Nyeri Dada Salah Satu Gejala Serangan Jantung


Nyeri dada seperti mengerut dan mengencang, umumnya merupakan pertanda gejala serangan jantung yang tidak mendapat cukup suplai oksigen

(0)
11 Sep 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gejala awal serangan jantung sebenarnya tidak hanya nyeri dadaNyeri dada seperti ditekan bisa menjadi salah satu gejala utama serangan jantung
Serangan jantung akan terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Sumbatan ini paling sering disebabkan oleh lemak, kolesterol, dan zat-zat lain yang menumpuk di bagian dalam dinding pembuluh darah arteri.Penumpukan lemak dan kolesterol tersebut disebut plak. Bila ada plak yang terlepas dari dinding arteri, plak akan membentuk gumpalan yang menghambat aliran darah ke jantung dan merusak otot jantung.

Gejala serangan jantung

sakit dada

Gejala awal serangan jantung dan tingkat keparahan gejala akan dirasakan berbeda-beda oleh penderita serangan jantung. Ada yang merasakan sakit ringan atau sangat parah di dada. Tapi bahkan ada juga yang tidak merasakan gejala apapun dan mendadak terkena serangan jantung. Banyak penderita serangan jantung yang sudah merasakan gejala awal selama beberapa jam, beberapa hari atau beberapa minggu sebelum benar-benar terkena serangan. Salah satu gejala yang sering muncul adalah sakit dada atau dada serasa ditekan (angina). Sakit dada disebabkan oleh berkurangnya suplai darah ke jantung untuk sementara. Angina atau sakit dada biasanya muncul saat beraktivitas fisik dan hilang saat beristirahat. Oleh sebab itu, angina jarang dirasakan sebagai gejala awal serangan jantung.Meski sebagian besar pasien seragan jantung merasakan sakit dada. Namun tidak semua serangan jantung didahului dengan keluhan ini.Ada kasus-kasus di mana penderita serangan jantung hanya merasakan ketidaknyamanan di bagian dada atau dada terasa, seperti mengerut dan mengencang. Semua itu umumnya merupakan pertanda bahwa jantung tidak mendapat cukup suplai oksigen. 

Gejala awal serangan jantung tak hanya nyeri dada

perempuan memegang leher

Gejala awal serangan jantung sebenarnya tidak hanya sakit dada. Semakin banyak gejala yang muncul, berarti semakin besar risiko seseorang untuk terkena serangan jantung. Mari cermati gejala-gejala lainnya di bawah ini:

1. Rasa sakit menjalar ke bagian tubuh lain 

Selain di dada, banyak yang merasakan sakitnya menyebar ke bagian tubuh lain. Misalnya, hingga ke lengan kiri, lambung, bahu, punggung, leher, serta rahang.Kadangkala, sakit bisa tidak terasa pada dada (misalnya ada sensasi tidak nyaman di dada), tetapi nyeri terasa pada punggung atas. 

2. Berkeringat saat tidak beraktivitas 

Proses memompa darah melewati arteri yang tersumbat membuat jantung bekerja keras. Sebagai akibatnya, tubuh menjadi berkeringat meski tidak sedang olahraga atau melakukan aktivitas fisik berat. Karena itu, munculnya keringat dingin di sekujur tubuh dan telapak tangan bisa jadi gejala serangan jantung. Pada perempuan, sering juga terjadi gejala banyak berkeringat di malam hari. Kondisi ini seringkali hanya dianggap sebagai gejala menopause, sehingga tidak dicurgai sebagai serangan jantung.

3. Kelelahan

Jantung yang bekerja keras memompa darah melalui pembuluh darah yang tersumbat akan menimbulkan rasa kelelahan bagi penderitanya walau tidak melakukan kegiatan yang berat atau intens.Kelelahan tanpa alasan termasuk gejala awal serangan jantung yang lebih kerap muncul pada perempuan. Gejala ini terkadang dirasakan selama beberapa bulan sebelum terjadi serangan jantung. 

4. Sesak napas

Jantung berdenyut untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan mengambil oksigen dari paru-paru. Jika jantung tak sanggup memompa darah dengan baik, salah satu dampaknya adalah sesak napas.Biasanya, pasien serangan jantung mengeluhkan lelah dan sesak napas meski hanya melakukan pekerjaan ringan yang jadi rutinitas sehari-hari. 

5. Kepala terasa ringan

Pusing dan kepala ringan seperti akan pingsan umumnya muncul saat pasien berdiri dari posisi duduk atau bangkit dari posisi berbaring. 

6. Jantung berdebar-debar

Ada yang mengeluhkan jantung serasa berdebar di leher, dan tidak hanya di dada. Ada juga yang merasakan debaran jantung sangat kencang atau irama denyut jantung yang tidak teratur.Denyut jantung seharusnya selalu teratur untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bila terasa detak jantung berdebar lebih kencang atau denyutnya tak teratur, kondisi ini bisa jadi gejala awal serangan jantung. 

7. Mual dan muntah

Mual dan muntah juga kerap terjadi indikasi sebelum adanya serangan jantung. Pada kelompok lanjut usia (lansia), terutama yang sering mengalami gangguan pencernaan, gejala ini sering dianggap sebagai masalah pencernaan biasa sehingga tidak dianggap serius. Gejala-gejala di atas memang tidak selalu berarti serangan jantung. Tetapi Anda lebih baik waspada dan berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah terjadinya serangan jantung yang bisa berakibat fatal.  

Perbedaan nyeri dada akibat GERD dan serangan jantung

Memang ada beberapa penyakit yang menunjukkan gejala nyeri dada atau rasa nyeri di dada, sehingga bisa membuat keliru. Oleh sebab itu, berikut cara mengenali gejala heartburn dan serangan jantung:

Heartburn

Gejala nyeri dada yang diakibatkan oleh heartburn meliputi:
  • Nyeri atau panas terasa di bawah tulang dada atau iga
  • Umumnya muncul segera setelah makan
  • Nyeri bersifat ringan dan umumnya tak menjalar
  • Gejala berkurang dengan minum antasida
  • Tak disertai gejala berupa keringat dingin, sesak napas, atau rasa akan pingsan.

Serangan jantung

Sementara itu, gejala nyeri dada yang disebabkan oleh gejala serangan jantung memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Nyeri terasa membakar, menekan, atau menghimpit di tengah-tengah dada
  • Umumnya terasa ketika beraktivitas atau kelelahan
  • Nyeri terasa menjalar ke bahu, leher, lengan atau dagu
  • Gejala berkurang dengan minum obat nitrogliserin
  • Kerap disertai rasa berdebar-debar, keringat dingin, sesak napas, mual, muntah, atau rasa akan pingsan
Dari penjelasan tersebut, dapat terlihat bahwa keduanya tentu berbeda. Karena tak ada kondisi keluhan yang dapat dinyatakan aman, maka dr. Nella menyarankan jika ada keluhan GERD sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter.

Hubungan serangan jantung dan henti jantung mendadak

detak jantung

Serangan jantung berbeda dari henti jantung mendadak. Penyebab serangan jantung adalah sumbatan pada pembuluh darah ke jantung. Sementara henti jantung mendadak disebabkan oleh malfungsi elektrik di jantung sehingga mendadak berhenti berdenyut.Ini berarti, serangan jantung muncul akibat masalah sirkulasi, sedangkan henti jantung mendadak terjadi karena masalah elektrikal. Dua masalah pada jantung tersebut masih berhubungan. Serangan jantung akan meningkatkan risiko terjadinya henti jantung mendadak. Jantung bisa berhenti berdenyut tidak lama setelah terkena serangan jantung atau pada masa pemulihan pascaserangan jantung. Selain karena serangan jantung, henti jantung mendadak juga bisa terjadi akibat penebalan otot jantung (kardiomiopati), kondisi gagal jantung, aritmia (gangguan irama jantung), dan kelainan bawaan pada jantung.
penyakit jantungsakit jantungserangan jantung
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different
Diakses pada 4 September 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106
Diakses pada 4 September 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/warning-signs-heart-attack
Diakses pada 4 September 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
Diakses pada 4 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait