Merokok Dapat Tingkatkan Infeksi Virus Corona dan Komplikasi

Merokok dapat tingkatkan infeksi virus corona
Berhenti merokok disarankan untuk menurunkan risiko infeksi virus corona dan komplikasinya

Pandemi COVID-19 masih belum menemui titik kepastian karena masih meningkatkanya kasus positif di berbagai negara. Di Indonesia saja, pasien yang terkonfirmasi Covid-19 melebihi 1400 orang hingga penghujung Maret 2020.

Beberapa orang khawatir apakah dirinya berisiko tinggi untuk terinfeksi virus corona, atau mungkin rentan untuk mengalami komplikasi dari infeksi tersebut. Salah satu yang patut menjadi perhatian adalah kelompok orang yang merokok. Beberapa sumber menyebutkan, perokok bisa dekat dan rentan dengan Covid-19. Apa alasannya?

Merokok dapat tingkatkan infeksi virus corona disertai komplikasi

Walau studi terkait merokok dan COVID-19 masih terbatas, poin berikut bisa Anda simak untuk meningkatkan kewaspadaan terkait rokok dan corona:

1. Perokok bisa rentan terinfeksi virus corona karena sering memegang wajah

Dikutip dari World Health Organization (WHO), perokok bisa saja rentan untuk mengalami Covid-19 karena mereka akan sering memegang wajahnya sendiri. Menghisap batang rokok membuat seseorang berulang kali mendekatkan tangannya ke mulut. Hal ini tentu meningkatkan risiko perpindahan virus dari tangan ke mulut.

2. Perokok bisa berisiko menderita komplikasi Covid-19

Merokok juga membuat sistem imun terganggu dan meningkatkan risiko komplikasi dari Covid-19. Menurut seorang profesor fisiologi dan biologi di Chapel Hill, seperti yang dikutip dari Scientific American, tubuh orang yang merokok cenderung menghasilkan lendir lebih banyak. Akibatnya, fungsi paru-paru pun akan bisa terganggu. Merokok meningkatkan perubahan pemicu peradangan paru-paru, terganggunya sistem imun, dan rentan untuk terinfeksi virus dengan dampak yang lebih buruk.

Memang belum banyak studi yang membahas kaitan antara merokok dengan risiko komplikasi Covid-19. Namun, banyak penelitian terdahulu yang mengungkapkan bahwa fungsi imun di paru-paru memang bisa melemah akibat rokok. Kebiasaan ini pun bisa memicu peradangan di organ tersebut.

Tak sampai di situ. Sebuah penelitian yang melibatkan 78 pasien Covid-19 di Cina juga menemukan, pasien yang memiliki riwayat merokok lebih rentan untuk menderita pneumonia akibat infeksi virus corona.

pneumonia perokok karena corona
Perokok dilaporkan lebih rentan untuk menderita pneumonia sebaga komplikasi infeksi corona

3. Perokok berisiko menderita penyakit jantung dan kanker

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa merokok bisa memicu penyakit kronis, mulai dari kanker hingga penyakit jantung. Terkait dengan komplikasi infeksi virus corona, telah ada bukti bahwa pasien Covid-19 dengan penyakit kronis berisiko tinggi untuk menderita komplikasi lebih lanjut.

Bagaimana dengan penghisap vape atau rokok elektrik?

Penelitian yang menghubungkan kebiasaan menghisap vape dengan komplikasi Covid-19 juga belum banyak. Namun, para ahli menyebutkan, asumsi rokok dan vape meningkatkan risiko infeksi yang parah karena virus corona cukup beralasan.

Vape
Penghisap vape juga memiliki risiko yang tinggi terhadap komplikasi virus corona

Studi awal mengindikasikan bahwa kerusakan dari vape bisa saja mirip dengan kerusakan akibat merokok. Baik perokok maupun penghisap vape memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit paru-paru yang kronis, sehingga dikaitkan dengan komplikasi infeksi virus corona.

Lalu, apa yang bisa dilakukan perokok dan penghisap vape?

Pembahasan terkait perokok yang mungkin ‘dekat’ dengan Covid-19 tentu tak dilihat sebagai cara menakuti kelompok tertentu. Sebaliknya, laporan di atas bisa dipandang sebagai peningkatan kewaspadaan kita untuk menghindari penularan virus corona.

Menurut Stanton Glantz, direktur di Center for Tobacco Control Research and Education University of California San Francisco, hal yang bisa dilakukan apabila Anda masih aktif merokok dan menghisap vape adalah berkomitmen untuk berhenti. Berhenti merokok berpeluang bisa menurunkan risiko terinfeksi virus corona dan komplikasinya.

Hal senada juga disebutkan oleh Quit, program berhenti merokok di bawah Council Cancer Victoria (Australia). Berhenti merokok dari saat ini boleh jadi menurunkan risiko dampak buruk akibat infeksi virus corona.

banner corona

Berhubungan Seks di Tengah Pandemi Covid-19, Amankah?

Penyebab Lansia Rentan Terhadap Virus Corona dan Cara Melindunginya

Jika Anda Positif Terinfeksi Virus Corona, Apa Yang Harus Dilakukan?

Cara sehat untuk memulai berhenti merokok

Merokok merupakan salah satu penyebab utama munculnya penyakit-penyakit serius, khususnya yang terjangkit pada area pernapasan. Banyaknya dampak negatif kesehatan yang berkaitan dengan rokok dan paparan asap rokok memberikan alasan yang kuat untuk Anda segera berhenti merokok. Berikut adalah langkah-langkah sehat yang dapat Anda lakukan untuk mulai berhenti merokok:

  1. Konsultasikan dengan ahli kesehatan mengenai rencana Anda untuk berhenti merokok. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan dukungan sekaligus pengetahuan lebih mengenai manfaat dan cara untuk berhenti merokok.
  2. Mintalah dukungan dari keluarga dan orang terdekat Anda. Hal ini penting agar lingkungan Anda dapat mendukung usaha Anda untuk berhenti merokok.
  3. Sugestikan diri Anda bahwa berhenti merokok menjadi prioritas nomor satu Anda.
  4. Singkirkan semua rokok dan perlengkapan merokok yang Anda miliki, seperti rokok, kemasan rokok, dan korek.
  5. Hindari lingkungan dan aktivitas yang cenderung memancing Anda untuk kembali merokok.
  6. Ubah rutinitas Anda untuk minimalisir aktivitas merokok dan rencanakan kegiatan pengganti yang lebih sehat. Misalnya, olahraga dan minum jus atau teh di pagi hari.
  7. Ingatkan diri Anda dengan semua alasan bulat untuk berhenti merokok.
  8. Jangan lupa untuk mengapresiasi diri Anda sendiri untuk tetap berjuang menghentikan kebiasaan merokok. Pikirkan cara-cara baru yang lebih bermanfaat untuk menggunakan uang yang telah Anda tabung karena tidak membeli rokok.

Catatan dari SehatQ

Belum banyak studi yang dengan langsung mengkaji kaitan rokok dan vape dengan keparahan Covid-19. Namun, mengingat bahwa rokok bisa mengganggu sistem imun, korelasi tersebut masuk akal menurut banyak ahli. Risiko komplikasi Covid-19 juga tinggi pada orang dengan penyakit kronis, yang salah satunya bisa terjadi karena rokok.

Anda bisa dengan perlahan untuk mengurangi rokok dan vape, hingga akhirnya berhenti sama sekali.

Scientific America. https://www.scientificamerican.com/article/smoking-or-vaping-may-increase-the-risk-of-a-severe-coronavirus-infection1
Diakses pada 31 Maret 2020

Quit Victoria. https://www.quit.org.au/articles/faqs-coronavirus-covid-19-and-smoking
Diakses pada 31 Maret 2020

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-smoking-and-covid-19
Diakses pada 31 Maret 2020

SehatQ. sehatq.com/artikel/ingin-berhenti-merokok-ini-dia-tipsnya
Diakses 20 Mei 2020

Artikel Terkait