Tak Perlu Panik, Ini Cara Mengenali Rugae yang Normal Maupun Berbahaya

(0)
27 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Rugae adalah kondisi normal pada organ intim wanita.Rugae bisa muncul pada organ intim wanita setelah persalinan.
Rugae adalah benjolan atau lipatan di permukaan vagina yang bisa teraba ketika vagina dalam kondisi rileks. Jadi, Anda mungkin menemukannya saat melakukan pemeriksaan sendiri (Sadari) kesehatan vagina, sebagai langkah penting bagi wanita.Jika Anda meraba dan menemukan lipatan di area kewanitaan tersebut, jangan lekas panik. Sebab, hal itu mungkin adalah rugae, yang bisa teraba ketika vagina dalam kondisi rileks.Rileks yang dimaksud di sini adalah vagina tidak dalam posisi ‘aktif’, seperti ketika Anda tengah melakukan hubungan seksual atau mengalami kontraksi dalam proses persalinan.Lipatan pada vagina inilah yang memugkinkan area intim tersebut untuk meregang, sehingga vagina Anda tidak mudah robek atau mengalami cedera.

Rugae adalah kondisi normal pada vagina, ini penyebabnya

Rugae bisa muncul pada masa reproduksi.
Rugae pada vagina menyerupai lipatan atau benjolan yang teraba ketika lidah Anda menyentuh langit-langit mulut. Jika Anda masih berada dalam masa reproduksi, maka kemunculan rugae adalah kondisi normal.Ketika Anda sudah memasuki masa menopause, rugae tidak akan lagi terasa. Kondisi ini menandakan saluran vagina Anda yang tidak lagi elastis seperti dahulu.Sementara itu, kemunculan rugae sebelum menopause, mengindikasikan kekurangan hormon estrogen di dalam tubuh.Wanita yang baru melahirkan juga akan menemukan saluran vaginanya mulus tanpa lipatan atau benjolan. Sebab, vagina meregang saat proses melahirkan dan butuh waktu lebih lama untuk kembali elastis, dibanding setelah melakukan hubungan seksual.Rugae baru akan terlihat pada minggu ke-3 atau ke-4 setelah melahirkan Namun kondisi vagina mungkin baru akan kembali ke ukuran semula pada minggu ke-6 atau ke-8 setelah melahirkan.Kondisi vagina yang kurang elastis inilah yang membuat Anda tidak disarankan untuk melakukan hubungan seksual dalam masa nifas, demi menghindari vagina robek atau cedera lain.

Penyebab rugae yang harus Anda waspadai

Kista jadi penyebab rugae yang harus diwaspadai.
Meski sebagian besar lipatan dan benjolan di dalam vagina tidak mengindikasikan penyakit tertentu, tidak dipungkiri kadang kala kondisi ini juga menandakan masalah kesehatan tertentu. Berikut ini sederet faktor penyebab terjadinya rugae.

1. Kista

Kista adalah benjolan pada dinding vagina yang berbentuk seperti kantung dan berisi air, daging tumbuh, maupun nanah.Jenis kista sendiri bermacam-macam, seperti endometriosis, kista bartholin (yang terletak di salah satu atau kedua bibir vagina), kista saluran gartner (yang muncul di masa kehamilan), maupun kista inklusi vaginal (karena luka saat melahirkan).

2. Polip

Polip adalah daging tumbuh di sekitar vagina biasanya sering disalahartikan sebagai kutil kelamin dan skin tags.Meski kadang dianggap menggangu secara estetis, polip tidak berbahaya dan tidak perlu diobati, kecuali jika terasa nyeri maupun mengakibatkan terjadinya perdarahan.

3. Kutil

Kutil biasanya disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) dan bisa muncul di dalam maupun sekitar bibir vagina.Kutil karena HPV biasanya berukuran kecil dan berkelompok (beruntusan), bentuknya tidak sama, serta dapat mengindikasikan penyakit menular seksual, termasuk herpes.

4. Kanker

Dalam kasus yang lebih jarang, benjolan rugae adalah ciri-ciri kanker vagina. Benjolan kanker ini biasanya ditandai dengan gejala lain, seperti keputihan berdarah, sembelit, nyeri panggul hingga punggung, dan kaki bengkak.

Meskipun demikian, gejala-gejala tersebut bisa juga mengindikasikan penyakit selain kanker. Oleh karena itu, Anda sangat disarankan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dari benjolan dan lipatan di vagina Anda.

Cara mengobati rugae yang bermasalah

Rugae adalah kondisi yang biasanya tidak memerlukan pengobatan atau perawatan khusus. Namun, benjolan rugae yang disertai perdarahan, keluarnya keputihan abnormal, maupun nyeri pada vagina memang harus mendapat penanganan dokter spesialis kandungan.Pengobatan rugae yang bermasalah harus didasarkan atas penyebab munculnya lipatan atau benjolan tersebut. Beberapa pilihan pengobatannya adalah dengan:

1. Pemberian antibiotik

Pada kista yang mengakibatkan munculnya rugae, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada benjolan tersebut.Selama menjalani pengobatan, Anda juga disarankan untuk tidak menggunakan pakaian ketat, merendam vagina dengan air hangat, menghindari berhubungan seksual, meupun mengonsumsi obat pereda nyeri (paracetamol atau ibuprofen).

2. Membuang benjolan

Pembuangan benjolan dapat dilakukan jika Anda merasa ketidaknyamanan di area vagina. Dokter melakukan tindakan tersebut dengan metode krioterapi (pembekuan) maupun menggunakan sinar laser.

3. Terapi kanker

Jika penyebab benjolan rugae adalah kanker, dokter tentu akan menyarankan Anda melakukan serangkaian perawatan untuk membasmi sel kanker.Perawatan yang dimaksud misalnya terapi radiasi, kemoterapi, konsumsi obat untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ lainnya, maupun terapi lain sesuai dengan kondisi Anda.Pastikan Anda memilih perawatan sesuai keluhan. Ikuti juga petunjuk pemakaian obat sesuai rekomendasi dokter.
kesehatan organ intimkesehatan wanitaorgan intim wanitakesehatan vagina
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-lumps-bumps
Diakses pada 13 Agustus 2020
Columbia University. https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/inside-my-vagina-should-it-feel-smooth-or-bumpy
Diakses pada 13 Agustus 2020
Kemkes. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/Buku%20Panduan%20Pelayanan%20Pasca%20Persalinan%20bagi%20Ibu%20dan%20Bayi%20Baru%20Lahir-Combination.pdf
Diakses pada 13 Agustus 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15804734/
Diakses pada 13 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322782
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait