Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Tulang Ekor Setelah Melahirkan


Tulang ekor sakit saat melahirkan bisa terjadi akibat proses persalinan ataupun "sisa-sia" perubahan fisik yang terjadi selama masa kehamilan. Rasa sakit yang muncul bisa sembuh dengan sendirinya, meski dalam beberapa kasus membutuhkan pengobatan khusus.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
sakit tulang ekor setelah melahirkanSakit tulang ekor setelah melahirkan bisa terjadi karena proses persalinan
Sakit tulang ekor setelah melahirkan menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan ibu pasca persalinan. Rasa nyerinya bisa lebih parah ketika Anda duduk, bangkit dari tempat duduk, atau saat mengejan.
Kenali lebih jauh mengapa kondisi ini bisa terjadi dan cara mengatasi sakit tulang ekor setelah melahirkan berikut ini. 

Penyebab sakit tulang ekor setelah melahirkan

Tulang ekor adalah tulang segitiga yang terdiri dari 3-5 segmen tulang dan membentuk sendi. Tulang ekor terletak di bagian paling bawah tulang belakang dan tepat berada di belakang rahim. Nyeri tulang ekor pasca melahirkan disebut juga koksidinia postpartum, yakni rasa sakit yang muncul pertama kali saat posisi duduk setelah persalinan. Mengapa hal ini bisa terjadi?Selama trimester ketiga kehamilan, tubuh wanita mengeluarkan hormon relaksin yang menyebabkan relaksasi dan peregangan dasar panggul. Hal ini memungkinkan tulang ekor bergerak seperlunya selama persalinan. Ini merupakan proses alami dan normal terjadi. Sayangnya, gerakan tersebut dapat meregangkan otot dan ligamen di sekitar tulang ekor secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri panggul saat hamil atau menjalar hingga ke tulang ekor. Bayi yang tumbuh dan mendorong bagian tulang ekor, pengaruh hormonal, dan masalah lain seperti sembelit juga bisa menyebabkan nyeri pada tulang ekor, bahkan setelah melahirkan baik secara normal maupun caesar.Trauma saat melahirkan normal juga bisa menjadi penyebab sakit tulang ekor setelah persalinan. Tekanan bayi saat melewati jalan lahir terkadang bisa menyebabkan memar, tulang bergeser, bahkan patah. Tulang ekor sakit biasanya lebih sering terjadi pada ibu yang mengandung bayi dengan ukuran besar, bayi dengan posisi yang tidak normal, atau ukuran panggul ibu yang sempit. Ibu yang sebelumnya memiliki riwayat cedera tulang ekor juga lebih mungkin mengalami tulang ekor sakit setelah melahirkan normal. Jurnal Enfermeria Clinica memaparkan beberapa kondisi yang membuat ibu lebih berisiko mengalami sakit tulang ekor setelah melahirkan, antara lain bentuk tulang ekor, indeks massa tubuh (IMT), persalinan normal, persalinan dengan bantuan alat, multiparitas (pernah melahirkan beberapa kali), dan perineum yang pendek. Pergeseran tulang ekor memang sangat mungkin terjadi ketika persalinan. Menjauhi faktor risikonya bisa menjadi cara mencegah atau meminimalkan risiko terjadinya sakit tulang ekor setelah melahirkan.Konsultasikan dengan dokter terkait kesehatan Anda dan bayi secara berkala. Diskusikan pula dengan dokter terkait metode persalinan yang baik dan mengurangi risiko nyeri pada tulang ekor pasca melahirkan.

Cara mengatasi sakit tulang ekor setelah melahirkan

Jika Anda mengalami nyeri di area tulang ekor, konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik atau bahkan rontgen jika diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan menentukan perawatan yang tepat.Berikut ini beberapa cara mengatasi nyeri pada tulang ekor pasca melahirkan yang direkomendasikan oleh dokter:
  • Kompres dingin di area tulang ekor beberapa kali sehari selama beberapa hari untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit
  • Obat anti-inflamasi non steroid (NSAID), seperti ibuprofen 
  • Berbaring miring
  • Gunakan bantal ketika duduk, tapi pada beberapa kasus, duduk di permukaan keras juga bisa membantu
  • Melakukan metode sitz bath, atau berendam air hangat, untuk mengendurkan otot dasar panggul 
Mengingat kondisi tertentu seperti sembelit juga bisa memperburuk kondisi nyeri tulang ekor, mengatasi sembelit akan sangat membantu. Minum lebih banyak cairan, makanan berserat, dan gunakan obat pencahar bisa menjadi solusi. Akan tetapi, pastikan Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan. Pasalnya, beberapa obat mungkin saja terserap ke ASI. Ini tentu perlu perhatian khusus untuk menangani sakit tulang ekor pasca melahirkan.Pada umumnya, nyeri tulang ekor ini bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, pada nyeri yang disebabkan oleh cedera tulang ekor, waktu penyembuhan bisa lebih lama, yakni hingga 8 minggu. Jika nyeri tak kunjung hilang, konsultasikan lebih lanjut ke dokter terkait kondisi Anda. Dokter mungkin akan menaikkan dosis obat nyeri, memberi suntikan steroid, atau merujuk ke spesialis untuk terapi fisik. Tindakan pembedahan juga mungkin dilakukan pada kasus nyeri kronis yang parah dan tidak bisa diatasi oleh pengobatan di atas. Meski demikian, kasus ini jarang terjadi.

Catatan dari SehatQ

Koksidinia postpartum atau sakit tulang ekor setelah melahirkan adalah kondisi umum yang bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yang paling umum adalah pergerakan tulang ekor selama persalinan. Namun, pada kondisi yang lebih serius seperti terjadinya cedera atau fraktur, penanganan medis khusus mungkin saja diperlukan. Beberapa pilihan pengobatan, seperti terapi fisik, obat pereda nyeri, bahkan pembedahan bisa menjadi solusi. Jika masih ada pertanyaan seputar sakit tulang ekor setelah melahirkan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kehidupan pasca melahirkannyeri panggulmelahirkan normal
Enfermeria Clinica. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30862389/
Diakses pada 8 November 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10436-coccydynia-tailbone-pain
Diakses pada 8 November 2021
Spine Health. https://www.spine-health.com/blog/understanding-causes-tailbone-pain
Diakses pada 8 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/tailbone-pain#TOC_TITLE_HDR_1
Diakses pada 8 November 2021
Baby Center. https://www.babycenter.com/baby/postpartum-health/bruised-or-broken-tailbone_1152322
Diakses pada 8 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait