logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Risiko Penyakit Berdasarkan Klasifikasi Umur Menurut WHO

open-summary

Dengan mengetahui klasifikasi umur menurut WHO, Anda dapat mengetahui faktor risiko kesehatan dan menyusun langkah pencegahannya. Apa saja yang bisa dilakukan?


close-summary

4

(51)

8 Mei 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Klasifikasi umur menurut WHO dibagi menjadi beberapa kelompok

Ilustrasi orang dari berbagai kalangan usia

Table of Content

  • Pentingnya klasifikasi umur menurut WHO
  • Bagaimana klasifikasi umur menurut WHO?

Beda usia, maka beda pula tantangan dan masalah kesehatan yang dihadapi. Untuk itulah, Anda perlu mengetahui klasifikasi umur menurut World Health Organization (WHO) demi mengetahui hal yang dapat Anda lakukan dalam menjalani pola hidup sehat sesuai golongan tersebut.

Advertisement

Klasifikasi umur mungkin berbeda di setiap negara. Banyak faktor yang memengaruhi hal ini, mulai dari kesenjangan sosial yang terdapat di negara tersebut, tuntutan pekerjaan, hingga iklim politik dan ekonomi di negara tersebut.

Untuk mengatakan bahwa seseorang sudah berusia lanjut usia, misalnya, bahkan bisa didasarkan atas gender. Mayoritas pria dikatakan tua ketika usianya berada pada rentang 55-75 tahun, namun wanita bisa dikatakan tua bahkan ketika ia masih berusia 45-55 tahun.

Pentingnya klasifikasi umur menurut WHO

Meski kategori yang digunakan bisa berbeda-beda, menentukan standar usia yang dapat digunakan oleh semua negara sangat diperlukan. Untuk itulah dibuat klasifikasi umur menurut WHO dengan menggunakan sebuah proses standardisasi usia baku atau penyesuaian usia tertentu.

Dengan adanya klasifikasi baku ini, epidemiologi dan demografi kesehatan internasional akan terlihat dengan jelas. Pada akhirnya akan ada standar bagi dunia internasional dalam menyusun kebijakan kesehatannya masing-masing.

Bagaimana klasifikasi umur menurut WHO?

Klasifikasi umur menurut WHO sendiri adalah sebagai berikut:

  • Bayi (infants): 0-1 tahun

Masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada bayi adalah batuk, pilek, demam, dan muntah. Tidak jarang, bayi juga mengalami masalah kulit, seperti ruam popok dan cradle cap.

Meskipun demikian, masalah kesehatan pada bayi biasanya tidak serius, apalagi jika Anda melindunginya dengan imunisasi dasar dan tambahan. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter bila menemukan gejala gangguan kesehatan yang menimpa bayi Anda.

  • Anak-anak (children): 2-10 tahun

Anak-anak membutuhkan nutrisi dari makanan sehat, istirahat cukup, dan banyak beraktivitas. Masalah kesehatan yang paling sering muncul adalah penurunan berat badan, perubahan perilaku, demam, radang tenggorokan, dan lain-lain.

  • Remaja (adolescents): 11-19 tahun

Di usia ini, masalah kesehatan yang terjadi bisa kian kompleks. WHO sendiri mencatat kematian remaja paling banyak disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, bunuh diri, hingga infeksi penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.

Kondisi kesehatan mental remaja juga perlu menjadi perhatian, terutama mulai dari usia 14 tahun. Ketika itu, remaja mulai menunjukkan kelainan mental (bila ada) yang tidak jarang justru tidak terdeteksi apalagi mendapat penanganan yang memadai.

  • Dewasa (adult): 20-60 tahun

Di usia produktif ini, sangat penting untuk menjaga pola hidup sehat agar bisa tetap bugar dan minim risiko penyakit saat tua. Masalah kesehatan yang bisa menghampiri sangat beragam, mulai dari kenaikan berat badan hingga kanker.

Untuk itulah, Anda sangat disarankan melakukan screening kesehatan di rentang usia ini. Semakin dini penyakit terdeteksi, semakin besar kemungkinan Anda untuk sembuh dan menjalani usia tua dengan lebih berkualitas.

  • Lanjut usia (elderly): di atas 60 tahun

Masalah kesehatan yang awam terjadi di usia tua adalah berkurangnya pendengaran, masalah mata seperti katarak, osteoarthritis, diabetes, dan demensia. Saat lanjut usia, Anda pun dapat merasakan berbagai penyakit dalam waktu bersamaan.

Baca Juga

  • Ini Gerakan Senam Osteoporosis untuk Memperkuat Tulang
  • Mengenal Lebih Jauh Sindrom Marfan yang Membuat Pengidapnya Dibully
  • Mengenal Post Power Syndrome yang Kerap Dialami Lansia

Setelah mengetahui klasifikasi umur menurut WHO di atas, Anda pun dapat mengetahui risiko kesehatan diri sendiri. Anda pun dapat menentukan langkah preventif untuk meminimalisir datangnya penyakit tersebut.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai pola hidup sehat. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menjaga kesehatan Anda.

Advertisement

lansiabayianak praremajaadv simas jiwa

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved