Salep gatal punya banyak pilihan tergantung dari penyebab gatalnya
Ilustrasi salep gatal tanpa label

Ketika Anda merasakan gatal di bagian tubuh tertentu, menggunakan salep untuk gatal biasanya menjadi salah satu opsi utama. Namun, salep gatal seperti apa yang cocok untuk mengatasi masalah Anda tersebut?

Gatal (pruritus) adalah masalah kulit yang bisa terjadi karena banyak hal. Namun, umumnya gatal terjadi karena kulit kering, eksim (dermatitis atopik), digigit serangga, biduran, iritasi akibat pemakaian zat-zat tertentu, hingga reaksi alergi dan pemakaian obat tertentu.

Menggaruk area yang gatal bisa jadi solusi jangka pendek, tapi mungkin menimbulkan infeksi kulit jika dilakukan berkali-kali. Untuk meredakan rasa gatal ini, Anda terlebih dahulu harus mengetahui penyebabnya sebelum menentukan obat gatal yang harus Anda gunakan.

Jenis salep gatal yang biasanya diresepkan dokter

Meski ada salep gatal yang dijual bebas, tapi pada umumnya jenis salep ini memerlukan resep dokter. Perlu ditekankan bahwa salep ini biasanya hanya berfungsi mengurangi rasa gatal yang ada di permukaan kulit.

Penggunaan obat ini kadang harus dibarengi dengan perawatan lain. Misalnya, jika gatal disebabkan oleh infeksi jamur maka Anda harus menggunakan salep antijamur juga, sedangkan gatal alergi harus dibarengi dengan menghindari pemicu alergi Anda.

Berikut jenis salep gatal yang dapat Anda pilih:

1. Salep steroid

Salep untuk gatal ini biasanya menjadi pilihan utama para dokter untuk mengatasi masalah gatal di kulit. Di apotek atau toko obat, steroid topikal dikenal juga sebagai krim hidrokortison yang juga dijual dalam bentuk gel dan semprot dengan kekuatan penghilang gatal yang lebih rendah dibanding krim maupun salep.

Salep untuk gatal ini hanya boleh dipakai dalam jangka pendek atau sesuai dengan rekomendasi dokter. Selain itu, ada hal lain yang harus Anda perhatikan dalam menggunakan steroid topikal, yakni:

  • Hanya oleskan obat tipis-tipis di area yang terasa gatal, apalagi di area wajah, sekitar kemaluan, dan area yang menimbulkan gesekan karena merupakan area yang sensitif
  • Gunakan dalam tiga menit setelah mandi untuk mendapatkan hasil yang optimal
  • Kebanyakan steroid topikal cukup digunakan satu kali dalam sehari atau sesuai petunjuk dokter. Pemakaian yang berlebihan akan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat
  • Jangan gunakan obat steroid topikal seperti pelembap. Sebaliknya, Anda disarankan menggunakan pelembap setelah mengoleskan obat steroid topikal.

Ketika rasa gatal sudah hilang, Anda dapat menghentikan pemakaian salep gatal ini. Namun, bila dokter meresepkan Anda dengan obat steroid dengan dosis yang lebih tinggi, kurangi pemakaian obat ini secara perlahan sebelum berhenti total agar tidak menimbulkan efek ‘rebound’ dari obat tersebut.

Bagi anak-anak, penggunaan salep untuk gatal yang mengandung steroid sebaiknya hanya berdasarkan resep dokter karena mereka lebih rentan mengalami efek samping steroid topikal. Meski demikian, penggunaan salep yang mengandung fluticasone dan mometasone furoate tergolong aman karena merupakan jenis steroid yang lemah.

Pastikan gatal Anda bukan karena infeksi jamur karena steroid bukanlah obat untuk menangani infeksi jamur. Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

2. Salep antihistamin

Obat antihistamin biasanya berbentuk oral (diminum) dan digunakan untuk meredakan gatal akibat reaksi alergi. Namun, ada pula salep antihistamin yang juga dapat meringankan gatal dengan mencegah histamin menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada kulit sehingga muncul rasa gatal.

Sama seperti steroid topikal, salep gatal yang mengandung antihistamin juga hanya bisa digunakan dalam jangka pendek. Terlalu sering menggunakan obat ini dikhawatirkan menimbulkan reaksi hipersensitivitas pada kulit.

3. Salep anestesi

Salep gatal anestesi bekerja dengan membuat area yang terasa gatal menjadi kebas atau mati rasa. Obat ini biasanya mengandung benzocaine dan bisa mengatasi gatal yang disebabkan dermatitis kontak.

Selain ketiga jenis salep di atas, Anda bisa menggunakan salep gatal yang mengandung calcineurin inhibitor (tacrolimus dan pimecrolimus), capsaicin, maupun doxepin.

Semua obat-obatan ini harus dengan resep dokter. Sementara, penanganan awal gatal yang bisa Anda lakukan sendiri, di antaranya:

  • Jauhi pemicu gatal, misalnya benda berdebu, bulu binatang, makanan, dan sebagainya
  • Cuci dengan air mengalir
  • Hindari menggaruk dengan kencang.

Apaabila gejala gatal semakin parah dan berlangsung lama, segeralah ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/itchy-skin/symptoms-causes/syc-20355006
Diakses pada 5 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/itchy-skin/diagnosis-treatment/drc-20355010
Diakses pada 5 Maret 2020

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/good-anti-itch-creams-82799
Diakses pada 5 Maret 2020

National Eczema Association. https://nationaleczema.org/eczema/treatment/topicals/
Diakses pada 5 Maret 2020

Artikel Terkait