logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

7 Risiko Minum Kopi untuk Bayi yang Harus Diwaspadai

2023-03-29 19:11:44

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kopi untuk bayi bisa menimbulkan sejumlah risiko yang berbahaya

Bayi tidak disarankan untuk minum kopi karena bisa menimbulkan risiko

Table of Content

  • Risiko bahaya minum kopi untuk bayi
  • Bisakah mencegah step pada bayi dengan kopi?

Pernahkah Anda mendengar mitos yang menyatakan bahwa kopi bisa mencegah step pada bayi? Mitos ini tentunya menuai kontra dari banyak pihak. Sebelum Anda sembarangan memberikan kopi untuk bayi, Anda wajib mengetahui fakta sebenarnya.

Advertisement

Pada orang dewasa, minum kopi dapat membuat tubuh lebih berenergi dan fokus. Minuman ini juga bisa meningkatkan suasana hati Anda. Sayangnya, manfaat itu tidak berlaku bagi bayi atau anak-anak. Minum kopi untuk bayi justru dapat mendatangkan sejumlah masalah.

Risiko bahaya minum kopi untuk bayi

American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein. Alasan dari larangan ini adalah tubuh bayi tidak dapat memproses kafein dengan mudah. 

Selain itu, kafein yang dikonsumsi dalam jumlah kecil bahkan bisa memengaruh fungsi tubuh bayi Anda. Alih-alih membawa manfaat, kopi untuk bayi justru berisiko mengundang bahaya. Berikut adalah sejumlah efek bayi minum kopi yang diwaspadai orangtua.

  • Suasana hati memburuk

Setelah bayi minum kopi, tubuhnya dapat bereaksi terhadap kafein yang terkandung di dalamnya. Kondisi ini bisa membuat suasana hatinya memburuk sehingga si kecil menjadi gelisah, cemas, atau rewel.

Bayi bahkan dapat mengalami gejala seperti kolik yang membuatnya menangis terus-menerus. Anda juga bisa kena imbasnya karena merasa kewalahan dan frustrasi saat menenangkan si kecil.

  • Jantung berdebar

secangkir kopi
Kafein pada kopi dapat membuat jantung berdebar

Bahaya minum kopi untuk bayi lain yang perlu diwaspadai adalah jantung yang berdebar lebih kencang. Kondisi ini bisa terjadi karena kafein dalam kopi dapat memicu reseptor pada jantung sehingga membuatnya berdebar-debar. 

Selain memengaruhi detak jantung, tekanan darah juga bisa meningkat akibat kafein. Pada dosis yang tinggi, kafein bahkan bisa menjadi racun dan menyebabkan kejang, serangan jantung, atau kematian.

  • Meningkatkan asam lambung

Kandungan kafein dalam kopi bisa memicu peningkatan asam lambung. Kafein dapat mengiritasi kerongkongan atau melemahkan katup bagian bawah kerongkongan sehingga memicu asam lambung naik.

Jika asam lambung naik setelah bayi minum kopi, ia bisa menjadi rewel karena merasakan ketidaknyamanan di perutnya. Selain itu, juga dapat menyebabkan luka pada lambung yang tentunya berbahaya. 

  • Menghilangkan nafsu makan

Apakah si kecil tidak mau minum susu atau makan setelah minum kopi? Konsumsi kafein ternyata bisa menghilangkan nafsu makan sehingga bayi sulit merasa lapar, bahkan mungkin melewatkan waktu makannya. 

  • Tidak mendapat cukup vitamin dan mineral

Bayi membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh kembangnya, seperti vitamin A, vitamin C, kalium, serat, protein, dan kalsium. 

Namun, kopi untuk bayi tidak memberikan cukup vitamin dan mineral, bahkan sebenarnya bisa mengganggu penyerapan zat besi. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko anemia pada usia dini.

  • Gangguan tidur

kopi menyebabkan sulit tidur
Minum kopi bisa membuat bayi sulit tidur

Kafein yang masuk ke dalam tubuh saat bayi minum kopi bisa membuat si kecil sulit tidur. Hal itu terjadi karena kafein dapat menghambat kinerja bahan kimia di otak (adenosin) yang berperan untuk membuat anak tertidur. 

Selain itu, kafein dapat meningkatkan hormon adrenalin yang menyebabkan si kecil tidak mengantuk. Padahal tidur sangat penting untuk tumbuh kembang anak. 

  • Meningkatkan risiko obesitas

Anak balita yang mengonsumsi kopi dapat meningkatkan risiko kegemukan hingga tiga kali lipat. Kondisi ini terjadi karena kopi dapat menyebabkan ketagihan, apalagi ditambah krim atau gula sehingga kalori yang dikonsumsi semakin besar.

Bisakah mencegah step pada bayi dengan kopi?

Mencegah step pada bayi dengan kopi hanyalah mitos belaka karena kafein dalam kopi justru bisa memicu jantung berdebar hingga kejang. Kondisi ini malah dapat meningkatkan berbagai risiko masalah kesehatan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. 

Mengenai usia anak yang aman untuk mengonsumsi kopi, sebetulnya tidak ada ketentuan khusus untuk amannya. Namun,  sebaiknya tunggu anak sudah remaja. AAP menyarankan agar Anda menunggu sampai anak berusia 12 tahun. Selain itu, batasi konsumsi kafein anak tidak lebih dari 100 mg sehari atau sekitar 0.1 ml kopi yang dapat ditambah dengan air.

Daripada memberikan kopi untuk bayi, lebih baik Anda beralih ke susu karena ini merupakan sumber vitamin D dan kalsium yang baik untuk pertumbuhannya. Anda bisa memberikan susu formula atau UHT jika si kecil sudah berusia di atas 1 tahun.

Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar minum kopi untuk bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

bayi & menyusuikopikafeina

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved