Vakum Ekstraksi untuk Bantu Persalinan, Ini 4 Risikonya


Vakum ekstraksi adalah prosedur menarik kepala bayi dengan alat untuk membantu mengeluarkannya dari jalan lahir. Sama seperti prosedur lainnya, ada risiko dari metode persalinan ini.

(0)
23 May 2021|Azelia Trifiana
Vakum ekstraksi adalah salah satu metode persalinanVakum ekstraksi adalah salah satu metode persalinan
Vakum ekstraksi adalah prosedur menarik kepala bayi dengan alat untuk membantu mengeluarkannya dari jalan lahir. Bentuk alatnya seperti corong lunak yang bisa menempel dan menghisap kepala bayi. Sama seperti prosedur lainnya, ada risiko dari metode persalinan ini.Umumnya pada sebagian besar kasus, ekstraksi vakum dilakukan untuk mencegah proses persalinan berlangsung terlalu lama. Tujuannya sama, agar komplikasi bisa dihindari.

Risiko persalinan vakum ekstraksi

Tanpa intervensi seperti vakum ekstraksi pun, akan selalu ada risiko dalam proses persalinan spontan atau normal. Beberapa contoh risiko dari vakum ekstraksi adalah:

1. Luka di kulit kepala

Superficial scalp wound adalah konsekuensi cukup umum dari persalinan dengan vakum ekstraksi. Bahkan dalam persalinan normal sekalipun, wajar apabila terlihat benjolan di kepala bayi baru lahir. Ini terjadi karena ada tekanan dari serviks dan jalan lahir pada saat mengejan.Lokasi benjolan atau luka yang disebut chignon ini beragam, bisa saja ada di bagian atas maupun samping. Ini bergantung pada bagaimana posisi kepala bayi di jalan lahir. Kabar baiknya, benjolan atau luka ini akan hilang dengan sendirinya setelah 2-3 hari.Terkadang, penggunaan alat vakum juga menyebabkan warna kulit kepala sedikit berbeda. Ini juga bisa hilang dengan sendirinya tanpa konsekuensi jangka panjang. Sebagian besar alat vakum ekstraktor modern sudah menggunakan bahan plastik yang tidak berisiko menimbulkan chignon.Tidak menutup kemungkinan pula ada bagian kulit kepala terkelupas apabila proses persalinan berlangsung sulit. Terlebih, jika dokter perlu menempel dan melepaskan kembali vakum untuk mencari posisi yang pas. Kondisi ini juga bisa sembuh dengan cepat.

2. Hematoma

Hematoma adalah terbentuknya akumulasi darah di bawah kulit. Biasanya, ini terjadi apabila pembuluh darah pecah sehingga darah menyebar ke jaringan di sekitarnya.Jenis hematoma yang terjadi akibat persalinan dengan vakum ekstraksi adalah cephalohematoma dan subgaleal hematoma. Penjelasannya adalah:
  • Cephalohematoma

Pendarahan yang terjadi di area penutup tulang tengkorak. Sangat jarang pendarahan ini menyebabkan komplikasi. Namun, perlu 1-2 minggu hingga akumulasi darah ini menghilang. Bayi dengan cephalohematoma tidak perlu perawatan khusus seperti operasi.
  • Subgaleal hematoma

Jenis pendarahan lebih serius ketika darah terakumulasi tepat di bawah kulit kepala. Areanya cukup luas, artinya jumlah darah yang hilang pun bisa cukup besar. Itulah mengapa, subgaleal hematoma dianggap sebagai salah satu komplikasi paling berbahaya dari persalinan vakum ekstraksi.Pemicunya adalah ketika hisapan tidak terlalu kuat untuk menggerakkan kepala bayi lewat jalan lahir, maka kulit kepala dan lapisan jaringannya akan tertarik dari tengkorak. Ini akan memicu terjadinya kerusakan hebat pada pembuluh darahnya.Meski langka, kondisi ini termasuk mengancam nyawa.

3. Retinal hemorrhage

Pendarahan di bagian belakang mata atau retinal hemorrhage juga cukup umum terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini tidak serius dan bisa mereda dengan sendirinya tanpa komplikasi apapun.Penyebab pasti kondisi ini tidak diketahui. Hanya saja, faktor pemicunya bisa jadi karena tekanan pada kepala bayi saat bergerak melewati jalan lahir.

4. Retak tengkorak

Pendarahan di sekitar otak juga bisa disertai dengan keretakan tengkorak. Beberapa klasifikasinya adalah:
  • Linear: Retak tipis yang tidak mengubah bentuk kepala
  • Depressed: Retak yang menyebabkan depresi pada tulang tengkorak
  • Occipital osteodiastasis: Keretakan langka termasuk pada jaringan di kepala

5. Neonatal jaundice

Kulit dan mata tampak kuning pada bayi baru lahir lebih rentan terjadi pada mereka yang lahir dengan prosedur vakum ekstraksi. Ketika proses persalinan terjadi, mungkin saja ada luka di kulit kepala dan kepala bayi.Tubuh kemudian menyerap darah dari luka itu. Darah ini kemudian memproduksi bilirubin yang normalnya bisa dibuang dari darah lewat liver. Namun mengingat liver bayi baru lahir masih belum berkembang sempurna, kemampuan membuang bilirubin kurang efisien.Meski kondisi jaundice ini bisa mereda dengan sendirinya setelah 3 minggu, terkadang ada bayi yang perlu prosedur fototerapi. Mereka akan diletakkan di bawah sinar berintensitas tinggi selama 1-2 hari. Paparan sinar ini akan membantu tubuh mengeluarkan bilirubin lebih cepat.Itulah beberapa risiko dari proses persalinan normal dengan bantuan vakum ekstraksi. Ibu hamil bisa mendiskusikan bersama dokter spesialis kandungan mengenai intervensi medis apa saja yang mungkin dilakukan saat proses persalinan nanti.Ini penting dilakukan selama masih melakukan kontrol bulanan karena jika tidak, akan sulit mendiskusikannya saat proses persalinan berlangsung. Kemudian, tentukan pula apakah berkenan mendapatkan intervensi semacam ini dalam proses persalinan.Semakin banyak opsi yang dipertimbangkan, akan makin terbayang pula seluruh prosesnya. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang bantuan dalam proses persalinan normal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkankehamilanmelahirkan normal
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/risks-vacuum-assisted-delivery
Diakses pada 10 Mei 2021
ACOG. https://www.acog.org/womens-health/faqs/assisted%20vaginal%20delivery?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn
Diakses pada 10 Mei 2021
Journal of Patient Safety and Risk Management. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1356262213479108?journalCode=crib&
Diakses pada 10 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait