Sederet Risiko Kesehatan Akibat Ruangan Ber-AC yang Tertutup


Berada di ruangan ber-AC terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan seperti dehidrasi, mata kering, sakit kepala, alergi.

0,0
30 Oct 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Terlalu lama berada di ruangan ber-AC bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi dan mata keringRuangan ber-AC dengan ventilasi buruk menyimpan banyak risiko kesehatan
Di tengah cuaca panas, ruangan ber-AC memang menawarkan kenyamanan lebih. Tidak sedikit orang yang sudah terbiasa menikmati suhu dingin AC, merasa kesulitan melepaskan diri dari perangkat pendingin ini.
Namun, terlalu lama atau sering berada di ruangan ber-AC ternyata bisa merugikan untuk kesehatan. Khususnya, jika ruangan tersebut punya ventilasi yang buruk.Berikut informasi lengkap seputar bahaya AC untuk kesehatan serta tips mengatasinya.

Bahaya ruangan ber-AC untuk Kesehatan

Bahaya terlalu lama berada di ruangan ber-AC salah satunya adalah mata kering
Salah satu dampak AC adalah membuat mata menjadi kering
Terlalu lama menggunakan AC di dalam ruangan telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Berikut ini adalah beberapa bahaya ruangan ber-AC untuk kesehatan.

1. Sick Building Syndrome

Salah satu bahaya AC di ruangan tertutup adalah meningkatkan risiko gangguan sick building syndrome (SBS).SBS adalah sekumpulan gejala akut pada mukosa, kulit, dan lainnya yang dirasakan saat berada terlalu lama di dalam ruangan gedung tertentu. Gejala SBS antara lain batuk kering, sakit kepala, pusing dan mual, kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan kepekaan terhadap bau.

2. Dehidrasi

Berada di ruangan ber-AC dapat menghilangkan kelembapan dari ruangan dan menyebabkan Anda mengalami dehidrasi, merasa cepat haus, dan tubuh terasa lebih cepat letih dan lesu. Hilangnya kelembapan ini juga akan berdampak pada kulit dan memicu kulit terasa kering dan gatal.

3. Mata kering

Berada di ruangan ber-AC yang kering juga dapat membuat mata Anda kering, iritasi dan gatal. Pandangan pun akan menjadi lebih buram.

4. Gangguan pernapasan

Salah satu dampak yang umum dialami oleh orang yang sering berlama-lama berada di ruangan ber-AC adalah gangguan pernapasan. Hal ini disebabkan karena kurangnya kelembapan akan membuat saluran pernapasan menjadi kering, sehingga risiko terjadinya iritasi hidung dan tenggorokan pun akan meningkat.

5. Sakit kepala

Sering sakit kepala? Bisa jadi penyebabnya adalah pendingin ruangan yang ada di kamar, tempat kerja, ataupun tempat yang sering Anda datangi.AC yang tidak dibersihkan secara teratur bisa menimbun banyak penyebab penyakit yang berujung memicu sakit kepala atau bahkan migrain.

6. Alergi

Kombinasi antara AC yang kotor dan ventulasi yang kurang baik juga akan bisa menjadi biang kerok penyakit.Tumpukan mikroba yang ada pada AC kotor bisa memicu alergi dan reaksi yang biasa menyertainya, seperti rhinitis alergi dan asma.

7. Infeksi

Ketika Anda berada di ruangan ber-AC yang tertutup bersama dengan orang yang sedang sakit, maka risiko Anda tertular akan jauh lebih besar. Sebab, AC membuat bakteri ataupun virus bertahan di udara. Jika pintu atau jendela tidak segera dibuka, maka Anda bisa saja tertular akibat menghirup bakteri maupun virus tersebut.Contoh nyata yang saat ini berisiko besar terjadi adalah pada kasus Covid-19. Jika Anda berada di satu ruangan ber-AC dengan ventilasi yang buruk dengan orang positif terinfeksi Covid-19, maka Anda akan dengan mudah tertular virus tersebut.Baca Juga: Ciri-ciri Freon AC Bocor dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Tips menurunkan risiko bahaya ruangan ber-AC

Buka jendela untuk mengurangi bahaya ruangan ber-AC
Buka jendela sesering mungkin untuk mengurangi bahaya AC
Bahaya ruangan ber-AC menjadi lebih tinggi saat AC kotor dan ruangan memiliki ventilasi yang buruk. Untuk menurunkan risiko bahaya AC, berikut ini sederet tips yang bisa Anda lakukan:
  • Gunakan filter HEPA. Jenis filter ini mampu menghilangkan 99,9 persen partikel di atas ukuran tertentu.
  • Bersihkan AC secara teratur dan rutin. Ini dapat mencegah AC menjadi sarang kuman penyebab penyakit. Ikutin panduan buku manual dari pabrik untuk membersihkan atau mengganti filter udara.
  • Buka jendela sesering mungkin. Biarkan udara segar bersirkulasi ke dalam ruangan dan membuang berbagai polutan.
  • Bersihkan ruangan. Pastikan ruangan dan area di sekitar AC selalu terbebas dari debu, kotoran, jamur dan tungau. Demikian juga tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang kuman seperti area lembap atau penuh debu.
  • Tutupi hidung dan mulut saat sedang bersin. Ini untuk mencegah penyebaran infeksi penyakit.
  • Gunakan air purifier atau tanaman hias pembersih udara. Keduanya dapat membantu menyaring polutan penyebab alergi dan infeksi.
  • Mengganti AC lama. Ganti unit AC dengan yang baru setiap 10 tahun.
  • Matikan saat tidak dipakai. Naikkan suhu saat penghuni ruangan hanya sedikit atau matikan unit sama sekali pada malam hari serta ketika ruangan kosong.
  • Perhatikan AC pada mobil. Ganti filter udara setiap mobil sudah mencatat jarak tempuh 12.000 hingga 15.000 mil untuk memastikan kebersihannya.
Itulah bahaya ruangan ber-AC serta tips untuk menurunkan risikonya. Sebaiknya segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi pada kulit setiap kali terpapar udara dingin. Begitu juga jika berada di ruangan ber-AC menyebabkan reaksi alergi hingga kesulitan bernapas.
alergikedinginanalergi dingin
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/ss/slideshow-what-ac-does-to-your-body
Diakses 19 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergic-to-air-conditioning
Diakses 19 Oktober 2021
Occupatinal & Environmental Medical. https://oem.bmj.com/content/61/2/185
Diakses 19 Oktober 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/sick_building_syndrome/definition.htm
Diakses 19 Oktober 2021
Huffpost. https://www.huffpost.com/entry/how-to-keep-your-air-cond_b_7225224
Diakses 19 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait