Retinol adalah sahabat bagi kulit yang mulai memasuki fase penuaan
Penggunaan retinol dapat membantu mengatasi tanda-tanda penuaan seperti keriput dan kerutan

Akrabkah Anda dengan kandungan retinol dalam rangkaian produk skincare? Retinol adalah substansi yang dipercaya dapat memperbaiki tekstur, pigmentasi, dan warna kulit secara transformatif. Bisa disimpulkan, retinol adalah sahabat bagi kulit yang mulai memasuki fase penuaan.

Bagi perempuan yang sudah memasuki kepala 3, tentu ada kekhawatiran tentang munculnya tanda-tanda penuaan: keriput dan garis kerutan. Sama seperti hyaluronic acid, retinol adalah jenis vitamin A yang meningkatkan produksi kolagen dan regenerasi kulit.

Manfaat retinol

Retinol adalah kandungan produk yang memang cocok untuk perempuan yang sudah berusia di atas 30 tahun. Meski demikian, tidak masalah menggunakan retinol sebelum usia menginjak 30 tahun sebagai langkah pencegahan.

Apa saja manfaat retinol?

1. Meningkatkan produksi kolagen

Retinol adalah produk yang dapat meningkatkan produksi kolagen. Artinya, kemungkinan munculnya keriput dan garis kerutan bisa dicegah. Tak hanya itu, retinol juga membantu memastikan kolagen tetap berfungsi dengan optimal.

2. Regenerasi kulit

Retinol juga membantu mempercepat siklus regenerasi kulit sehingga kulit tampak cerah dan sehat. Retinol memberikan stimulasi agar kulit memproduksi sel kulit baru. Adanya retinol juga membantu mengangkat sel kulit mati.

3. Menghentikan pigmentasi

Adanya proses pigmentasi atau penggelapan kulit bisa menyebabkan warna kulit tidak merata. Retinol adalah substansi yang dapat membantu menghentikan proses pigmentasi. Meski demikian, perubahan signifikan hanya akan terlihat setelah pemakaian rutin selama setidaknya 3 bulan.

4. Membersihkan pori-pori

Menggunakan retinol secara berkala juga dapat membersihkan pori-pori dari sumbatan. Minyak, keringat, makeup, dan banyak lagi hal yang bisa menyumbat pori-pori serta menyebabkan masalah kulit seperti jerawat.

5. Antioksidan

Mengingat retinol adalah produk derivatif vitamin A, artinya retinol juga berfungsi sebagai antioksidan. Lebih jauh lagi, retinol bisa menjadi penyambung komunikasi antar sel kulit sehingga kulit yang masih muda bisa muncul ke permukaan.

Adakah efek samping retinol?

Sebelum membahas tentang efek samping retinol, perlu diingat bahwa ibu hamil dan ibu menyusui tidak disarankan menggunakan produk berbahan retinol. Menggunakan retinol secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan janin bahkan menyebabkan cacat lahir.

Orang yang sedang menjalani pengobatan dan belum tentu bereaksi positif dengan vitamin A juga sebaiknya menghindari penggunaan produk berbahan retinol.

Banyak orang menganggap efek samping retinol adalah kandungannya yang keras dan belum tentu cocok untuk orang dengan kulit sensitif. Contohnya ketika orang mengalami kulit kemerahan, breakout, atau iritasi saat menggunakan retinol.

Namun perlu diingat bahwa itu adalah reaksi normal ketika mulai menggunakan retinol. Retinol adalah produk dengan sifat “worse-before-better”, artinya kulit akan tampak kering atau kemerahan sebelum beradaptasi dalam hitungan beberapa minggu.

Bagi yang belum terbiasa menggunakan produk dengan bahan vitamin A seperti retinol, mungkin ada yang berpikir untuk mengaplikasikannya lebih banyak sehingga bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Namun faktanya, menggunakan terlalu banyak retinol dapat menyebabkan kulit kering dan kemerahan. Kuantitas yang direkomendasikan adalah cukup seujung jari untuk diaplikasikan ke seluruh wajah.

Idealnya, retinol digunakan di malam hari dan gunakan pelembab serta tabir surya pada pagi harinya. Apabila Anda masih mengonsumsi obat-obatan yang belum tentu bereaksi baik dengan vitamin A, tanyakan kepada dermatologis tentang alternatif yang paling memungkinkan.

Kapan sebaiknya mulai memakai retinol?

Retinol adalah vitamin A yang baik untuk regenerasi kulit dan biasanya terdapat dalam skincare
Anda bisa mulai menggunakan retinol sebelum memasuki usia 30

Memang biasanya retinol mulai digunakan saat memasuki usia 30. Pada fase ini, tubuh mulai memproduksi lebih sedikit kolagen dibandingkan dengan usia saat masih lebih muda. 

Meski demikian, menggunakannya sejak usia 20 tahun juga tidak masalah dan bisa dijadikan sebagai langkah preventif.

Namun lagi-lagi, produk skincare sebagus apapun bukan jaminan kulit akan tetap sehat. Penting untuk mengiringinya dengan gaya hidup sehat serta melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet sedisiplin mungkin.

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/retinoid-benefits#10
Diakses 28 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/qa/what-is-retinol-and-why-is-it-in-skin-care-products
Diakses 28 Januari 2020

Cosmopolitan. https://www.cosmopolitan.com/uk/beauty-hair/a14781579/what-is-retinol/
Diakses 28 Januari 2020

Allure. https://www.allure.com/gallery/biggest-retinol-cream-myths
Diakses 28 Januari 2020

Artikel Terkait