Rajin Bangun Pagi Dapat Mengurangi Resiko Depresi? Ini Penjelasannya!

Orang yang terbiasa bangun pagi, cenderung lebih sehat secara fisik, maupun mental.
Rajin bangun pagi, bisa menurunkan risiko Anda terkena depresi.

Bagi Anda yang rajin bangun pagi, berbahagialah. Berdasarkan penelitian, manfaat bangun pagi bisa Anda dapatkan baik secara fisik maupun mental. Dengan bangun lebih awal, risiko Anda untuk terkena depresi dapat berkurang.

Siklus tidur memang bukan satu-satunya penyebab depresi. Namun, terus menjaga dan meningkatkan kesehatan mental tentu tidak ada salahnya.

[[artikel-terkait]]

Manfaat bangun pagi dan kaitannya dengan depresi

Pola tidur, baik bagi Anda yang terbiasa bangun pagi atau tidak, dapat memengaruhi terbentuknya kondisi mental tertentu seperti depresi. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat meneliti mengenai kaitan antara pola tidur dan depresi.

Hasilnya, orang yang rutin bangun pagi berisiko lebih rendah 12-27% terkena depresi dibandingkan dengan yang tidak rutin bangun pagi. Sedangkan, orang yang terbiasa tidur terlalu malam dan bangun siang berisiko 6 persen lebih tinggi memiliki gangguan suasana hati (mood disorder) dibandingkan dengan orang yang tidak rutin bangun siang.

Kenaikan sebesar 6 persen tersebut dinilai tidak terlalu signifikan, sehingga pengaruh pola tidur terhadap risiko depresi kemungkinan tidak hanya ditentukan dari faktor seperti gaya hidup dan lingkungan. Faktor lain seperti genetik dan jumlah paparan cahaya yang diterima seseorang juga dapat memengaruhi pola tidur yang mengarah pada risiko depresi.

Tidak hanya risiko depresi, orang yang tidur lebih larut dan bangun lebih siang juga memiliki kecenderungan untuk hidup seorang diri dan tidak menikah. Pola tidur seperti ini juga berkaitan dengan kecenderungan kebiasaan merokok dan memiliki waktu tidur yang tidak teratur.

Meski begitu, tidak selamanya orang yang bangun siang pasti terkena depresi. Hanya saja, rajin bangun pagi memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan Anda.

Untuk bisa mendapatkan manfaat bangun pagi, Anda bisa coba untuk mulai tidur yang cukup, yaitu 7-8 jam per hari. Anda juga disarankan untuk lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, meredupkan lampu saat malam hari, dan mendapatkan paparan cahaya sebanyak mungkin di siang hari.

Pola tidur sebagai gejala depresi

Tidak hanya berperan sebagai faktor risiko, beberapa pola tidur juga dapat dilihat sebagai gejala depresi. Pola tidur dapat bervariasi setiap orangnya. Sehingga, untuk mengetahui apakah pola tidur Anda merupakan suatu gejala depresi adalah dengan mengingat bagaimana pola tidur Anda sebelumnya.

Jika saat ini Anda merasa lebih sulit tidur dari sebelumnya, bisa jadi ini merupakan gejala depresi yang perlu Anda waspadai. Kesulitan tidur selama beberapa malam umumnya bukan suatu masalah terutama bila Anda sedang merasakan stres. Namun apabila kondisi tersebut terjadi tanpa sebab tertentu, maka Anda perlu lebih waspada.

Selain itu, terlalu banyak tidur juga dapat dilihat sebagai suatu gejala depresi. Jika Anda terlalu banyak tidur (lebih dari 8 jam sehari) dan merasakan suasana hati yang buruk atau sedih setiap saat, Anda perlu mewaspadai ini sebagai suatu gejala depresi.

Manfaat bangun pagi untuk kesehatan mental tentu tidak dapat disepelekan. Sebagai salah satu faktor risiko penyebab depresi, pola tidur yang tidak teratur sebaiknya perlu Anda perbaiki.

Apabila mengalami gejala depresi yang berhubungan dengan pola tidur seperti di atas, konsultasikanlah kondisi Anda dengan dokter, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322159.php
Diakses 12 Februari 2019

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2018/06/180614212658.htm
Diakses 12 Februari 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/depression-pictures/depression-symptoms-to-watch-for.aspx
Diakses 12 Februari 2019

 

Reviewed by dr. Reni

Artikel Terkait

Banner Telemed