Jangan Diremehkan, Sakit Perut Bagian Bawah pada Pria Bisa Jadi Tanda 5 Penyakit Ini

Sakit perut bagian bawah pada pria
Usus buntu bisa menyebabkan sakit perut bagian bawah

Pada pria, sakit perut bagian bawah dapat menandakan suatu gejala penyakit tertentu. Mulai dari gangguan pencernaan hingga kondisi peradangan, dapat menjadi penyebab munculnya rasa sakit yang mengganggu hidup sehat Anda.

Penyebab sakit perut bagian bawah

Agar perawatan yang dilakukan untuk mengatasi sakit perut bagian bawah dapat tepat dan efektif, Anda perlu menyesuaikannya dengan penyebab munculnya rasa sakit. Berikut ini kondisi yang mungkin menjadi penyebab sakit perut bagian bawah pada pria.

1. Hernia Inguinal

Hernia inguinal terjadi saat lemak atau sebagian dari usus kecil menonjol keluar di area perut bawah pada pria. Tipe hernia yang satu ini sangat jarang terjadi pada wanita.

Beberapa gejala lain dari hernia inguinal adalah:

  • Munculnya benjolan kecil di pangkal paha yang dapat semakin membesar seiring berjalannya waktu, dan benjolan ini akan menghilang saat Anda berada pada posisi berbaring.
  • Rasa sakit di pangkal paha semakin terasa saat Anda batuk, mengangkat barang berat, mengejan, atau berolahraga.
  • Pembengkakan pada skrotum

Hernia ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti sumbatan pada usus. Segera konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Benjolan terlihat kemerahan dan memar
  • Rasa sakit timbul secara tiba-tiba dan terus bertambah parah
  • Sulit buang angin atau buang air
  • Mual dan muntah
  • Demam

2. Torsio Testis

Sakit perut bagian bawah pada lelaki juga dapat disebabkan oleh torsio testis. Pada kondisi ini, testikel mengalami rotasi atau perputaran. Hal ini mengakibatkan terhambatnya aliran darah pada testis, dan menyebabkan rasa sakit serta pembengkakan.

Hingga saat ini, penyebab dari kondisi ini belum diketahui secara jelas. Rotasi pada testikel dapat terjadi pada semua usia. Namun, hal lebih umum terjadi pada remaja pria berusia 12 hingga 16 tahun.

Gejala lain yang dapat menyertai kondisi ini antara lain:

  • Rasa nyeri secara tiba-tiba yang disertai dengan pembengkakan pada skrotum
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil

Torsio testis merupakan penyakit yang serius. Karena menyerang organ reproduksi, kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan pria. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala di atas.

3. Radang Prostat

Sakit perut bagian bawah lelaki juga dapat menjadi gejala dari prostatitis, atau radang prostat. Pria yang mengalami gangguan ini akan mengalami nyeri saat buang air kecil.

Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul di antaranya nyeri pada pangkal paha, area panggul atau kemaluan, dan kadang menyerupai gejala flu. Kondisi ini dapat dialami oleh pria di segala usia, meski lebih umum terjadi pada pria berusia di bawah 50 tahun.

Tergantung dari jenis peradangan yang dialami, prostatitis dapat muncul secara tiba-tiba atau bertahap. Pada beberapa kasus, radang prostat dapat sembuh secara cepat dengan sendirinya, maupun melalui perawatan tertentu. Sementara pada kasus yang lain, prostatitis dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

4. Usus Buntu

Rasa sakit pada perut juga bisa disebabkan oleh usus buntu atau yang secara medis disebut sebagai apendisitis. Usus buntu adalah bagian kecil dari usus di bagian tubuh sebelah kanan. Sakit perut bagian bawah kanan, merupakan salah satu gejala dari usus buntu. Selain itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan di perut bagian bawah

Jika Anda mengalami rasa nyeri hebat disertai gejala-gejala seperti di atas, maka berkonsultasilah dengan dokter segera. Apabila Anda didiagnosis menderita usus buntu, maka dokter dapat merekomendasikan operasi secepatnya.

5. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih terjadi akibat infeksi yang terjadi akibat adanya kontaminasi bakteri di saluran kemih. Saluran kemih merupakan suatu sistem pembuangan di tubuh terdiri dari uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal.

Mengalami sakit perut bagian bawah merupakan gejala yang umum dialami oleh penderita penyakit ini. Selain terasa sakit penderitanya juga akan mengalami gejala lain, seperti:

  • Merasakan sensasi seperti panas dan terbakar saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Terjadi perubahan warna dan bau dari urin
  • Demam
  • Nyeri seperti di tusuk-tusuk pada area tubuh lain seperti di punggung bawah

Sakit perut bagian bawah, terkadang sulit dibedakan dengan nyeri panggul. Sehingga, untuk mengetahui penyebab kondisi yang Anda alami secara tepat, segera hubungi dokter. Jangan tunda untuk periksa saat gejala-gejala yang telah disebutkan di atas sudah mulai Anda rasakan. Semakin cepat perawatan dilakukan, hasilnya akan semakin baik.

Kapan Anda harus menghubungi dokter?

Jika sakit perut bawah Anda sangat parah, tidak hilang, atau terus kambuh, segera periksakan ke dokter. Hubungi dokter jika perut Anda sakit karena cedera sebelumnya atau jika Anda mengalami nyeri dada.

Anda harus menghubungi dokter jika muncul gejala berikut bersamaan dengan sakit perut bagian bawah:

  • Demam
  • Tidak bisa menyimpan makanan selama lebih dari dua hari
  • Tanda dehidrasi, seperti tidak sering buang air kecil, urin berwarna gelap, dan selalu merasa haus
  • Tidak menunjukkan gerakan usus, khususnya jika Anda juga muntah
  • Nyeri saat buang air kecil, atau jika Anda membutuhkan urinasi

Hubungi dokter jika Anda juga merasakan:

  • Perut terasa empuk saat disentuh
  • Nyeri berlangsung lebih dari beberapa jam

Jika Anda memiliki gejala berikut, mungkin ada masalah dalam tubuh Anda yang membutuhkan terapi dan penanganan sesegera mungkin. Misalnya, segera cari pertolongan medis jika Anda merasakan sakit perut bagian bawah dan juga:

  • Muntah darah
  • Tinja yang berdarah atau berwarna kehitaman
  • Sesak napas
  • Terus muntah
  • Pembengkakan di perut
  • Kulit berwarna kekuningan
  • Sedang hamil

Karena ada banyak sekali penyebabnya, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan fisik. Ia mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai gejala Anda – dan mengukur tingkat nyeri yang Anda rasakan.

Setelah pemeriksaan, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa jenis pemeriksaan untuk mengetahui penyebab nyeri. Ini mungkin akan meliputi tes tinja atau urin, tes darah, enema, endoskopi, x-ray, ultrasound, atau CT scan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-in-lower-left-abdomen#in-men
Diakses pada 12 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostatitis/symptoms-causes/syc-20355766
Diakses pada 12 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323792.php
Diakses pada 12 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/guide/abdominal-pain-causes-treatments#1
Diakses pada 9 Maret 2020

Artikel Terkait