HS Dillon Meninggal, Ini Risiko Penyakit Jantung pada Lansia Berusia 60 Tahun ke Atas

Kurangi gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, untuk menghindari gagal jantung di usia tua.
Gagal jantung tidak mengenal usia, baik yang sudah lansia ataupun yang muda, bisa terkena kondisi ini.

Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Setelah sebelumnya Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia pada Rabu malam (11/09/2019), kini aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus pengamat sosial, Harbrinderjit Singh Dillon, tutup usia pada usia 75 tahun pada Senin (16/09/2019) setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Bali.

Mengutip berbagai sumber, tokoh yang akrab disapa HS Dillon ini meninggal dunia akibat penyakit komplikasi jantung dan paru-paru. Sebagai tambahan informasi, sebelum jatuh sakit, HS Dillon sedang berbulan madu dengan istrinya, Drupadi S Harnopidjati, di Bali. 

Penyakit gagal jantung tidak kenal usia

Medical Editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri, menyebutkan bahwa komplikasi jantung yang diderita HS Dillon bisa jadi disebabkan oleh gagal jantung. Penyakit ini, walau lebih sering menyerang orang lanjut usia (lansia), juga bisa diderita anak muda. 

“Tergantung dari faktor risiko yang dipunyai, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, punya penyakit diabetes, obesitas, merokok, ada riwayat keluarga dengan sakit jantung. Semakin banyak faktor risikonya, semakin besar kemungkinan menderita gagal jantung,” ujar dr. Anandika.

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah, sebagaimana mestinya. Ada beberapa gejala dari penyakit, yang bisa berujung pada kematian ini. 

“Gejala yang paling umum dialami adalah sesak napas, sesak saat berbaring sehingga tidurnya harus diganjal dengan beberapa bantal, pasien sering terbangun di malam hari karena sesak dan batuk-batuk, cepat lelah, kaki dan perut membengkak,” jelas dr. Anandika.

Selain yang disebutkan dr. Anandika, ada beberapa gejala lain yang bisa ditemui pada penderita gagal jantung, misalnya:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Penurunan kemampuan berolahraga, atau mudah letih
  • Batuk disertai dahak berwarna putih atau merah muda
  • Kebutuhan buang air kecil di malam hari semakin meningkat
  • Perut membengkak (asites)
  • Berat badan bertambah dengan cepat akibat penumpukan cairan di dalam tubuh
  • Berkurangnya nafsu makan dan sering mual
  • Merasa sulit berkonsentrasi

Apa yang terjadi pada jantung pada saat gagal jantung?

Ketika terjadi gagal jantung, otot jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, oksigen tidak tersebar secara baik. Namun, jantung tidak langsung berhenti bekerja, tapi tetap berusaha untuk memompa darah. 

Akibatnya, otot jantung menebal dan jantung berdetak lebih cepat. Lama-kelamaan, jantung kelelahan dan tidak mampu lagi melaksanakan fungsinya. 

“Karena jantung tidak dapat memompa dengan efisien, darah bisa mengalir kembali ke paru dan menyebabkan sesak napas,” ujar dr. Anandika.

Faktor penyebab gagal jantung

Menurut dr. Anandika, terdapat beberapa faktor dan penyakit yang bisa menyebabkan gagal jantung. Seperti:

Gagal jantung adalah penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Namun, dengan menjalani perawatan yang tepat, gejala gagal jantung bisa diatasi, bahkan jantung bisa menjadi lebih kuat. 

Biasanya, dokter mengatasi gagal jantung dengan cara mengobati penyebab kemunculan kondisi. Misalnya, memperbaiki katup jantung atau mengendalikan irama jantung yang cepat. Hal ini dipercaya mampu menyembuhkan jantung yang lemah. 

Akan tetapi, bagi sebagian orang, perawatan gagal jantung membutuhkan obat-obatan yang tepat. Penggunaan perangkat medis juga kadang diperlukan, untuk bisa membuat jantung kembali berdetak dengan baik seperti sedia kala.

Perawatan untuk penderita komplikasi jantung 

Penderita komplikasi jantung bisa melakukan perubahan gaya hidup untuk mengobati penyakitnya. Kalau sudah mengalami gagal jantung, menurut dr. Anandika, pengobatannya harus dilakukan seumur hidup.

“Dengan pemberian obat dan perubahan gaya hidup maka gejala-gejalanya bisa membaik dan tidak memperburuk keadaan jantungnya,” ujar dr. Anandika.

Selain itu, penderita gagal jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai pengaturan makan dan aktivitas, agar sesuai dengan kondisinya. Penurunan berat badan dan menghentikan kebiasaan merokok pun, penting untuk dilakukan.

Meski cara-cara di atas bisa memulihkan penderita gagal jantung, fungsi jantung tidak bisa kembali normal sepenuhnya. 

Baca juga: Tanda-tanda Penyakit Jantung ini Tidak Boleh Anda Biarkan

Operasi dan pemasangan perangkat medis untuk gagal jantung

Bagi sebagian orang yang mengalami gagal jantung, obat saja tidak cukup. Terkadang, dibutuhkan operasi dan pemasangan perangkat medis seperti:

  • Operasi koroner bypass. Jika ada pembuluh darah yang tersumbat dan menyebabkan gagal jantung, dokter bisa merekomendasikan operasi koroner bypass. Dalam prosedur ini, tim medis akan berusaha membuat jantung mengalirkan darah lebih bebas.
  • Perbaikan atau penggantian katup jantung. Jika kondisi katup jantung menyebabkan gagal jantung, dokter biasanya merekomendasikan untuk memperbaiki atau bahkan mengganti katup jantungnya. Dokter bedah bisa memodifikasi katup jantung yang asli, untuk menghilangkan aliran darah ke belakang. Ahli bedah juga bisa memperbaiki katup dengan menghubungkan kembali katup atau menghilangkan jaringan katup yang berlebih, sehingga bisa tertutup dengan erat. Penggantian katup dilakukan, ketika perbaikan katup tidak memungkinkan. Dalam operasi penggantian tersebut, katup yang rusak diganti dengan katup buatan.
  • Perangkat implan. Perangkat implant seperti Implantable cardioverter-defibrillators (ICDs) adalah perangkat yang mirip seperti alat pacu jantung. ICDs ditanam di bawah kulit dada, dengan kabel yang mengarah ke pembuluh darah dan jantung. Nantinya, ICDs akan memonitor irama jantung. Jika jantung mulai berdetak pada irama yang abnormal, atau tidak ada detak sama sekali, maka ICDs akan mencoba mengatur irama jantung, atau menyetrumnya kembali ke ritme normal. Perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai alat pacu jika jantung berdetak terlalu lambat.

Untuk Anda yang masih muda, menjalani gaya hidup yang sehat, bisa menghindarkan Anda dari kondisi gagal jantung. Sebelum terlambat, ada baiknya Anda mulai berolahraga, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta stop merokok.

Tempo. https://bisnis.tempo.co/read/1248642/ekonom-h-s-dillon-tutup-usia-karena-komplikasi/full&view=ok

Diakses pada 17 September 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142

Diakses pada 17 September 2019

 

Artikel Terkait

Banner Telemed