Kelahiran prematur dan diabetes menjadi risiko kehamilan bayi kembar
Hamil bayi kembar adalah kondisi yang memiliki risiko yang lebih tinggi daripada kehamilan tunggal

Setiap kehamilan memiliki risiko, terlebih lagi untuk ibu yang hamil bayi kembar. Risiko seperti kelahiran prematur dan diabetes merupakan risiko yang mengintai kehamilan bayi kembar. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus cemas. Dengan perawatan yang baik dan pemahaman terhadap risiko kehamilan bayi kembar, Anda bisa menikmati masa kehamilan yang sehat dan lancar.

Risiko Kehamilan Bayi Kembar

Risiko bayi kembar secara umum antara lain:

1. Prematur

Hingga 50 persen kasus kelahiran bayi kembar berujung pada kelahiran prematur atau pada sekitar 36 minggu usia kehamilan.

2. Berat Badan Rendah

Lebih dari separuh kelahiran bayi kembar memiliki berat badan rendah, yaitu sekitar kurang dari 2,5 kg. Jika bayi memiliki berat badan rendah, beberapa potensi masalah kesehatan yang dapat terjadi, antara lain:

  • Kehilangan penglihatan dan pendengaran
  • Cacat mental
  • Cerebral Palsy

3. Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS)

TTTS adalah sindrom yang melanda sekitar 10 persen dari kelahiran bayi kembar yang berada dalam satu kantong rahim. Sindrom ini muncul ketika salah satu janin mendapatkan lebih banyak darah dibandingkan yang lain. Jika hal ini terjadi, maka dokter akan menggunakan bedah laser untuk melindungi jaringan yang terhubung atau metode penyedotan cairan untuk mengoreksi kondisi janin.

4. Preeklampsia

Ibu yang hamil bayi kembar memiliki kecenderungan diserang preeklampsia dua kali lebih tinggi dibanding kehamilan biasanya. Preeklampsia bisa berakibat fatal karena berkaitan dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urine, dan pembengkakan sewaktu hamil. Konsultasi segera ke dokter Anda jika mengalami gejala-gejala preeklampsia

5. Diabetes Kehamilan

Jika kadar gula darah tinggi selama kehamilan, maka berat badan bayi juga akan terus membengkak. Proses bersalin pun menjadi lebih berisiko karena bayi dapat menderita masalah pernapasan dan kurang gula darah sewaktu dilahirkan. Ibu hamil dianjurkan untuk menjaga porsi makan secara sehat untuk mencegah penyakit ini.

6. Anemia (Kekurangan Zat Besi)

Minimnya sel darah merah dari kekurangan zat besi bisa memicu kelahiran prematur. Konsultasikan kebutuhan zat besi Anda setiap berkunjung ke dokter kandungan.

Mengurangi Risiko Bayi Kembar

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko bayi kembar, antara lain:

1. Rutin Kontrol Kehamilan

Ibu dengan bayi kembar disarankan untuk rajin kontrol dengan jumlah USG dan kunjungan yang lebih banyak dibandingkan kehamilan normal. Hal ini dilakukan supaya dokter bisa memeriksa dengan lebih seksama dari waktu ke waktu.

2. Kenali Gejalanya

Kenali gejala-gejala penyakit yang berkaitan dengan risiko bayi kembar, dan segera konsultasi dengan dokter jika ada tanda-tanda awal yang membuat Anda cemas.

3. Konsumsi Menu Seimbang

Prioritaskan menu yang mengandung gizi seimbang, supaya berat badan dan kondisi kesehatan ibu terkontrol.

4. Perbanyak cairan

Banyak minum cairan, terutama dalam bentuk air putih, untuk menghindari dehidrasi, infeksi dan kontraksi awal.

5. Menjaga Kesehatan

Anda dapat mencoba olahraga ringan, seperti berenang, pilates, dan yoga kehamilan. Selain itu, hindari merokok dan asap rokok sebisa mungkin supaya kadar oksigen bayi terjaga dengan baik.

Berusia di Atas 35 Tahun dan Hamil Bayi Kembar

Apabila Anda telah menginjak usia 35 tahun dan mengandung bayi kembar, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Seperti ibu hamil pada umumnya, Anda disarankan untuk menaati jadwal konsultasi dengan dokter. Terutama jika Anda memiliki kondisi diabetes dan hipertensi.

Selain itu, Anda pun sebaiknya menjalani diet seimbang. Mengonsumsi beraneka jenis makanan, bisa membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi. Anda bisa memilih buah, sayur, gandum, kacang-kacangan, daging sapi tanpa lemak, serta produk susu rendah lemak.

risiko hamil bayi kembar

Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a3584/pregnant-with-twins-potential-complications#section5
Diakses pada Oktober 2018

WebMD.
https://www.webmd.com/baby/pregnancy-after-35-twins#2
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed