Risiko Melakukan Semen Retention atau Menahan Ejakulasi, Kapan Harus Berhenti?


Semen retention adalah tindakan sengaja menahan ejakulasi. Tindakan ini sering dilakukan karena dianggap dapat memberi beragam manfaat bagi kesehatan.

0,0
Semen retention beri beragam manfaat bagi kesehatan fisik dan psikologisSemen retention dilakukan dengan cara sengaja menahan ejakulasi
Semen retention adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang secara sengaja menghindari ejakulasi. Cara yang dilakukan untuk menghindari ejakulasi sendiri beragam, dapat dengan tidak melakukan hubungan seksual, berhenti bercinta sebelum mencapai ejakulasi, hingga belajar meraih orgasme tanpa harus ejakulasi.

Cara melakukan semen retention

Cara paling sederhana untuk menghindari ejakulasi yaitu dengan menghindari aktivitas-aktivitas seksual yang dapat menjadi pemicunya. Beberapa aktivitas seksual tersebut, di antaranya seks oral, berhubungan intim, dan masturbasi.Meskipun terlihat sederhana dan mudah untuk dilakukan, dibutuhkan kedisiplinan untuk bisa menerapkannya. Kunci utama agar terhindar dari ejakulasi adalah mengontrol otot-otot yang berkontraksi saat orgasme.

Adakah manfaat semen retention untuk kesehatan?

Ada berbagai macam alasan orang memilih untuk melakukan semen retention. Praktik ini dipercaya bisa memberikan berbagai macam manfaat untuk kesehatan, baik secara fisik maupun mental.Berikut ini beberapa manfaat kesehatan dari melakukan semen retention yang dipercaya pelakunya:
  • Memperdalam suara
  • Memperkuat vitalitas
  • Mempertebal rambut
  • Meningkatkan motivasi
  • Mengurangi kecemasan
  • Meningkatkan massa otot
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Meningkatkan kebahagiaan
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Meningkatkan energi dan fokus
  • Meningkatkan jumlah testosteron
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Membuat kulit menjadi terlihat lebih bersih
  • Meningkatkan kemampuan mengingat otak
  • Memperkuat ikatan emosional dalam hubungan
Meskipun begitu, belum banyak penelitian yang membuktikan potensi manfaat melakukan semen retention. Untuk mengetahui apakah praktik menahan ejakulasi bermanfaat bagi kesehatan, Anda bisa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter jika ingin melakukannya.

Efek samping melakukan semen retention

Tidak seperti manfaatnya yang masih abu-abu, beberapa risiko kesehatan menghantui para pelaku semen retention. Jika dilakukan secara terus-menerus, praktik ini dapat menyebabkan kondisi-kondisi seperti:
  • Hipertensi epididimis

Hipertensi epididimis atau blue balls merupakan kondisi yang terjadi ketika  seseorang tidak mengalami orgasme meskipun terangsang secara seksual. Gairah seksual yang dirasakan malah memicu sakit atau nyeri pada testis. Kondisi ini terjadi akibat adanya penumpukan darah di testis karena peningkatan gairah.
  • Gangguan ejakulasi

Kebiasaan mencegah ejakulasi dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Anda mungkin akan kesulitan mencapai ejakulasi maupun orgasme saat menginginkannya. Selain itu, masalah lain yang berpotensi muncul seperti ejakulasi dini dan ejakulasi retrograde (air mani mengalir kembali ke kandung kemih).Masalah yang terjadi akibat praktik semen retention mungkin akan berbeda satu sama lain. Jika Anda merasa mengalami kondisi-kondisi di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan tindak penanganan. Penanganan sedini mungkin dapat mengurangi risiko kondisi Anda makin parah.

Kapan harus berhenti melakukan semen retention?

Anda harus segera berhenti melakukan semen retention jika merasakan ketidaknyamanan atau sakit pada alat kelamin akibat menahan ejakulasi. Hentikan juga praktik ini ketika Anda gagal melepaskan cairan ejakulasi ketika ingin mengeluarkannya.Apabila menemukan darah pada air mani setelah melakukan semen retention dalam waktu yang cukup lama, Anda tak perlu panik. Darah tersebut umumnya akan menghilang dalam beberapa hari. Namun, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter apabila merasa khawatir dengan kondisi Anda.

Perbedaan semen retention dengan NoFap

Banyak orang yang mengira semen retention sama dengan NoFap. Keduanya memang terlihat mirip, tetapi sebenarnya berbeda. NoFap umumnya dilakukan untuk menghentikan kecanduan seseorang terhadap konten-konten berbau pornografi. Kecanduan pornografi dapat membuat penderitanya ketergantungan untuk melakukan masturbasi.Sementara itu, semen retention berfokus pada cara menghindari ejakulasi, baik saat masturbasi maupun melakukan hubungan seks. Praktik ini sengaja dilakukan karena para pelakunya ingin merasakan potensi manfaatnya terhadap kesehatan mereka.

Catatan dari SehatQ

Semen retention adalah tindakan yang sengaja dilakukan untuk terhindar dari ejakulasi. Hal ini sengaja dilakukan karena praktik ini dapat memberi berbagai macam manfaat bagi kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis.Apabila praktik menahan ejakulasi mulai memengaruhi kesehatan dan berdampak terhadap kehidupan Anda secara keseluruhan, segera hentikan. Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal semen retention dan manfaatnya untuk kesehatan, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah seksualhubungan seksualsperma
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/semen-retention
Diakses pada 28 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/semen-retention
Diakses pada 28 April 2021
Netdoctor. https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a33655891/semen-retention/
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait