Sakit Kepala Bagian Depan Bisa Saja Bukan Pusing Biasa

Yang Harus Anda Tahu Tentang Sakit Kepala Bagian Depan
Yang Harus Anda Tahu Tentang Sakit Kepala Bagian Depan

Anda pernah mengalami sakit kepala bagian depan? Sakit kepala ini merupakan rasa nyeri yang muncul di bagian dahi dan pelipis.

Kondisi ini umumnya merupakan gejala dari jenis sakit kepala lainnya. Timbulnya gejala ini dapat dipicu oleh beberapa hal. Agar bisa diatasi dengan tepat dan tidak terus mengganggu, Anda perlu mengenali penyebab utamanya terlebih dulu.

Apa sajakah pemicu sakit kepala bagian depan?

Berikut ini penyebab sakit kepala bagian depan yang kerap mengganggu:

1. Sakit kepala cluster atau cluster headache

Sakit kepala cluster jarang terjadi, tapi bisa terasa sangat nyeri. Umumnya, gejala timbul di satu sisi kepala dan terpusat di sekitar mata, pelipis, atau dahi.

Jenis sakit kepala ini juga sering muncul tiba-tiba kemudian bisa berlangsung selama berjam-jam. Selain sakit kepala bagian depan, gejala sakit kepala cluster juga bisa berupa hidung berair atau tersumbat, rasa gelisah, serta mata berair atau bengkak.

Periode sakit kepala cluster dapat berlangsung selama hitungan minggu hingga bulan, lalu menghilang sama sekali. Masa tanpa sakit kepala ini disebut periode remisi.

Selama masa remisi, sakit kepala tidak muncul selama berbulan-bulan dan terkadang bisa hingga bertahun-tahun.

Belum diketahui secara pasti penyebab dari sakit kepala cluster. Para pakar menduga keturunan, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok sebagai faktor fisikonya.

Cara mengatasi sakit kepala cluster bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk konsumsi obat-obatan (seperti sumatriptan, calcium-channel blockers, kortikosteroid, melatonin, dan lithium) hingga terapi oksigen.

2. Sakit kepala akibat sinusitis

Pembengkakan pada sinus dapat mencetuskan sakit kepala bagian depan. Dahi, pipi, dan mata juga bisa terasa nyeri saat disentuh. Selain itu, gejala lainnya bisa berupa nyeri tumpul dan berdenyut, kepala terasa sakit saat digerakkan, hidung berair atau tersumbat, demam, serta sakit gigi.

Mengatasi sakit kepala akibat sinusistis tentu harus dilakukan dengan mengatasi infeksi sinus itu sendiri. Penanganan sinusitis tergantung pada penyebabnya. Berikut penjelasannya:

  • Jika disebabkan oleh pilek atau flu, Anda bisa menggunakan obat dekongestan dan obat pereda nyeri (misalnya, ibuprofen atau paracetamol)
  • Bila infeksi bakteri menjadi pemicunya, Anda harus ke dokter untuk mendapatkan obat antibiotik.
  • Apabila sinutisis terjadi akibat alergi, kondisi ini bisa dapat ditangani dengan konsumsi obat antihistamin.

Konsultasikan diri Anda ke dokter bila sinusitis berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejalanya semakin memburuk.

3. Sakit kepala tegang atau tension headache

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang paling sering dialami oleh semua orang. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Sensasi nyeri seperti menekan seolah-olah kepala Anda diikat dengan tali.
  • Nyeri dimulai di bagian dahi, pelipis, hingga di belakang mata.
  • Nyeri tumpul, namun dan menetap di seluruh bagian kepala.
  • Kulit di sekitar kepala, wajah, leher, dan bahu yang nyeri ketika disentuh.

Biasanya, sakit kepala tegang akan berlangsung selama 30 menit atau beberapa jam. Namun kondisi ini bisa pula bertahan selama beberapa hari.

Stres, gangguan kecemasan, dan depresi merupakan penyebab paling umum dari sakit kepala bagian depan ini. Terkadang, sakit kepala ini juga bisa muncul akibat kelelahan, postur tubuh yang buruk, atau gangguan pada otot dan tulang leher.

Mengatasi sakit kepala tegang bisa Anda lakukan secara alami maupun dengan obat-obatan. Misalnya, menempelkan kompres hangat di dahi atau leher, melakukan terapi pijat, serta mengonsumsi obat pereda nyeri (seperti ibuprofen, paracetamol, atau aspirin).

Namun bila sakit kepala tegang mendera Anda lebih dari 15 kali dalam sebulan, ini berarti berarti sakit kepala Anda tergolong kronis dan sebaiknya diperiksakan ke dokter.

4. Mata tegang atau eye strain

Kondisi mata tegang juga dapat menimbulkan sakit kepala bagian depan. Mata tegang sering dipicu oleh astigmatisme atau mata silinder, membaca dan menggunakan gawai (gadget) tanpa jeda istirahat, stres, serta postur tubuh yang buruk.

Mata tegang bisa Anda atasi dengan beberapa cara sederhana di bawah ini:

  • Istirahatkan mata secara berkala dari layar gawai.
  • Berlatih postur duduk yang baik.
  • Melakukan latihan peregangan leher, lengan, dan punggung.
  • Pasang filter antisilau untuk layar komputer atau laptop.

Jika Anda mencurigai sakit kepala disebabkan oleh mata tegang, segera kunjungi dokter mata. Pasalnya mungkin saja Anda membutuhkan kacamata atau lensa kontak untuk mengatasi mata silinder.

5. Arteritis sel raksasa atau giant cell arteritis

Arteritis sel raksasa adalah peradangan pembuluh darah di kepala. Akibatnya, bisa muncul sakit kepala yang hebat dan berulang di sekitar pelipis. Namun kondisi ini jarang terjadi pada orang di bawah 50 tahun.

Selain sakit kepala bagian depan, gejala penyakit ini juga meliputi nyeri saat mengunyah atau berbicara, gangguan penglihatan, penurunan berat badan, nyeri otot, lelah, dan depresi.

Arteritis sel raksasa termasuk kondisi serius yang harus ditangani secepat mungkin oleh dokter. Umumnya, dokter akan meresepkan obat kortikosteroid, seperti prednisolone.

Secara umum, sakit kepala bagian depan bisa diatasi di rumah. Misalnya dengan menempelkan kompres hangat, melakukan teknik relaksasi, beristirahat yang cukup, pijat, serta mengonsumsi obat antinyeri.

Namun meski terdengar sepele, kondisi ini juga bisa menandakan beragam gangguan medis. Apabila sakit terus berlanjut atau semakin memburuk walau Anda sudah melakukan langkah pengobatan, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dengan ini, penyebabnya bisa diketahui secara pasti dan penanganan yang tepat dapat diperoleh.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321086.php
Diakses pada 16 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/frontal-lobe-headache
Diakses pada 16 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cluster-headache/symptoms-causes/syc-20352080
Diakses pada 16 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed