelupas. Namun, tak perlu dikhawatirkan karena reaksi tersebut merupakan hal yang normal dan merupakan proses dari penyembuhan. 

Jika Anda memiliki jenis kulit yang sangat sensitif, Anda bisa meminimalisasi kulit yang kering dan mengelupas dengan cara mengoleskan pelembap terlebih dahulu baru menggunakan salep benzoil peroksida. 

Kemudian, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya setelah mengoleskan salep ini, terutama jika Anda hendak ke luar rumah. Ini karena penggunaan benzoil peroksida dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet (UV).

Gunakan ketiga lapisan produk tersebut dengan jarak waktu sekitar 10 menit agar dapat meresap secara sempurna.

2. Salep asam salisilat

Salep jerawat lainnya adalah asam salisilat. Jenis salep ini dapat Anda temukan di apotek guna mengobati jerawat yang bersifat sedang. Asam salisilat dapat membantu menjaga pori-pori agar tetap bersih dan mencegahnya dari penyumbatan sel-sel kulit mati. 

Anda bisa membeli salep jerawat  kandungan asam salisilat dengan kisaran dosis mulai dari 0,5% hingga 5% tanpa resep dokter di apotek.

Salep asam salisilat sebaiknya digunakan secara rutin, terutama saat Anda sedang berjerawat. Jika Anda berhenti menggunakannya maka penyumbatan pori-pori dapat terjadi dan jerawat pun bisa muncul kembali. 

Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan salep ini adalah kulit wajah kering, terasa perih, hingga iritasi. Penggunaan asam salisilat untuk jerawat juga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV. 

3. Salep retinoid

Obat jerawat retinoid umumnya digunakan untuk mengobati komedo (whitehead dan blackhead) dan jenis jerawat dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. 

Retinoid bekerja dengan mengangkat sel-sel kulit mati sekaligus merangsang pertumbuhan sel kulit baru, mengurangi produksi minyak (sebum) di wajah, dan membuka pori-pori kulit yang tersumbat. 

Selain itu, retinoid mengandung vitamin A yang memiliki efek antiperadangan yang dapat membantu mengobati jerawat membandel. 

Retinoid termasuk jenis obat oles jerawat yang wajib ditebus dengan resep dokter. Takaran dosis dan penggunaannya pun harus sesuai dengan arahan dari dokter spesialis kulit. 

Beberapa jenis retinoid yang umum digunakan adalah Retin-A, tretinoin, dan tazarotene. Jenis obat topikal ini bisa diresepkan sendiri, atau diresepkan dengan obat oles jerawat lainnya, seperti antibiotik, benzoil peroksida, dan asam salisilat.

Penggunaan salep retinoid untuk jerawat dapat menyebabkan kulit kering, terasa sensasi seperti terbakar, hingga meningkatkan sensitivitas terhadap paparan sinar matahari.  

4. Salep antibiotik

Sama halnya seperti obat antibiotik oral, salep antibiotik untuk jerawat juga bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Salep antibiotik untuk jerawat bekerja dengan mematikan bakteri Propionibacteria acnes, atau P. acnes yang menyebabkan jerawat.

Salep antibiotik umumnya digunakan untuk mengobati jerawat bertaraf ringan hingga agak parah atau yang sudah meradang. 

Ada banyak macam jenis salep antibiotik, tetapi yang paling sering diresepkan oleh dokter untuk mengobati jerawat adalah clindamycin dan erythromycin. Tetracycline juga bisa diresepkan, tetapi tergolong jarang karena efek sampingnya bisa menyebabkan kulit wajah menjadi kuning. 

Pengobatan jerawat menggunakan salep antibiotik akan bekerja secara optimal apabila dikombinasikan dengan jenis obat topikal lainnya. Hal ini karena salep antibiotik bekerja lebih lambat dalam mengobati jerawat apabila dibandingkan dengan jenis obat oles jerawat lainnya. 

Salep antibiotik bisa digunakan bersamaan dengan salep benzoil peroksida, krim retinoid, spironolactone, atau pil kontrasepsi (pil KB) untuk jenis jerawat yang bersifat hormonal. Menggabungkan penggunaan salep antibiotik dengan obat topikal tersebut bisa membuat pengobatan jerawat berjalan secara efektif. 

Penting diketahui risiko efek samping penggunaan salep antibiotik berupa iritasi kulit, kulit kemerahan dan panas seperti terbakar, dan mengelupas. 

5. Salep asam hidroksi alfa (AHA)

Obat oles jerawat selanjutnya adalah asam hidroksi alfa atau Alpha-hydroxy acids (AHA). Jenis kandungan yang sering terdapat dalam berbagai produk perawatan kecantikan kulit ini juga dapat mengobati jerawat. 

AHA bekerja mengobati jerawat dengan menghilangkan sel-sel kulit mati penyebab jerawat sekaligus mengurangi peradangan. Asam hidroksi alfa juga merangsang pertumbuhan kulit baru sehingga bekas jerawat dapat tersamarkan dan membuat tampilan pori-pori kulit wajah lebih kecil. 

Dari berbagai jenis turunan kandungan AHA dalam obat jerawat, asam glikolat dan asam laktat diyakini ampuh dalam mengobati jerawat karena dapat mengurangi bekas jerawat.  

Efek obat jerawat AHA membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 bulan agar terlihat hasil yang optimal. Penggunaan salep jerawat mengandung AHA harus konsisten. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka proses pengobatan jerawat bisa memakan waktu lebih lama. 

6. Salep jerawat yang mengandung sulfur

Cara kerja sulfur atau belerang yang terdapat pada obat jerawat mirip dengan benzoil peroksida dan asam salisilat. Namun, efek samping belerang pada kulit dapat menghasilkan kulit yang lebih lembut dibandingkan kedua zat sebelumnya. 

Sulfur memiliki zat antimikroba yang dapat membantu membasmi bakteri-bakteri penyebab jerawat, mencegah produksi sebum berlebih pada kulit yang dapat menyebabkan jerawat, dan mengeringkan sel-sel kulit mati sehingga mencegah sumbatan pori-pori.

Penggunaan sulfur untuk mengobati jerawat dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kering. Tak hanya itu, beberapa produk obat jerawat yang mengandung sulfur juga memiliki bau menyengat. 

7. Salep asam azelat

Jika jenis obat jerawat lainnya dianggap sulit menyembuhkan jerawat, salep asam azelat mungkin dapat menjadi pilihan. 

Salep asam azelat memiliki sifat antimikroba dan antiradang yang diyakini efektif untuk mengobati jerawat sekaligus mencegahnya muncul kembali. Selain itu, asam azelat juga bermanfaat untuk membersihkan pori-pori kulit dari bakteri penyebab jerawat. 

Kendati demikian, jenis obat oles jerawat ini sebenarnya jarang menjadi anjuran pertama dari dokter spesialis kulit. Pasalnya, cara kerja asam azelat yang cenderung lebih lama dalam menghilangkan jerawat. 

Gunakan salep jerawat asam azelat setidaknya dua kali sehari, atau ikuti dosis dan petunjuk yang diberikan dokter kulit Anda saat menggunakan obat ini. 

Penggunaan asam azelat dapat menyebabkan berbagai efek samping, seperti sensasi kulit terbakar serta kulit kering, memerah, dan mengelupas. 

Orang yang mengalami masalah jerawat parah sebaiknya perlu bersabar dalam melakukan pengobatan jerawat hingga menemukan kombinasi obat jerawat yang paling ampuh. 

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terlebih dahulu guna menentukan salep jerawat yang sesuai dengan tipe kulit dan tingkat keparahan kondisi jerawat Anda. 

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/acne-photos/11-proven-ways-to-treat-acne.aspx

Diakses pada 29 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/in-depth/acne-products/art-20045814

Diakses pada 29 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/alpha-hydroxy-acid#treat-or-prevent-acne

Diakses pada 29 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/azelaic-acid-acne#how-to-use

Diakses pada 29 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/sulfur-for-acne#how-it-works

Diakses pada 29 Desember 2019

Web Md. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/understanding-acne-treatment#1

Diakses pada 29 Desember 2019

Web Md. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1527/sulfur

Diakses pada 29 Desember 2019

Web Md. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/acne-treatments-that-work#1

Diakses pada 29 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/all-about-benzoyl-peroxide-15861#targetText=Benzoyl%20peroxide%20is%20an%20antimicrobial,the%2Dcounter%20acne%20treatment%20available

Diakses pada 29 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/acne-treatment-with-topical-retinoids-1069599

Diakses pada 29 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-choose-an-otc-acne-treatment-product-15848

Diakses pada 29 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/topical-antibiotics-15622

Diakses pada 29 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed