Ruang Menyusui yang Nyaman Tak Hanya Penting Bagi Ibu Menyusui

Menciptakan ruang menyusui yang baik dapat menguntungkan ibu, bayi, serta penyedia fasilitas
Ruang menyusui yang nyaman bisa meningkatkan kinerja sang ibu

Ketersediaan ruang menyusui di kantor maupun tempat publik amat penting bagi kelancaran proses laktasi. Khususnya bagi para ibu yang bekerja.

Tak hanya memberikan kenyamanan, adanya fasilitas menyusui yang layak juga membuat ibu bisa bekerja lebih efisien dan bayinya tumbuh dengan sehat. Para ibu bekerja akan lebih bahagia ketika mereka bisa menjaga keseimbangan antara komitmen pada keluarga dan dunia kerja.  

Beberapa ruang menyusui pun dapat digunakan untuk tujuan kesehatan lain di samping menunjang proses laktasi. Inilah mengapa perancangan ruang menyusui perlu memenuhi syarat guna mendukung program ASI eksklusif.

Pentingnya ruang menyusui bagi kaum hawa

Hak ibu untuk mendapatkan ruang menyusui serta sang bayi untuk memperoleh ASI eksklusif yang layak telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2013. Disebutkan dalam Pasal 3 bahwa tiap gedung kantor maupun ruang publik harus mendukung program ASI eksklusif.

Beberapa jenis dukungan yang dimaksud meliputi penyediaan ruang khusus menyusui, serta kesempatan bagi ibu yang bekerja untuk memberikan atau memerah ASI selama waktu kerja.

Menetapkan kebijakan ramah laktasi akan menguntungkan bagi ibu menyusui, bayi, perusahaan, bahkan negara. Beberapa di antaranya berupa:

  • Menurunkan angka kematian bayi

ASI merupakan makanan yang terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Dengan proses laktasi yang lancar, dapat mengurangi persentase kematian akibat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare antara 50 hingga 95 persen.

  • Menyehatkan sang ibu

Ibu yang menyusui di fasilitas menyusui yang layak juga akan lebih sehat secara fisik dan psikologis.

  • Menjaga kinerja sang ibu

Tempat kerja ramah laktasi dapat menekan tingkat absensi karyawan serta menghemat biaya perawatan kesehatan. The United States Breastfeeding Committee melaporkan bahwa terjadi penurunan tingkat absensi sebanyak 77 persen pada perusahaan-perusahaan yang membuat kebijakan ini.

Syarat ruang menyusui yang layak

Dalam Pasal 9, Permenkes menulis mengenai syarat yang perlu dimiliki ruang menyusui di perkantoran maupun ruang publik sebagai berikut:

  • Tersedia ruangan khusus menyusui dengan ukuran minimal 3x4 meter persegi. Ukuran ini kemudian dapat disesuaikan dengan jumlah pekerja wanita yang sedang menyusui.
  • Pintu yang dapat dikunci, serta mudah dibuka dan ditutup.
  • Lantai terbuat dari keramik, semen, atau memiliki karpet.
  • Memiliki ventilasi yang cukup.
  • Bebas dari potensi bahaya, salah satunya polusi.
  • Lingkungan tenang dan jauh dari kebisingan.
  • Pencahayaan yang cukup atau tidak menyilaukan.
  • Suhu yang nyaman, tidak terlalu dingin maupun panas, tidak lembap.
  • Tersedia wastafel untuk mencuci tangan
  • Tersedia peralatan menyusui.
  • Tersedia peralatan lainnya untuk mendukung penyimpanan dan pemerahan ASI. Misalnya, lemari pendingin, meja tulis, kursi dengan sandaran, dispenser dingin dan panas, alat cuci botol, tempat sampah, tisu bersih, bantal penopang, dan sebagainya.

Tips merancang ruang menyusui yang baik

Ketika mendesain ruang untuk menyusui, Anda harus memperhatikan hal di bawah ini untuk menjamin privasi dan kenyamanan ibu menyusui:

  • Menyediakan fasilitas tambahan

Menyediakan ruang untuk menyusui saja tidak cukup. Ruang menyusui juga perlu fasilitas tambahan, antara lain kursi dan meja untuk memompa ASI.

Pastikan juga ruangan tersebut memiliki stop kontak listrik yang dapat digunakan untuk mengoperasikan pompa ASI.

  • Memiliki lokasi yang baik

Jangan menjadikan kamar mandi sebagai ruang menyusui. Toilet tentunya bukan lokasi yang higienis untuk memompa ASI.

Ruang menyusui juga sebaiknya dekat dari ruang kerja karyawan wanita dan bisa dicapai dengan berjalan kaki tak lebih dari lima menit.

  • Memberikan privasi

Pastikan ruang menyusui memiliki pintu yang tertutup dan bisa dikunci. Bila tak memungkinkan, pasang tanda ‘Jangan Ganggu’ atau ‘Khusus Ibu Menyusui’ di daun pintu atau gagang pintu untuk mencegah orang lain masuk.

Lalu, jika ruangan dirancang untuk dapat menampung banyak pengguna, pastikan privasi terjamin dengan adanya tirai, partisi, atau kubikel.

  • Terdapat dukungan konsultan laktasi atau manajer fasilitas

Konsultan laktasi atau manajer fasilitas dapat membantu ibu menyusui dalam mempersiapkan alat-alat menyusui, membantu proses menyusui atau memerah, serta mendukung dari segi emosional.

Ruang menyusui yang layak akan memberikan keuntungan tak hanya bagi ibu menyusui, tetapi juga perusahaan dan negara. Permenkes telah menegaskan bahwa kebijakan ruang kerja atau ruang publik ramah laktasi adalah hak tiap ibu menyusui. Dengan ini, ibu menyusui akan lebih sehat secara fisik dan psikologis, begitu juga dengan bayi mereka.

Apabila ibu menyusui merasa nyaman dan bayinya sehat, kinerjanya juga bisa dipertahankan. Hal ini tentu akan menguntungkan perusahaan maupun negara.

Kementerian Kesehatan. http://www.kesjaor.kemkes.go.id/documents/01_Permenkes%20No.15%20thn%202013%20ttg%20Fasilitas%20Khusus%20Menyusui%20dan%20Memerah%20ASI.pdf
Diakses pada 4 Maret 2020

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/lactation-room-breastfeeding-at-work-3545106
Diakses pada 4 Maret 2020

Office on Women’s Health. https://www.womenshealth.gov/supporting-nursing-moms-work/break-time-and-private-space/location-breaks
Diakses pada 4 Maret 2020

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. https://aimi-asi.org/storage/app/media/pustaka/Better%20Work%20Indonesia%20Breastfeeding%20Campaigns/Pedoman%20bagi%20Perusahaan%20-%20Lingkungan%20Kerja%20Ramah%20Menyusui.pdf
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait