logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Berbagai Pemicu Sakit Kepala Bagian Depan

open-summary

Sakit kepala bagian depan tidak boleh Anda anggap remeh. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketegangan di kepala, sakit kepala cluster, hingga ketegangan pada mata.


close-summary

16 Des 2019

| Rieke Saraswati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Pemicu sakit kepala bagian depan

Yang Harus Anda Tahu Tentang Sakit Kepala Bagian Depan

Table of Content

  • Pemicu sakit kepala bagian depan
  • Cara mencegah sakit kepala bagian depan

Anda pernah mengalami sakit kepala bagian depan? Sakit kepala ini merupakan rasa nyeri yang muncul di bagian dahi dan pelipis.

Advertisement

Kondisi ini umumnya merupakan gejala dari jenis sakit kepala lainnya. Timbulnya gejala ini dapat dipicu oleh beberapa hal. Agar bisa diatasi dengan tepat dan tidak terus mengganggu, Anda perlu mengenali penyebab utamanya terlebih dulu.

Baca Juga

  • Ini Gerakan Terapi Vertigo yang Mudah Dicoba di Rumah
  • Jenis Olahraga untuk Penderita Vertigo yang Direkomendasikan Dokter
  • Sering Merasa Sakit Kepala Setelah Keramas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pemicu sakit kepala bagian depan

Berikut ini penyebab sakit kepala bagian depan yang kerap mengganggu:

1. Sakit kepala cluster atau cluster headache

Sakit kepala cluster jarang terjadi, tapi bisa terasa sangat nyeri. Umumnya, gejala timbul di satu sisi kepala dan terpusat di sekitar mata, pelipis, atau dahi.

Jenis sakit kepala ini juga sering muncul tiba-tiba kemudian bisa berlangsung selama berjam-jam. Selain sakit kepala bagian depan, gejala sakit kepala cluster juga bisa berupa hidung berair atau tersumbat, rasa gelisah, serta mata berair atau bengkak.

Periode sakit kepala cluster dapat berlangsung selama hitungan minggu hingga bulan, lalu menghilang sama sekali. Masa tanpa sakit kepala ini disebut periode remisi.

Selama masa remisi, sakit kepala tidak muncul selama berbulan-bulan dan terkadang bisa hingga bertahun-tahun.

Belum diketahui secara pasti penyebab dari sakit kepala cluster. Para pakar menduga keturunan, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok sebagai faktor fisikonya.

Cara mengatasi sakit kepala cluster bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk konsumsi obat-obatan (seperti sumatriptan, calcium-channel blockers, kortikosteroid, melatonin, dan lithium) hingga terapi oksigen.

2. Sakit kepala akibat sinusitis

Pembengkakan pada sinus dapat mencetuskan sakit kepala bagian depan. Dahi, pipi, dan mata juga bisa terasa nyeri saat disentuh. Selain itu, gejala lainnya bisa berupa nyeri tumpul dan berdenyut, kepala terasa sakit saat digerakkan, hidung berair atau tersumbat, demam, serta sakit gigi.

Mengatasi sakit kepala akibat sinusistis tentu harus dilakukan dengan mengatasi infeksi sinus itu sendiri. Penanganan sinusitis tergantung pada penyebabnya. Berikut penjelasannya:

  • Jika disebabkan oleh pilek atau flu, Anda bisa menggunakan obat dekongestan dan obat pereda nyeri (misalnya, ibuprofen atau paracetamol)
  • Bila infeksi bakteri menjadi pemicunya, Anda harus ke dokter untuk mendapatkan obat antibiotik.
  • Apabila sinutisis terjadi akibat alergi, kondisi ini bisa dapat ditangani dengan konsumsi obat antihistamin.

Konsultasikan diri Anda ke dokter bila sinusitis berlangsung selama lebih dari seminggu atau gejalanya semakin memburuk.

3. Sakit kepala tegang atau tension headache

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang paling sering dialami oleh semua orang. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Sensasi nyeri seperti menekan seolah-olah kepala Anda diikat dengan tali.
  • Nyeri dimulai di bagian dahi, pelipis, hingga di belakang mata.
  • Nyeri tumpul, namun dan menetap di seluruh bagian kepala.
  • Kulit di sekitar kepala, wajah, leher, dan bahu yang nyeri ketika disentuh.

Biasanya, sakit kepala tegang akan berlangsung selama 30 menit atau beberapa jam. Namun kondisi ini bisa pula bertahan selama beberapa hari.

Stres, gangguan kecemasan, dan depresi merupakan penyebab paling umum dari sakit kepala bagian depan. Terkadang, sakit kepala ini juga bisa muncul akibat kelelahan, postur tubuh yang buruk, atau gangguan pada otot dan tulang leher.

Mengatasi sakit kepala tegang bisa Anda lakukan secara alami maupun dengan obat-obatan. Misalnya, menempelkan kompres hangat di dahi atau leher, melakukan terapi pijat, serta mengonsumsi obat pereda nyeri (seperti ibuprofen, paracetamol, atau aspirin).

Namun bila sakit kepala tegang mendera Anda lebih dari 15 kali dalam sebulan, ini berarti berarti sakit kepala Anda tergolong kronis dan sebaiknya diperiksakan ke dokter.

4. Mata tegang atau eye strain

Kondisi mata tegang juga dapat menimbulkan sakit kepala bagian depan. Mata tegang sering dipicu oleh astigmatisme atau mata silinder, membaca dan menggunakan gawai (gadget) tanpa jeda istirahat, stres, serta postur tubuh yang buruk.

Mata tegang bisa Anda atasi dengan beberapa cara sederhana di bawah ini:

  • Istirahatkan mata secara berkala dari layar gawai.
  • Berlatih postur duduk yang baik.
  • Melakukan latihan peregangan leher, lengan, dan punggung.
  • Pasang filter antisilau untuk layar komputer atau laptop.

Jika Anda mencurigai sakit kepala disebabkan oleh mata tegang, segera kunjungi dokter mata. Pasalnya mungkin saja Anda membutuhkan kacamata atau lensa kontak untuk mengatasi mata silinder.

5. Arteritis sel raksasa atau giant cell arteritis

Arteritis sel raksasa adalah peradangan pembuluh darah di kepala. Akibatnya, bisa muncul sakit kepala yang hebat dan berulang di sekitar pelipis. Namun kondisi ini jarang terjadi pada orang di bawah 50 tahun.

Selain sakit kepala bagian depan, gejala penyakit ini juga meliputi nyeri saat mengunyah atau berbicara, gangguan penglihatan, penurunan berat badan, nyeri otot, lelah, dan depresi.

Arteritis sel raksasa termasuk kondisi serius yang harus ditangani secepat mungkin oleh dokter. Umumnya, dokter akan meresepkan obat kortikosteroid, seperti prednisolone.

6. Sakit kepala habis makan es krim/minuman dingin

Menurut ahli, sakit kepala sehabis mengonsumsi es krim atau minuman dingin umumnya terjadi karena kepala Anda terpapar dingin secara tiba-tiba atau karena sesuatu yang dingin bergerak melintasi langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan Anda.

Penlitian lebih lanjut masih diperlukan untuk kondisi ini. Tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan rasa sakit tersebut muncul, namun diperkirakan bahwa kombinasi stimulasi langsung dari saraf yang sensitif terhadap suhu.

Cara mencegah sakit kepala bagian depan

Sakit kepala bagian depan dapat diatasi dengan berbagai cara, meliputi:

  • Tidur yang cukup

Cobalah untuk menjalani pola tidur yang teratur. Hindari begadang dan targetkan untuk tidur 6-8 jam setiap malam.

  • Aktif secara fisik

Aktif secara fisik dapat menjadi cara mencegah sakit kepala bagian depan yang sangat efektif. Cobalah untuk berolahraga dengan rutin selama beberapa kali dalam seminggu, untuk menjaga kebugaran tubuh.

  • Menjaga postur tubuh

Duduklah yang tegak dan pastikan punggung bagian bawah berada di posisi yang nyaman. Selain itu, hindari duduk terlalu lama dan sesekali berdiri untuk meregangkan tubuh.

  • Jangan minum kafein berlebihan!

Mengonsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan munculnya sakit kepala bagian depan. Namun, jika memang Anda sering meminum kafein, janganlah berhenti secara tiba-tiba. Sebab, hal itu juga bisa menyebabkan sakit kepala. Cobalah untuk mengurangi porsi kafein secara perlahan.

  • Minum air secara teratur

Saat tubuh kekurangan cairan, maka dehidrasi bisa datang. Dehidrasi inilah yang kemudian dapat menyebabkan sakit kepala bagian depan.

Secara umum, sakit kepala bagian depan bisa diatasi di rumah. Misalnya dengan menempelkan kompres hangat, melakukan teknik relaksasi, beristirahat yang cukup, pijat, serta mengonsumsi obat antinyeri.

Namun meski terdengar sepele, kondisi ini juga bisa menandakan beragam gangguan medis. Apabila sakit terus berlanjut atau semakin memburuk walau Anda sudah melakukan langkah pengobatan, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dengan ini, penyebabnya bisa diketahui secara pasti dan penanganan yang tepat dapat diperoleh.

Advertisement

sakit kepalasakit kepala clustersakit kepala tegang

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved