Serba-serbi Tindik Pusar: Risiko Kesehatan dan Cara Merawatnya


Selain tindik telinga, beberapa orang juga memilih untuk melakukan tindik pusar. Namun, agar tidak muncul infeksi di bekas luka tindik, Anda perlu memperhatikan kebersihan dari tempat piercing pusar yang Anda pilih. Sebab, ada risiko infeksi atau penularan penyakit lainnya jika tidak hati-hati.

0,0
cara merawat tindik pusarTindik pusar juga berisiko mengalami infeksi jika tidak dirawat dengan benar
Tindik pusar atau belly piercing adalah pemasangan perhiasan atau aksesori melalui kulit di bagian pusar. Tindik pusar sudah sejak lama populer terutama di kalangan wanita sebagai bentuk aktualisasi diri dan kecantikan.Sebelum melakukan tindik pusar, ada baiknya Anda mengetahui beberapa informasi berikut ini. 

Risiko kesehatan di balik indahnya tindik pusar

Selain tindik telinga, beberapa orang, khususnya kaum hawa juga melakukan piercing pusar. Memasangkan benda asing ke bagian tubuh tentu memiliki risiko kesehatan tersendiri. Ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat tindik pusar, yaitu:

1. Infeksi

Infeksi merupakan salah satu risiko yang paling umum terjadi ketika Anda melakukan piercing di pusar.Pusar merupakan bagian tubuh yang memungkinkan bakteri bersembunyi di dalamnya. Bakteri ini bisa masuk ke luka tindik. Belum lagi risiko penggunaan jarum atau perhiasan yang tidak steril. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya gatal di pusar setelah ditindik dan risiko infeks.

2. Robek

Perhiasan atau aksesori yang berada pada pusar memungkinkan risiko kulit robek jika tersangkut. Terlebih lokasi pusar yang memungkinkan tersangkut baju atau celana.

3. Alergi

Perhiasan atau aksesori yang digunakan pada tindik pusar biasanya mengandung nikel yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit. Gejala alergi yang muncul setelah ditindik salah satunya adalah gatal di pusar.

4. Bekas luka

Bekas luka atau jaringan parut tidak jarang terbentuk dan berbekas di lokasi penindikan.Terutama jika Anda memiliki bakat untuk keloid. Bekas luka tindik di pusar mungkin saja meninggalkan keloid, yang memerlukan perawatan lebih lanjut. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum tindik pusar

Beberapa hal berikut ini penting untuk Anda perhatikan dan pertimbangkan sebelum melakukan tindik pusar:

1. Tempat tindik yang tepercaya

Sebelum menindik pusar, pastikan Anda memilih tempat piercing yang tepercaya.Tempat tindik tepercaya biasanya punya kualitas piercing yang lebih baik. Perhatikan kebersihan dan kenyamanan tempat tindik.Pastikan tempatnya nyaman dilengkapi dengan peralatan yang lengkap dan steril.Selain itu, pastikan orang yang melakukan tindik sudah terlatih dan berpengalaman, khususnya di bagian pusar.Ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dulu sebelum memutuskan menggunakan satu satu jasa tindik.

2. Kebersihan alat 

Piercing dilakukan dengan melukai kulit dengan benda tajam seperti jarum. Untuk itu, Anda harus memastikan kebersihan jarumnya.Pastikan jarum yang digunakan selalu baru, steril, dan sekali pakai. Menggunakan jarum bekas dapat memperbesar risiko penularan penyakit, seperti HIV/AIDS

3. Perhiasan atau aksesori yang aman

Perhiasan atau aksesori dengan kualitas buruk dapat menimbulkan reaksi alergi dan infeksi pada pusar Anda. Untuk itu, pilihlah perhiasan yang medical grade agar lebih aman untuk kulit.Selain itu, perhiasan berbahan emas, titanium, dan niobium juga termasuk aman untuk digunakan. Pastikan pula perhiasan memiliki pinggiran yang halus untuk menghindari luka gesekan pada kulit.

Cara merawat tindik pusar agar tidak infeksi 

Berbeda dengan tindikan pada telinga yang dapat sembuh dalam hitungan minggu, tindik pusar mungkin belum bisa sepenuhnya sembuh hingga 1 tahun. Untuk itu, perawatan ekstra dibutuhkan untuk meminimalkan risiko infeksi.Berikut ini adalah cara merawat dan membersihkan tindik pusar agar tidak infeksi:
  • Cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh tindikan
  • Jika pusar terasa gatal setelah ditindik, jangan menggaruknya. Menggaruknya bisa menyebabkan luka yang berisiko infeksi. Bersihkan dengan cairan antiseptik atau larutan steril
  • Jangan gunakan alkohol ataupun hidrogen hidroksida untuk membersihkannya. Kedua cairan ini akan berisiko menyebabkan kering dan iritasi pada luka tindik
  • Jika keluar cairan hingga membentuk kerak di sekitar tindikan, jangan berusaha untuk mengelupasnya
  • Bersihkan area tindikan dengan kain atau kasa yang telah dibasahi dengan larutan steril minimal sekali sehari
  • Hindari penggunaan sabun dengan pewangi untuk meminimalisir risiko iritasi
  • Jangan terlalu sering membersihkan area tindikan karena dapat memperlambat proses penyembuhan
  • Selalu keringkan area tindikan setelah dibersihkan
  • Jangan menggunakan lotion, minyak, atau krim pada area tindikan, kecuali jika diizinkan oleh dokter
  • Gunakan pakaian yang longgar dan lembut untuk meminimalkan gesekan
  • Hindari berenang atau berendam selama beberapa minggu setelah tinduk
  • Kenali tanda luka infeksi yang mungkin terjadi dan penatalaksanaan yang tepat 
  • Hindari melakukan tindik pusar jika Anda memiliki kondisi diabetes, hemofilia, penyakit autoimun, gangguan jantung, dan cedera perut.
Itulah serba-serbi tindik pusar yang wajib Anda ketahui. Tidak hanya mementingkan estetika, faktor kesehatan, kebersihan, dan keamanan juga penting untuk dipertimbangkan sebelum melakukan belly piercing.Jika masih ada pertanyaan seputar tindik pusar dan cara perawatannya, Anda bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
penyembuhan lukainfeksikeloidbekas luka
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/belly-button-piercing#1
Diakses pada 2 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/what-to-do-with-an-infected-belly-button-piercing
Diakses pada 2 Agustus 2021
Salisbury University. https://www.salisbury.edu/administration/student-affairs/student-health-services/services/acute-care/piercing-infections.aspx
Diakses pada 2 Agustus 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/body-piercing-safe.html
Diakses pada 2 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait