Meski Nyaman, Inilah 4 Risiko Flat Shoes yang Perlu Diketahui Wanita

(0)
Flat shoes sebabkan tulang punggung bengkokFlat shoes rupanya memberikan dampak buruk bagi postur tubuh
Flat shoes alias sepatu hak pendek banyak dipilih wanita sebagai alas kaki di hampir setiap kesempatan. Bagaimana tidak, desainnya yang minimalis dan cara pakainya yang praktis memudahkan wanita untuk bergerak.Banyak orang yang mengira flat shoes lebih aman daripada high heels. Sebab, solnya yang datar dipercaya dapat meminimalisir risiko wanita terjatuh atau terpeleset. Namun, dampak dari pemakaian sepatu heels pendek tidak seindah itu dalam jangka panjang.

Dampak memakai flat shoes bagi tubuh

Memakai flat shoes karena sol dan hak yang rendah justru dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Tidak hanya untuk kaki, tapi tubuh secara keseluruhan pun ikut terdampak.Lantas, apa saja dampak memakai flat shoes bagi kesehatan?

1. Mudah jatuh karena tersandung

Flat shoes membuat seseorang mudah terjatuh
Siapa sangka, hak dan sol yang datar pada sepatu hak pendek ini justru mampu membuat keseimbangan tubuh kita berkurang?Riset yang terbit pada Journal of Physical Therapy Science memaparkan, 1 jam memakai flat shoes mampu menggeser distribusi tekanan kaki dari bagian depan ke belakang.Posisi pusat tekanan pada kaki yang bergeser dapat mengubah cara kaki menyeimbangkan tubuh saat berjalan. Sebab, titik pusat tekanan tersebut berfungsi sebagai penentu kemampuan keseimbangan.Jika distribusi tekanan pada kaki berpindah, titik pusat tekanan ikut berubah. Hal ini mampu membuat tubuh tidak seimbang. Efeknya, tubuh pun mudah terjatuh karena tersandung.

2. Peradangan pada kaki

Telapak kaki datar sebabkan peradangan tumit
Permukaan dalam sol pada flat shoes cenderung tipis dan rata. Hal ini membuat alur telapak kaki harus berubah mengikuti bentuk permukaan sol yang datar. Bentuk telapak kaki manusia yang ideal seharusnya sedikit cekung di tengah. Namun, pemakaian flat shoes dalam jangka panjang akan membuat telapak kaki datar (flat foot). Hal ini membuat telapak kaki mengalami overpronasi.Overpronasi diartikan sebagai pergelangan kaki yang bergulir terlalu ke bawah saat melangkah. Akibatnya, jari-jari kaki perlu mendorong lebih kuat agar kaki bisa terangkat saat melangkah. Bahkan, kaki pun menjadi berputar ke dalam saat melangkah.Dalam kasus ini, overpronasi dapat memicu peradangan pada bagian kaki, yang disebut plantar fasciitis. Riset yang terbit pada Journal of Exercise Rehabilitation menemukan, tumit orang yang memiliki telapak kaki rata tumit tidak menapak sempurna pada permukaan tanah.Karena overpronasi, jari kaki, termasuk jempol, berkontraksi ke arah belakang. Akibatnya, otot kaki dan jaringan yang menghubungkan tumit hingga jempol kaki, plantar fascia, menjadi lebih tegang.Tekanan yang berlebihan yang berulang-ulang pada plantar fascia menyebabkan peradangan. Pada penderita plantar fasciitis, mereka merasakan nyeri seperti ditusuk-tusuk pada bagian bawah kaki dekat tumit.

3. Postur tubuh berubah

Caption
Kaki yang datar akibat menggunakan flat shoes lama-lama memengaruhi bentuk lengkungan  tulang belakang.Penelitian dalam jurnal Acta Ortopedica Brasileira menemukan, pengguna flat shoes yang telapak kakinya datar memiliki tulang belakang yang sangat melengkung ke depan. Kondisi tulang belakang ini disebut hiperlordosis.  Hiperlordosis dapat membuat postur tubuh tampak membusung ke depan. Riset ini menerangkan, kaki berfungsi sebagai pengatur postur tubuh di saat posisi berdiri. Jika bentuk kaki tidak seperti seharusnya, postur tubuh pun menjadi tidak seimbang. Artinya, postur tubuh pun juga dipengaruhi oleh bentuk kaki.

Tips memilih flat shoes yang nyaman

Pilih flat shoes dengan kualitas baik untuk kurangi risiko pada kaki
Guna meminimalisir risiko negatifnya bagi kesehatan, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar tetap bisa tampil nyaman saat memakai flat shoes.Tidak hanya itu, kita juga bisa mengakali flat shoes lama yang sudah kita pakai agar tetap nyaman. Lantas, apa saja tips memilih flat shoes yang nyaman? 
  • Pilih tumit flat shoes yang kokoh. Sebelum beli, coba tekan tumit bagian luar sepatu. Jika tekanan sampai menembus sol bagian dalam, berarti sepatu hak pendek itu tidak kokoh.
  • Pilih yang tinggi tumitnya sekitar 4 cm. Jangan pilih flat shoes yang solnya tipis sampai seakan kaki “nyeker” di tanah. Menurut riset pada jurnal Physical Therapy Science, gunakanlah sepatu hak pendek dengan sol setinggi 4 cm. Ini dapat menghindari perpindahan pusat tekanan yang menyebabkan tubuh tidak seimbang.
  • Pilih sol luar terbuat dari karet agar menyerap guncangan lebih optimal.
  • Cari sol dalam (insole) yang terbuat dari kulit atau suede agar kaki tidak lecet dan bisa “bernapas”.
  • Pilih ujung sepatu yang berbentuk bulat agar jari kaki lebih leluasa.
  • Pilih ukuran sepatu yang pas dan “kencang” pada bagian belakang tumit agar tidak terasa licin dan mudah lepas saat berjalan.
  • Selipkan insole tambahan pada flat shoes lama Anda untuk membantu memperbaiki dan melindungi bentuk kaki dari gesekan berlebihan. Ini cocok untuk kaki yang mengalami overpronasi.
  • Pastikan ukuran sepatu sesuai, jangan terlalu sempit atau kebesaran karena akan menyebabkan kaki mudah lecet. 

Catatan dari SehatQ

Flat shoes rupanya mampu memberikan efek buruk bagi kesehatan. Tidak hanya pada kaki, sepatu hak pendek ini rupanya mampu memengaruhi postur tubuh keseluruhan. Jika tetap ingin mengenakan flat shoes, pastikan tumit terlindungi oleh sol sepatu yang kokoh. Pastikan juga jari mampu leluasa dengan memilih ujung sepatu heels pendek yang membulat.Apabila Anda curiga memiliki masalah flat foot ataupun postur tubuh yang tidak ideal, baiknya konsultasi ke dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
masalah tulangnyeri tumitkaki rata
Physical Therapy Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3820172/ (Diakses pada 30 September 2020)Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/pronation-definition-3436329 (Diakses pada 30 September 2020)Journal of Exercise Rehabilitation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6028224/ (Diakses pada 30 September 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plantar-fasciitis/symptoms-causes/syc-20354846 (Diakses pada 30 September 2020)Rheumatology Oxford Journals. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3828513/ (Diakses pada 30 September 2020)Acta Ortopedica Brasileira. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3861995/ (Diakses pada 30 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperlordosis (Diakses pada 30 September 2020)Real Simple. https://www.realsimple.com/beauty-fashion/shoes-accessories/shoes/find-comfortable-shoes (Diakses pada 30 September 2020)Foot.com. https://www.foot.com/the-benefits-of-using-shoe-orthotics/ (Diakses pada 30 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait