logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Saat Protein dalam Urine Berlebih, Proteinuria Adalah Konsekuensinya

open-summary

Proteinuria adalah kondisi terdapatnya protein dalam urin. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan fungsi ginjal yang menandakan tubuh sedang dalam keadaan tidak sehat.


close-summary

20 Nov 2019

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Protein dalam urin berlebih yang merupakan gangguan fungsi ginjal dapat terdeteksi saat melakukan medical check up

Proteinuria adalah kondisi urine yang mengandung kadar protein berlebih karena masalah pada ginjal

Table of Content

  • Mengenal proteinuria, urin mengandung protein yang berlebih
  • Tanda atau gejala proteinuria
  • Mengatasi proteinuria

Idealnya, ginjal hanya akan bekerja dengan mengeluarkan kelebihan air dan zat sisa dari darah menjadi urine. Substansi yang lebih besar seperti protein tidak akan ikut tersaring di ginjal. Namun ketika fungsi ginjal terganggu, proteinuria adalah risiko yang mungkin terjadi.

Advertisement

Pada penderita proteinuria, urine mengandung protein dengan kadar yang tak normal. Kerap kali, kondisi ini menjadi sinyal terjadinya penyakit ginjal kronis. Proteinuria adalah gejala awal saat fungsi ginjal seseorang tidak lagi maksimal.

Baca Juga

  • Mengenal Penyebab Ginjal Bengkak dan Cara Mengatasinya
  • Agar Ginjal Tidak Rusak, Ikuti 8 Cara Menurunkan Kreatinin Ini
  • Buah yang Mengandung Protein, Mulai dari Jambu hingga Alpukat

Mengenal proteinuria, urin mengandung protein yang berlebih

Masalah gangguan ginjal kerap tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Bukan tidak mungkin penderitanya menyadari ada gangguan pada ginjal setelah mengetahui hasil tes urine saat medical check up berkala.

Proteinuria adalah kondisi urine yang mengandung kadar protein berlebih. Seharusnya, protein yang membantu membentuk otot dan tulang ini tetap berada dalam darah.

Belum lagi protein juga berfungsi untuk melawan infeksi, membawa lemak, dan mengatur kadar cairan dalam darah. Jika protein “meninggalkan” tubuh lewat urine, ini kondisi yang tidak sehat.

Seharusnya, pembuluh kapiler kecil dalam ginjal yaitu glomeruli menyaring zat sisa dan kelebihan cairan dalam darah. Ketika glomeruli ini mengalami kerusakan, protein tidak bisa disaring maksimal dan justru lolos ke urine.

Penyebab proteinuria amat beragam dan bisa berbeda setiap orang. Ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko proteinuria lebih tinggi, seperti:

  • Penderita diabetes
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Trauma
  • Aktivitas fisik terlalu intens
  • Konsumsi obat tertentu yang menyebabkan protein masuk ke urine
  • Racun
  • Infeksi sistemik
  • Infeksi saluran kemih
  • Gangguan kekebalan tubuh
  • Obesitas
  • Usia di atas 65 tahun
  • Faktor genetik gangguan ginjal
  • Preeklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil)

Biasanya, seseorang dikatakan mengalami proteinuria ketika kadar pengeluaran proteinnya dalam urine lebih dari 150 mg per hari. Kadar ini bisa dideteksi dalam waktu 24 jam sejak sampel urine diperiksa di laboratorium. Jenis protein yang paling umum ditemukan dalam spesimen urine penderita proteinuria adalah albumin.

Tanda atau gejala proteinuria

Beberapa tanda atau gejala yang bisa jadi menunjukkan seseorang mengalami proteinuria di antaranya:

  • Kencing berbusa
  • Frekuensi kencing sangat sering
  • Mudah merasa lelah
  • Mual dan muntah
  • Wajah, kaki, tangan bengkak
  • Hilang nafsu makan
  • Kram otot di malam hari
  • Mata bengkak terutama di pagi hari

Mengatasi proteinuria

Cara mengatasi proteinuria bergantung pada apa pemicunya. Artinya, sebelum ditentukan tindakannya, perlu dicari tahu apa penyebab seseorang bisa mengalami proteinuria. Tindakan ini harus dilakukan segera dengan mendapatkan sampel urin. Karena jika ditunda, bisa saja terjadi gagal ginjal.

Saat memeriksakan diri ke dokter, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum menentukan diagnosis, seperti:

  • Usia muda
  • Banyaknya protein dalam urine
  • Tes darah pada urine
  • Tes masalah ginjal
  • Tekanan darah

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter biasanya akan meresepkan dokter terutama bagi penderita diabetes atau hipertensi. Obatnya dari golongan ACE inhibitors (angiotensin-converting enzyme inhibitors) dan ARBs (angiotensin receptor blockers).

Bagi orang yang mengalami proteinuria namun tidak menderita diabetes atau tekanan darah tinggi, pemberian obat tersebut sudah cukup untuk melindungi ginjal dari kerusakan lebih parah.

Namun apabila yang menjadi masalah kronis adalah penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, maka perlu penanganan lebih lanjut terhadap penyakit tersebut.

Advertisement

penyakit ginjalproteinurinegangguan ginjal

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved