Nyeri Leher Bagian Belakang adalah Tanda Kolesterol Tinggi, Benarkah?


Leher belakang sakit kerap kali dikaitkan dengan kolesterol tinggi. Meskipun hanya dapat dipastikan melalui tes darah, gejala kolesterol perlu untuk diwaspadai.

(0)
04 Jun 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Leher belakang sakit adalah tanda kolesterol tinggiTernyata, kolesterol tinggi sering terjadi tanpa adanya gejala tertentu
Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel-sel sehat. Akan tetapi, jika kadarnya tinggi, dapat membahayakan Anda. Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, stroke, serangan jantung ataupun penyakit lainnya.Seperti apa kondisi kolesterol tinggi sebenarnya? Apakah Anda juga berisiko mengalaminya? Perhatikan makanan yang sering Anda konsumsi. Jangan sampai menjadi sumber kolesterol tinggi.[[artikel-terkait]]

Terlalu banyak makanan berlemak, bisa picu kolesterol tinggi

Kolesterol adalah zat lilin, seperti lemak yang diproduksi oleh hati. Kolesterol sangat penting untuk pembentukan membran sel, vitamin D, dan hormon tertentu.Lipoprotein membantu mengangkut kolesterol melalui aliran darah. Ada dua jenis utama lipoprotein, yaitu LDL dan HDL.
  • Low-density lipoproteins (LDL) atau kolesterol jahat, dapat menumpuk di arteri, dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
  • High-density lipoproteins (HDL) atau kolesterol baik, dapat membantu mengembalikan kolesterol jahat ke hati, untuk dihilangkan.
Kolesterol tinggi adalah kolesterol dengan kadar di atas batas normal yaitu lebih dari 200 mg/dl. Kondisi ini juga disebut sebagai hiperkolesterolemia. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah Anda.Kadar kolesterol jahat yang tinggi atau kadar kolesterol baik yang rendah, dapat membuat timbunan lemak menumpuk di pembuluh darah. Hal tersebut dapat mempersulit aliran darah yang cukup ke arteri, sehingga menyebabkan masalah pada tubuh, terutama di jantung dan otak.

Benarkah leher belakang sakit salah satu tanda sakit kolesterol tinggi?

Meski kadang penderita kolesterol tinggi mengeluhkan beberapa indikasi seperti leher yang terasa tegang, kesemutan, kram, sakit kepala, dan pegal pada tengkuk serta pundak, tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi tingginya kadar kolesterol darah.Gejala fisik yang umumnya terjadi jika Anda menderita kolesterol tinggi adalah:

1. Nyeri di tangan dan kaki

Akumulasi kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah kaki dan tangan. Penumpukan kolesterol ini dapat terjadi terus menerus dan membuat tangan dan kaki terasa sakit.

2. Kesemutan

Gangguan dalam aliran darah ke bagian tubuh tertentu membuat sensasi kesemutan di area tangan dan kaki. Tingginya kadar kolesterol dalam darah membuat aliran darah kental dan memengaruhi aliran darah normal di saraf dan menyebabkan kesemutan.

3. Nyeri dada bagian kiri

Nyeri dada terutama di bagian kiri menunjukkan penyumbatan pembuluh darah di sekitar jantung dan dapat menyebabkan rasa sakit. Kadang-kadang, rasa sakit bisa menyebar ke area leher. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat menyebabkan nyeri dada dan juga bisa menjadi pertanda serangan jantung.

4. Sakit di bagian belakang kepala

Penyumbatan pembuluh darah di daerah sekitar kepala dapat menyebabkan sakit kepala di bagian belakang. Ini terjadi ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak kolesterol. Jika ini dibiarkan tidak terkendali, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan stroke.

Tanda-tanda kolesterol tinggi

Banyak orang menganggap bahwa nyeri di belakang leher, sakit kepala, kesemutan, dan pegal-pegal merupakan tanda dari kolesterol tinggi. Akan tetapi, kolesterol tinggi ternyata tidak menyebabkan tanda atau gejala apapun.Dalam kebanyakan kasus, kolesterol tinggi bahkan mengakibatkan kondisi darurat, seperti serangan jantung atau stroke. Hal itu terjadi sebagai akibat dari pembentukan plak oleh kolesterol tinggi di arteri Anda.Plak dapat mempersempit pembuluh darah, sehingga darah yang bisa melaluinya, hanya sedikit. Pembentukan plak mengubah susunan lapisan arteri, yang dapat menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi tekanan darah tinggi yang mungkin terjadi

Kebanyakan orang tidak menyadari adanya kolesterol tinggi dalam, apalagi jika tidak pernah melakukan pemeriksaan kolesterol. Biasanya, Anda akan menyadarinya ketika dokter mendiagnosis adanya penyakit akibat kolesterol tinggi. Misalnya penyakit-penyakit ini.
  • Penyakit jantung: dengan gejala berupa nyeri dada, kelelahan, mual, sakit pada leher, rahang, punggung atau perut, mati rasa atau kedinginan, dan sesak napas.
  • Serangan jantung: dengan gejala berupa pusing, mual,mulas, kecemasan dan kelelahan, dada atau lengan terasa sesak, nyeri atau pegal, serta sulit bernapas.
  • Penyakit arteri perifer: dengan gejala berupa kelelahan, kram, kaki terasa tidak nyaman dan sakit selama beraktivitas atau berolahraga, sensasi terbakar di jari-jari kaki, jari kaki membiru, dan kuku kaki tebal.
  • Stroke: Dengan gejala berupa pusing, sakit kepala parah, kehilangan keseimbangan, kebingungan, tidak mampu bergerak, wajah asimetris, mati rasa pada satu sisi tubuh terutama di wajah, lengan dan kaki, serta penglihatan kabur.

Pantangan makanan penderita kolesterol

Tidak semua makanan aman bagi penderita kolesterol. Berikut ini makanan yang wajib Anda hindari jika tingkat kolesterol Anda tinggi:

 1. Daging yang diproses

Salah satu makanan tinggi kolesterol yang harus dihindari adalah daging yang diproses, seperti sosis, daging asap, dan bakso.

2. Gorengan

Gorengan merupakan salah satu pantangan makanan penderita kolesterol. Makanan yang digoreng tinggi kolesterol dan mengandung banyak kalori.

3. Makanan cepat saji

Dengan alasan kepraktisan, Anda memilih makanan cepat saji untuk jadi menu utama saat lapar. Padahal, serupa dengan gorengan, makanan cepat saji atau makanan yang telah diproses juga mengandung lemak trans.

4. Garam

Garam memiliki fungsi sebagai bumbu dapur atau penyedap rasa. Akan tetapi, konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah.

Pentingnya tes kolesterol

Karena tidak adanya tanda atau gejala dari kolesterol tinggi, maka tes kolesterol melalui pemeriksaan darah menjadi satu-satunya cara untuk mengetahuinya. Jika Anda telah berusia setidaknya 20 tahun, sebaiknya lakukanlah tes kolesterol secara rutin.Dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes kolesterol secara rutin, jika Anda memiliki keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi. Begitu pula jika Anda memiliki faktor risiko berupa kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, diet tidak sehat, diabetes, atau tekanan darah tinggi.Anda harus memantau kadar kolesterol tubuh. Jangan sampai kadar kolesterol tiba-tiba melonjak, hingga menyebabkan masalah kesehatan yang fatal. Pencegahan tentu lebih baik, daripada mengobati di kemudian hari.
diabeteskolesterolserangan jantungstrokeobesitas
Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol-symptoms#monitoring
Diakses pada 21 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800
Diakses pada 21 Mei 2019
NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/high-cholesterol/
Diakses pada 21 Mei 2019
SehatQ. https://www.sehatq.com/artikel/pantangan-makanan-penderita-kolesterol
Diakses 1 April 2020
KEMKOMINFO. https://www.kominfo.go.id/content/detail/20915/disinformasi-sakit-leher-pertanda-kolesterol-tinggi/0/laporan_isu_hoaksDiakses 21 Juli 2020Medicover Hospital. https://www.medicoverhospitals.in/high-cholesterol-levels/
Diakses 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait