Sakit Gigi pada Anak, Orang Tua Perlu Tahu Seluk Beluknya


Sakit gigi pada anak bisa diredakan dengan berkumur air garam, mengonsumsi obat tertentu, hingga menempelkan kompres air hangat. Namun perawatan klinis seperti tambal dan scaling gigi tetap perlu dilakukan untuk penyembuhan yang tuntas.

(0)
08 Feb 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sakit gigi pada anak bisa diobati dengan air garam atau paracetamolSakit gigi pada anak bisa diobati secara alami maupun dengan pengobatan dokter
Sakit gigi pada anak bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gigi berlubang, gangguan pada gusi, hingga radang akibat gigi permanen yang akan tumbuh menggantikan gigi susu. Oleh karena itu, cara mengobatinya pun berbeda-beda.Saat anak sakit gigi, orangtua perlu segera menanganinya ataupun memeriksakannya ke doker gigi. Sebab menurut penelitian, merawat gigi anak yang rusak sejak dini akan meningkatkan kepuasannya terhadap dirinya sendiri dan meningkatkan nafsu makan.Dalam jangka panjang, kondisi kesehatan gigi dan mulut anak yang baik akan memberikan pengaruh positif terhadap kecukupan gizi dan perkembangannya. Sebaliknya, jika dibiarkan berlubang atau rusak, risiko terjadinya malnutrisi hingga gangguan bicara akan meningkat.

Penyebab sakit gigi pada anak

Penyebab sakit gigi pada anak antara lain gigi berlubang, abses gusi, dan radang gusi
Gigi berlubang bisa jadi penyebab sakit gigi pada anak
Sakit gigi pada anak bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari yang ringan seperti akibat ada makanan yang terselip di antara gigi hingga kondisi lain yang perlu mendapatkan perawatan segera, seperti abses.Berikut ini penyebab sakit gigi pada anak yang perlu diwaspadai orang tua.

1. Makanan terselip

Makanan yang terselip di antara gigi dan tidak dibersihkan, lama-kelamaan akan menambah tekanan pada gigi dan gusi di sekitarnya, terutama jika yang terselip adalah makanan yang konsistensinya keras.Saat tekanan bertambah, maka rasa sakit gigi anak akan timbul. Makanan yang terselip dalam jangka waktu lama juga akan menjadi sarang bakteri pemicu sehingga menyebabkan penyakit gigi pada anak, seperti gigi gigis, gigi reges, dan gigi berlubang.Dengan demikian, orang tua perlu memeriksa secara detail kondisi rongga mulut anak. Apabila anak sudah menyikat giginya sendiri, periksalah sesekali caranya menyikat gigi. Jika masih salah dan kurang bersih, ajari anak langkah yang tepat.Makanan juga akan lebih mudah terselip jika susunan gigi anak tidak rapi atau bertumpuk. Oleh karena itu, usaha untuk merapikan gigi menggunakan kawat gigi bisa menjali pilihan, sesuai hasil konsultasi dengan dokter.

2. Gigi berlubang

Gigi berlubang adalah penyebab sakit gigi pada anak yang paling umum. Kondisi ini bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti makanan terselip yang telah disebutkan di atas, kebiasaan minum susu sebelum tidur, dan jarang menyikat gigi.Rasa nyeri bisa mulai dirasakan anak meski ukuran lubang belum terlalu besar atau bahkan belum terlalu terlihat. Hal ini kerap membuat orang tua bingung akan hal yang menjadi penyebab sakit gigi.Salah satu cara untuk mengenali gigi yang sedang berada di tahap kerusakan awal dan akan berlubang adalah saat ada bintik-bintik putih di permukaan gigi anak.Seiring dengan bakteri yang terus bekerja menghancurkan permukaan gigi, bintik tersebut lama-kelamaan akan berubah kecokelatan sebelum akhirnya menghitam dan berlubang.Pada gigi geraham, jika Anda melihat ada garis kecokelatan atau hitam di permukaan kunyah gigi, bisa jadi itu adalah pemicu anak sakit gigi meski secara kasat mata terlihat belum ada lubang yang terbentuk.

3. Gigi retak

Tak jarang anak bermain terlalu semangat lalu jatuh dan menyebabkan giginya retak. Berbeda dari gigi yang patah, gigi retak sulit terlihat dengan kasat mata. Biasanya, dokter bisa melihatnya setelah melakukan pemeriksaan klinis dan rontgen. Kondisi ini akan semakin sulit dikenali jika yang retak adalah bagian bawah gusi.Saat gigi retak, rangsang nyeri seperti suhu dingin dan panas dari makanan dan minuman, akan mudah menyerap ke sela-sela retakan tersebut dan menstimulasi saraf yang terbuka.

4. Penyakit gusi

Penyakit gusi yang kerap menyerang anak-anak adalah gingivitis alias radang gusi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gusi yang terlihat bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah.Anak juga bisa merasakan nyeri dan mengiranya sebagai sakit gigi meskipun sumbernya dari area gusi.

5. Abses gigi

Abses gigi adalah benjolan yang terbentuk di akar gigi dan berisi nanah akibat infeksi bakteri berkepanjangan dari gigi berlubang yang tak kunjung dirawat. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit yang parah, termasuk sakit gigi pada balita dan anak-anak.Sebagian abses tidak terlihat secara klinis. Namun pada beberapa kasus, ukuran abses bisa terus membesar dan dapat mengikis tulang, sehingga membuatnya terlihat seperti benjolan di gusi.Baca Juga: Urutan Tumbuh Gigi Permanen Anak dari Bayi hingga Remaja

Cara mengatasi sakit gigi pada anak

Untuk mengobati sakit gigi pada anak, caranya bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Sebagian kondisi bisa reda dengan pengobatan di rumah dan kasus lainnya harus dibawa ke dokter gigi.
Sakit gigi pada anak bisa reda dengan kumur air garam
Kumur air garam bisa membantu meredakan sakit gigi untuk sementara waktu

1. Merawat sakit gigi pada anak di rumah

Sakit pada gigi sebenarnya tidak bisa sepenuhnya sembuh sendiri di rumah, kecuali jika memang tidak ada gigi rusak dan rasa nyeri hanya disebabkan oleh makanan keras yang terselip.Namun, ada kalanya anak tidak bisa langsung dibawa ke dokter gigi karena satu dan lain hal. Oleh karena itu, orang tua perlu melakukan cara-cara di bawah ini untuk meradakan anak sakit gigi untuk sementara, hingga dapat memeriksakannya ke dokter.
  • Membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan menggunakan dental floss atau benang gigi.
  • Berkumur air garam hangat untuk membantu meredakan peradangan secara alami.
  • Minum obat pereda nyeri yang aman sebagai obat sakit gigi untuk anak-anak, seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Jika pipi bengkak, kompres dengan handuk dan air hangat.
Cara di atas tidak akan menyembuhkan sakit gigi secara permanen. Jika setelahnya tidak dilakukan perawatan lanjutan seperti menambal gigi yang berlubang, maka sakit gigi pada anak akan kembali muncul.
Tambal gigi bisa meredakan sakit gigi pada anak
Tambal gigi bisa meredakan sakit gigi pada anak

2. Cara dokter gigi mengatasi sakit gigi pada anak

Dokter gigi dapat melakukan beberapa prosedur perawatan untuk mengatasi sakit gigi pada anak sesuai dengan penyebabnya, seperti:
  • Menambal gigi yang berlubang atau retak
  • Meresepkan antibiotik untuk meredakan infeksi pada abses
  • Melakukan perawatan saluran akar pada gigi yang mengalami abses
  • Melakukan scaling gigi untuk menghilangkan radang pada gusi
  • Mencabut gigi yang sudah rusak parah dan tidak bisa dirawat lagi
  • Memberikan perawatan dengan fluoride untuk mencegah gigi kembali berlubang
Setelah melakukan berbagai perawatan untuk mengatasi sakit gigi pada anak, orang tua juga perlu memastikan anak melakukan langkah-langkah untuk mencegahnya datang kembali.Menyikat gigi secara teratur, minimal dua kali sehari yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur dan rutin memeriksakan gigi ke dokter setidaknya setiap enam bulan sekali merupakan langkah paling dasar untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan gigi anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
sakit gigiabses gigigigi berlubangkarang gigi
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P01876
Diakses pada 27 Januari 2021
Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/toothache/
Diakses pada 27 Januari 2021
Makara Journal of Health Research. https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1002&context=mjhr
Diakses pada 27 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait