logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Rokok Herbal Sama Bahayanya dengan Rokok Biasa, Ini Buktinya!

open-summary

Rokok herbal kadang dianggap lebih sehat daripada rokok biasa. Kenyataannya, rokok dari tanaman herbal ini tak kalah bahaya dari rokok tradisional. Apa alasannya?


close-summary

2.79

(14)

7 Apr 2020

| Rieke Saraswati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Rokok herbal sama berbahayanya dengan rokok biasa

Rokok herbal umumnya terbuat dari dedaunan

Table of Content

  • Apa itu rokok herbal?
  • Rokok herbal sama bahayanya dengan rokok biasa
  • Cara berhenti merokok yang aman

Rokok herbal sering dipasarkan sebagai rokok sehat. Sebagian bahan di dalamnya terbuat dari tanaman herbal dan dianggap lebih alami dan tak seberbahaya rokok biasa.

Advertisement

Tak sedikit juga orang yang menjadikan rokok herbal sebagai alternatif untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Mereka menganggap bahwa rokok dari tanaman herbal tidak menyebabkan ketergantungan, serta memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.

Jangan lega dulu! Rokok herbal nyatanya sama berbahaya dengan rokok pada umumnya. Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu rokok herbal?

Sekilas, bentuk rokok herbal mirip dengan rokok biasa. Begitu juga dengan kemasannya. Namun rokok dari bahan-bahan herbal tidak mengandung nikotin, yakni zat dalam rokok yang terkenal dapat menyebabkan ketergantungan.

Jenis rokok ini terbuat dari berbagai campuran tanaman herbal. Karena itulah, rokok herbal sering dianggap lebih alami dan sehat.

Ada banyak tanaman yang kerap digunakan sebagai kandungan rokok herbal. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Passion flower
  • Melati
  • Rambut jagung
  • Kelopak mawar
  • Ginseng
  • Daun teratai
  • Akar manis
  • Bunga semanggi merah

Rokok herbal sama bahayanya dengan rokok biasa

Mungkin Anda sudah pernah mendengar beberapa tanaman herbal yang telah disebutkan di atas. Tanaman tersebut memang terkenal sebagai bahan yang sehat.

Ada banyak sekali obat tradisional Indonesia yang menggunakan tumbuhan-tumbuhan itu sebagai komposisi dasarnya. Umumnya, bahan-bahan ini juga aman untuk dikonsumsi.

Tapi sayangnya, semua akan sia-sia jika campuran tanaman herbal tersebut dibakar dengan korek api Anda. Berikut penjelasannya:

1. Menghasilkan racun-racun saat dibakar

Ketika dibakar, tanaman-tanaman herbal akan menghasilkan berbagai zat berbahaya. Contohnya, tar, karbon monoksida, dan toksin lainnya. Menghirup zat-zat tersebut sama saja dengan Anda memasukkan racun-racun ke dalam paru-paru Anda.

Jadi meski digadang-gadang sebagai rokok bebas tembakau dan bebas nikotin, rokok herbal tetap saja rokok. Dampak kesehatan yang ditimbulkannya sama bahayanya dengan rokok pada umumnya. Mulai dari risiko kanker, bronkitis, hingga serangan jantung.

2. Kandungan tar dan nikotinnya bisa lebih banyak

Rokok kretek dan rokok bidi yang sering dianggap ‘alami’ juga tidak sealami yang Anda pikirkan. Jenis-jenis rokok ini masih mengandung tembakau.

Kkandungan tar di dalam rokok tersebut bisa dua hingga tiga kali lebih banyak daripada rokok biasa. Demikain pula dengan zat-zat lain, seperti nikotin dan karbon monoksida.

Beberapa rokok herbal juga lebih ringan daripada rokok biasa. Akbatnya, Anda perlu mengisapnya lebih sering dan menarik napas lebih dalam guna mendapatkan sensasinya. Hal ini justru bisa membuat racun-racun dalam rokok masuk lebih dalam ke tubuh Anda.

Menurut Cancer Organization, rokok dalam bentuk apapun, herbal maupun konvensional sama-sama mengandung banyak bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker (karsinogen) dan racun yang berasal dari pembakaran rokok tersebut.

Baca Juga

  • Mengenal Bahaya Asap Rokok bagi Perokok Pasif
  • Cara Berhenti Merokok Secara Alami dengan Mengonsumsi 5 Asupan Sehat Ini
  • Awas, Infeksi Paru-paru Akibat Merokok Ini Mungkin Mengintai Anda

Cara berhenti merokok yang aman

Menjadikan rokok herbal sebagai alternatif pengganti rokok biasa tetap dapat merugikan kesehatan Anda. Cara yang paling baik adalah berhenti merokok sama sekali.

Memang tidak mudah memang. Namun dengan niat yang kuat, siapapun bisa terbebas dari belenggu nikotin ini. Apa sajakah cara berhenti merokok yang bisa Anda coba?

1. Gunakan terapi pengganti nikotin

Saat berhenti merokok, Anda bisa mengalami pusing, lemas, hingga ngidam rokok. Gejala-gejala ini merupakan gejala putus nikotin (nicotine withdrawal).

Terapi pengganti nikotin dapat mengendalikan keinginan Anda untuk kembali merokok. Ada beberapa pengganti nikotin yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Contohnya, permen karet, lozenges, dan koyo (patch).

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi pengganti nikotin dapat membantu dalam menambah tingkat keberhasilan dalam program berhenti merokok.

2. Hindari pemicunya

Hindari faktor atau kebiasaan yang dapat membuat Anda kembali merokok. Misalnya, membatasi asupan kafein jika Anda sering merokok dibarengi minum kopi.

Anda juga dapat  menggosok gigi atau mengunyah permen karet sehabis makan apabila terbiasa merokok setelah makan. Dengan ini, Anda godan untuk merokok bisa dibendung.

3. Olahraga

Rutin melakukan olahraga dapat mengalihkan perhatian Anda dari rokok, sehingga membantu dalam mengurangi gejala putus nikotin. Olahraga juga mencegah kenaikan berat badan yang biasa terjadi setelah berhenti merokok.

4. Konsumsi makanan sehat

Anda tidak disarankan untuk menjalani diet ketat saat sedang berhenti merokok. Pasalnya, hal ini malah bisa membuat Anda lapar berlebih dan tergoda untuk mengisap sebatang rokok.

Sebagai alternatif, konsumsilah lebih banyak buah, sayur, gandum utuh, dan protein rendah lemak saat Anda sedang berjuang untuk menghentikan kebiasaan merokok.

5. Kelola stres

Salah satu alasan utama orang merokok adalah karena kebiasaan ini membuat mereka lebih rileks. Mungkin saja Anda mencari pelarian dari tekanan stres dengan merokok.

Karena itu, Anda perlu mencari cara baru untuk dapat menenangkan diri dan menekan stres tanpa harus merokok. Misalnya dengan mendengarkan musik, bertemu teman-teman, pijat, atau melakukan hobi.

Jangan tertipu dengan embel-embel alami pada rokok herbal. Faktanya, rokok herbal bisa sama berbahayanya dengan rokok biasa. Jadi apabila Anda ingin berhenti merokok, mengisap rokok herbal bukanlah alternatif yang sehat.

Cobalah untuk menerapkan tips berhenti merokok yang benar agar Anda terbantu untuk menghentikan kebiasaan merokok. Konsultasikan pada dokter jika Anda berniat menggunakan terapi pengganti nikotin atau obat-obatan tertentu.

Dokter bisa membantu Anda dalam memilih cara berhenti merokok yang cocok, sekaligus memantau keberhasilannya. Dengan ini, kesehatan Anda pun tidak terganggu.

Advertisement

berhenti merokok

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved