Rumah Sakit Makin Penuh, Kemenkes Keluarkan Protokol Isolasi Diri di Rumah

Rumah sakit penuh, protokol isolasi diri perlu dilakukan
Protokol isolasi diri perlu dilakukan saat rumah sakit penuh

Jumlah pasien ODP, PDP, maupun yang positif terinfeksi virus corona terus meningkat. Lama-kelamaan, fasilitas kesehatan yang ada pun tidak dapat lagi menampung orang-orang yang butuh diisolasi. Sehingga, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan protokol isolasi diri yang bisa dijadikan acuan bagi Anda yang perlu menjalaninya.

Tidak hanya di Indonesia, isolasi mandiri juga sudah dilakukan di negara-negara dengan jumlah kasus positif COVID-19 yang tinggi, seperti Tiongkok, Korea Selatan, serta Italia. Tentu, tidak semua orang yang terinfeksi bisa diisolasi secara mandiri. Biasanya, protokol ini perlu diikuti oleh orang dengan kondisi penyakit yang tergolong ringan.

Isolasi mandiri perlu dijalankan supaya ruang isolasi di rumah sakit, bisa digunakan oleh orang-orang dengan kondisi penyakit yang sudah parah dan butuh penanganan intensif. Sebab pada dasarnya, infeksi virus corona adalah penyakit self limiting disease atau bisa sembuh sendiri, selama daya tahan tubuh penderitanya baik.

Protokol isolasi diri dari Kemenkes RI

Protokol isolasi diri merupakan bagian dari protokol penanganan virus corona yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Berikut ini poin-poin dalam protokol tersebut, yang perlu Anda ikuti.

1. Jika sakit, tetaplah di rumah dengan dan patuhi anjuran ini:

  • Jangan pergi bekerja, ke sekolah, atau ke ruang publik lainnya untuk menghindari penularan COVID-19 dari Anda ke orang lain yang berkontak dengan Anda secara sengaja maupun tidak sengaja.
  • Harus mengisolasi diri dan memantau diri sendiri untuk menghindari kemungkinan penularan kepada orang-orang terdekat, termasuk keluarga.
  • Rutin melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat mengenai kondisi kesehatan pribadi, riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19, atau riwayat perjalanan dari negara dengan transmisi lokal (penularan terjadi secara lokal) agar petugas kesehatan bisa mengambil sampel untuk diperiksa.

2. Isolasi diri sendiri perlu dilakukan oleh orang dengan kriteria di bawah ini

Apabila Anda merasa sakit, dengan gejala:

  • Demam
  • Nyeri
  • Batuk atau pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Gejala penyakit pernapasan lainnya

Serta tidak memiliki penyakit penyerta seperti:

  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Kanker
  • Penyakit paru kronis
  • AIDS
  • Penyakit autoimun, dan lain-lain.

Maka secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan, tetap tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah, kampus, atau ke tempat-tempat umum.

Bagi Anda yang masuk ke dalam kategori ODP (orang dalam pemantauan), baik yang menunjukkan gejala COVID-19 maupun tidak, diharapkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Kelompok individu yang masuk dalam kategori ODP adalah mereka yang punya riwayat baru kembali dari negara yang memiliki kasus COVID-19 dengan transmisi lokal, dan pernah berkontak dengan orang yang positif terinfeksi COVID-19.

Lama waktu isolasi adalah 14 hari atau hingga diketahuinya hasil pemeriksaan sampel di laboratorium.

3. Hal yang perlu dilakukan selama proses isolasi diri

Selama menjalani protokol isolasi diri, Anda harus menjalani poin-poin di bawah ini:

  • Tinggal di rumah, jangan bekerja dan bepergian ke ruang publik.
  • Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya.
  • Jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lainnya.
  • Selalu gunakan masker selama masa isolasi diri.
  • Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk dan kesulitan bernapas.
  • Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (gayung, sikat gigi, handuk) serta seprai.
  • Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta keringkan, mempraktikkan etika batuk atau bersin yang benar, dengan menutup mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin.
  • Berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
  • Menjaga kebersihan rumah dengan dengan cairan desinfektan.
  • Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut.
  • Jika hasil pemeriksaan sampel menunjukkan positif COVID-19, tapi Anda masuk sebagai kondisi yang ringan dan tidak memiliki penyakit penyerta, maka protokol isolasi diri harap dilanjutkan.
  • Jika pemeriksaan sampel menunjukkan hasil positif COVID-19 dan Anda memiliki riwayat penyakit penyerta atau penyakit bawaan seperti asma, jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan lain-lain, maka atas rekomendasi petugas kesehatan akan dilakukan perawatan di rumah sakit.

4. Selama proses isolasi diri, tetap lakukan langkah pencegahan corona

Selama proses isolasi diri, Anda tetap perlu melakukan langkah-langkah pencegahan agar infeksi corona tidak menyebar ke anggota keluarga, tetangga, atau orang lain yang berada dekat di sekitar Anda. Berikut langkah yang tetap perlu dilakukan:

  • Rajin cuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer
  • Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Setelah itu langsug buang tisu di tempat sampah tertutup dan bersihkan tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Jaga jarak sosial setidaknya 1 meter dari orang lain, terutama dari mereka yang demam, batuk, dan bersin.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.
  • Jika mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis.

5. Perhatikan saat perlu memakai masker dan cara menggunakannya

Masker sebaiknya digunakan oleh:

  • Orang dengan gejala pernapasan, seperti batuk, bersin, atau kesulitan bernapas. Termasuk ketika mencari pertolongan medis.
  • Orang yang memberikan perawatan kepada individu dengan gejala pernapasan.
  • Petugas kesehatan terutama yang berbagi ruangan dengan pasien atau merawat seseorang dengan gejala pernapasan.

Masker medis tidak diperlukan masyarakat umum tanpa gejala penyakit pernapasan. Jika masker harus digunakan, maka Anda perlu mengikuti cara penggunaan yang tepat, mulai dari awal penggunaan, melepas, hingga membuangnya. Cara menggunakan masker yang benar adalah

  • Pastikan masker menutup mulut, hidung, dan dagu dengan bagian masker yang berwarna ditempatkan di luar.
  • Tekan bagian atas masker supaya mengikuti bentuk hidung dan tarik masker ke belakang dan ke bawah, hingga menutupi hidung, mulut, dan dagu.
  • Jika ingin melepas masker yang telah digunakan, lepaslah hanya dengan memegang tali di telinga dan langsung buang ke tempat sampah terutup.
  • Cuci tangan setelah melepas dan membuang masker dengan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Hindari menyentuh masker saat menggunakannya.
  • Jangan gunakan kembali masker sekali pakai. Ganti secara rutin apabila sudah kotor atau basah.

Informasi lengkap terkait infeksi virus corona

• Alat tes corona sampai di Indonesia: Ratusan ribu alat rapid test masuk Indonesia, bagaimana cara kerjanya?

• Bagaimana caranya jika ingin tes corona?: Prosedur pemeriksaan corona berdasarkan peraturan pemerintah

• Mengenal obat corona: Avigan Favipiravir, obat flu jepang yang dianggap efektif atasi corona

Langkah penting apabila ada anggota keluarga yang sedang isolasi diri di rumah

Apabila ada anggota keluarga di rumah yang harus melakukan protokol isolasi diri karena masuk sebagai ODP dan PDP atau supect, maka anggota keluarga lain yang tinggal di tempat yang sama harus membantu agar upaya isolasi berjalan lancar, dengan cara-cara sebagai berikut:

• Selalu monitor gejala yang dialami

Apabila ada anggota keluarga di rumah yang sedang menjalani protokol isolasi mandiri, maka pastikan Anda memiliki kontak fasyankes yang bisa dihubungi, jika sewaktu-waktu ada kondisi darurat yang perlu segera ditangani.

Segera hubungi fasyankes, apabila orang yang sedang melakukan isolasi mandiri mengalami gejala seperti:

  • Susah bernapas
  • Sakit atau nyeri yang tak kunjung hilang di dada
  • Linglung dan susah untuk berkomunikasi
  • Wajah dan bibir mulai terlihat kebiruan

Selain memonitor gejala, Anda juga sebaiknya memastikan bahwa orang tersebut banyak minum air putih dan istirahat dengan baik di rumah. Berikan obat sesuai gejala yang dialami, juga membantu meredakan gejala yang dirasakan.

Bagi kebanyakan penderita COVID-19, gejala akan muncul selama beberapa hari dan mulai mereda setelah minggu pertama.

• Bantu agar penyebaran virus corona bisa dicegah

Saat isolasi diri, pastikan orang tersebut tetap berada di ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lainnya. Jika memungkinkan, sebaiknya mereka gunakan kamar mandi yang berbeda dari orang yang sedang diisolasi. Selain itu, langkah-langkah berikut ini juga harus dilakukan:

  • Jangan menggunakan barang seperti handuk, alat makan, atau seprai bersamaan.
  • Pastikan orang yang sedang isolasi selalu menggunakan masker.
  • Jika tidak memungkinkan untuk menggukan masker, maka orang yang merawatnya atau berinteraksi dengannya lah yang harus memakai masker.
  • Rajin cuci tangan dan hindari menyentuh wajah.
  • Bersihkan semua permukaan yang sering disentuh seperti meja dan gagang pintu setiap hari menggunakan disinfektan.
  • Cuci baju orang yang diisolasi secara terpisah dan saat mencuci, pastikan Anda menggunakan sarung tangan sekali pakai. Setelah selesai mencuci, buang sarung tangan dan segera cuci tangan.
  • Untuk sementara jangan menerima tamu di rumah.

Protokol isolasi diri adalah bagian dari protokol penanganan corona yang diterbitkan oleh Kemenkes RI. Sehingga, sebaiknya Anda ikuti langkah-langkah tersebut jika memang sedang menjalani isolas mandiri dan jangan coba-coba untuk melanggarnya. Dengan begitu, penyebaran virus corona bisa ditekan dan pandemi bisa segera mereda.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://covid19.kemkes.go.id/download/SE_MENKES_202_2020_protokol_isolasi_diri_COVID.pdf
Diakses pada 23 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/if-you-are-sick/care-for-someone.html
Diakses pada 23 Maret 2020

Artikel Terkait