Lucid Dream Adalah Sadar Sedang Bermimpi, Ketahui Faktanya


Lucid dream adalah fase tidur yang disebut mimpi sadar karena Anda sepenuhnya mengetahui bahwa sedang berada di alam mimpi. Hal ini sangat biasa terjadi dalam tahap tidur REM.

(0)
13 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Lucid dream adalah fase mimpi yang dapat terjadi pada siapa sajaLucid dreams terjadi ketika Anda sadar sedang berada di dalam mimpi
Pernahkah Anda bermimpi dan sadar bahwa sedang berada di dalam mimpi? Atau pernahkah Anda mengendalikan cerita di mimpi Anda? Jika pernah, itu berarti Anda mengalami lucid dreams alias mimpi sadar. Meski itu terdengar hanya ada di cerita-cerita film sci-fi, tapi hal ini bisa benar-benar terjadi pada siapapun. Selain itu, berbeda juga dengan sleep paralysis atau "ketindihan". Lantas, apa yang dimaksud dengan lucid dreams?

Apa itu lucid dreams yang bisa muncul dalam tidur?

Lucid dreams adalah mimpi yang menyebabkan Anda dapat sepenuhnya menyadari kenyataan bahwa sedang bermimpi. Misalnya, Anda bermimpi sedang memasak bersama mendiang ibu. Anda pun sadar bahwa ini hanyalah mimpi karena ibu Anda sudah lama meninggal. Contoh lain, Anda bermimpi pergi menjelajah ke hutan Amazon, dan berhasil melawan harimau besar. Namun, Anda sadar bahwa sedang bermimpi. Bahkan Anda pun dapat mengendalikan jalan cerita dalam mimpi tersebut, hingga bisa mengalahkan sang harimau. Tenang, ini bukanlah hal aneh maupun berbau mistis, kok. Ada beberapa fakta menarik tentang lucid dream yang sayang jika Anda lewatkan.

Fakta-fakta seputar lucid dreams

Berikut fakta mengenali lucid dreams yang mungkin pernah Anda alami:

1. Lucid dreams hal yang biasa terjadi

Fenomena mimpi sadar ternyata sangat umum terjadi. Sebuah penelitian di Brazil melibatkan 3.427 peserta yang rata-rata berusia 25 tahun. Hasil survei dalam penelitian pun menunjukkan bahwa 77% responden pernah tersadar dalam mimpi setidaknya sekali dalam hidupnya. Terlepas dari itu, sekitar 55% orang pun diketahui telah mengalami setidaknya satu lucid dream dalam hidupnya. Namun, jarang ada orang yang sering mengalami mimpi tersebut. Hanya sekitar 23% orang yang dapat mengalaminya setidaknya sebulan sekali.

2. Terjadi pada tahap tidur REM

Seperti mimpi pada umumnya, mimpi sadar juga biasanya terjadi pada tahap tidur rapid eye movement atau REM (gerakan mata cepat). Tidur memiliki 4 tahap, yaitu tidur ayam, mulai tertidur, tidur nyenyak, dan tidur REM. Dalam tidur REM ini, otak Anda berada dalam fase yang sangat aktif. Selain itu, detak jantung dan gerakan mata juga meningkat. Bagi sebagian orang, mimpi ini terjadi secara spontan. Namun ada juga yang melatih diri untuk mengalami lucid dreams.

3. Kemampuan mengendalikan lucid dreams berbeda-beda

Dalam lucid dreams, Anda mengarungi alam bawah sadar. Kemampuan seseorang dalam mengendalikan mimpinya sangatlah bervariasi. Ada yang mampu memanipulasi cerita dalam mimpi untuk menciptakan hal menyenangkan. Ada pula yang mungkin langsung terbangun ketika menyadari bahwa dirinya tengah bermimpi. Bagaimana dengan Anda?

4. Makanan dan meditasi berpotensi memicu lucid dreams

Sebuah studi menemukan bahwa individu yang mengonsumsi 240 mg vitamin B-6 selama 4 malam sebelum tidur, lebih mudah mengingat mimpi-mimpi ketika bangun.Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang penting untuk mendapat mimpi sadar. Artinya, perubahan tertentu pada makanan tak hanya membuat seseorang mengingat mimpi biasa, tapi juga dapat mengubah mimpi biasa menjadi lucid dream dengan mudah. Selain itu, faktor lain yang berperan menciptakan kesadaran dalam mimpi adalah meditasi. Sebuah riset pada tahun 2015 pun menemukan bahwa orang-orang yang telah berlatih meditasi untuk waktu yang lama cenderung mengalami lucid dream. Melakukan teknik memori prospektif juga bisa memicu mimpi sadar. Kamu mengingat apa yang akan dilakukan nanti, sehingga menuntunmu menuju lucid dreams saat kembali tidur.

5. Lucid dreams dapat dijadikan terapi

Seorang peneliti yang berfokus pada fenomena mimpi sadar, Dr. Denholm Aspy dari University of Adelaide, Australia mengungkap bahwa mimpi lucid dapat menjadi terapi untuk mengatasi mimpi buruk, terutama mimpi buruk berulang yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Ini disebut dengan terapi lucid dream. Terapi ini dapat memberi kemampuan untuk melakukan kontrol atas diri sendiri maupun mimpi buruk yang dialami. Selain itu, terapi mimpi sadar juga berpotensi membantu orang yang memiliki fobia, takut terbang atau takut binatang tertentu.Selama mengalami mimpi lucid, seseorang tahu bahwa itu tidaklah nyata sehingga dapat dengan aman menjelajahi ketakutannya.

6. Lucid dreams memiliki beberapa manfaat

Selain dapat mengurangi mimpi buruk, mimpi sadar juga memiliki beberapa manfaat baik, yaitu membantu meredakan kecemasan, meningkatkan keterampilan motorik, dan meningkatkan kreativitas. Meski hal ini belum dibuktikan oleh sains, banyak orang menggunakan mimpi lucid untuk mengetahui dan mempertajam kreativitasnya.

7. Ada risiko lucid dreams bagi penderita gangguan mental

Meski mimpi sadar umumnya dianggap aman, tapi ada beberapa risiko bagi orang dengan gangguan kesehatan mental. Adapun risiko yang mungkin terjadi adalah masalah tidur.Pasalnya, lucid dreams bisa memengaruhi kualitas dan kuantitas tidur, memicu depresi akibat gangguan tidur, membuat Anda sulit membedakan kenyataan dan mimpi, serta disosiasi atau terputusnya hubungan dengan lingkungan karena tumpang tindihnya kenyataan dan mimpi.

masalah tidurmimpi burukmimpi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323077.php#11
Diakses pada 13 Januari 2020.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326496.php#9
Diakses pada 13 Januari 2020.
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-lucid-dreaming#risks
Diakses pada 13 Januari 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait