Tanda Gawat Janin, Ibu Hamil Harus Waspada


Tanda gawat janin perlu diketahui agar bayi terselamatkan di dalam kandungan. Ciri-ciri gawat janin adalah adanya ukuran tubuh janin tidak sesuai dengan usia kehamilan hingga bayi jarang bergerak.

(0)
07 May 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tanda gawat janin mengindikasikan bahwa bayi dalam kandungan kekurangan oksigenTanda gawat janin terjadi ketika janin kekurangan oksigen selama di kandungan
Tanda gawat janin perlu diketahui untuk menyelamatkan kondisi janin di dalam kandunganKondisi ini merupakan hal yang cukup sering terjadi pada masa kehamilan atau persalinan. Bahkan banyak persalinan yang dipersulit oleh komplikasi kehamilan ini.Gawat janin adalah kondisi saat janin tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup sehingga mengalami gangguan pernapasan berupa sesak di dalam kandungan.Jika Anda hamil, sebaiknya Anda harus berhati-hati akan kemungkinan gawat janin. Apa yang terjadi pada gawat janin?

Tanda gawat janin

Istilah gawat janin atau fetal distress digunakan dalam menggambarkan kondisi saat janin tidak menerima oksigen dan nutrisi yang cukup selama kehamilan atau persalinan.Seringkali gawat janin terjadi ketika bayi terputus dari suplai oksigen nya sehingga menyebabkan kekurangan oksigen.Gawat janin menjadi indikasi bahwa janin dalam kandungan Anda tidak sehat. Gawat janin dapat terdeteksi melalui denyut jantung janin yang tidak normal. Selain itu, tanda gawat janin yang bisa Anda perhatikan adalah:

1. Bayi memiliki ukuran tubuh yang tidak biasa

Ukuran janin tidak sesuai dengan usia kehamilan menunjukkan tanda gawat janin
Ukuran janin tidak sesuai dengan usia kehamilan menunjukkan tanda gawat janin
Meski usia kehamilan sudah besar, ciri-ciri gawat janin menunjukkan tubuh bayi lebih kecil dari seharusnya. Kondisi ini biasanya terjadi ketika bayi tidak mendapat oksigen, dan nutrisi yang cukup dari plasenta.

2. Bayi jarang bergerak

Gerakan janin merupakan salah satu indikator yang mampu menandakan kondisi kesehatannya. Gerakan bayi biasanya terbentuk saat kehamilan berusia sekitar 28 minggu.Sementara, ciri-ciri gawat janin adalah bayi jarang atau bahkan berhenti membuat gerakan.Bila Anda menemukan tanda gawat janin berupa gerakan bayi melambat atau berhenti, dokter harus melakukan tes prenatal untuk mengamati janin.

3. Bayi tak kunjung lahir

Meski sudah waktunya untuk melahirkan, namun Anda tak kunjung melahirkan, ini menjadi tanda gawat janin. Dalam kondisi ini, biasanya usia kehamilan Anda telah lebih dari 42 minggu.

4. Kram

Kram perut saat hamil menandakan adanya gawat janin
Kram perut saat hamil menandakan adanya gawat janin
Ketika bayi tumbuh dan rahim membesar, Anda akan sering mengalami kram selama kehamilan.Namun bila kram parah, sering, dan disertai sakit punggung, maka Anda harus segera memeriksanya ke dokter.Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi beberapa komplikasi serius yang menyebabkan gawat janin.

5. Perdarahan Vagina

Perdarahan pada vagina terjadi pada usia kehamilan 24 minggu sampai kelahiran bayi. Keluarnya sedikit darah dari vagina dapat menjadi hal yang normal. Akan tetapi, hal ini juga bisa menjadi tanda gawat janin.Terdapat beberapa kondisi kehamilan penyebab gawat janin, seperti:

6. Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan di atas 10-20 kg mampu meningkatkan risiko gawat janin
Kenaikan berat badan di atas 10-20 kg mampu meningkatkan risiko gawat janin
Penting bagi ibu untuk memperhatikan berapa banyak kenaikan berat badan yang terjadi selama kehamilan.Kenaikan berat badan antara 10-20 kg selama kehamilan adalah normal. Kenaikan berat badan di luar nilai ini dapat menjadi tanda gawat janin.

Masalah peredaran darah ibu hamil menjadi penyebab gawat janin

Kurangnya oksigen pada gawat janin erat kaitannya dengan peredaran darah.Sistem peredaran darah adalah jaringan organ dan pembuluh luas yang bertanggung jawab atas aliran darah, nutrisi, hormon, oksigen, dan lainnya ke seluruh bagian tubuh.Dalam plasenta, darah ibu dan janin mengalir lewat pembuluh darah yang berdekatan. Lalu, terjadilah perpindahan oksigen dari darah ibu ke darah janin.Oksigen tersebut dipasok oleh ibu, sehingga janin tidak bernapas menggunakan paru-paru.Peredaran darah yang bermasalah dapat menyebabkan janin tidak cukup mendapat oksigen.Adapun kondisi yang mengganggu peredaran darah sehingga menimbulkan ciri-ciri gawat janin, yaitu anemia, hipertensi atau pendarahan. Kondisi tersebut dapat membuat peredaran darah dari ibu ke bayi tidak berjalan dengan lancar atau normal.

Lepasnya plasenta berdampak pada asupan oksigen

Kondisi lepasnya plasenta menjadi penyebab bayi kekurangan oksigen di dalam kandungan
Kondisi lepasnya plasenta menjadi penyebab bayi kekurangan oksigen di dalam kandungan
Selain itu, menurut riset terbitan National Center for Biotechnology Information, masalah solusio plasenta atau lepasnya plasenta, memengaruhi peredaran darah dari ibu ke bayi. Akibatnya, terjadi penurunan atau hilangnya asupan oksigen dan nutrisi bagi janin. Oleh sebab itu, muncullah ciri-ciri gawat janin.

Penanganan gawat janin

Operasi caesar merupakan penanganan terakhir untuk menyelamatkan bayi dengan gawat janin
Operasi caesar merupakan penanganan terakhir untuk menyelamatkan bayi dengan gawat janin
Jika janin yang dikandung mengalami fetal distress, dokter akan melakukan tindakan, meliputi:

1. Resusitasi rahim

Prosedur ini bertujuan untuk memastikan agar ibu mendapatkan asupan oksigen dan cairan. Selain itu, ibu juga akan mendapatkan penambahan air ketuban agar tekanan tali pusar berkurang. Ibu juga diarahkan untuk tidur dengan posisi miring.Hal ini bertujuan agar pembuluh darah menuju plasenta tetap lancar sehingga janin tetap mendapatkan oksigen dan nutrisi dari darah ibu  dengan lancar.

2. Bersalin

Prosedur ini dilakukan bila resusitasi tidak menunjukkan adanya kemajuan. Persalinan bisa dilakukan secara normal dengan alat bantu vakum pada kepala bayi. Bila tidak memungkinkan, maka ibu akan menjalani prosedur operasi caesar.Setelah bayi dilahirkan, maka tim dokter pun akan memantau selama 12 jam pertama. Dokter akan mengecek kondisi bayi, meliputi:
  • Detak jantung bayi
  • Warna kulit
  • Kekuatan otot dan tulang bayi
  • Temperatur tubuh bayi
  • Gerakan dada bayi.

Diagnosis fetal distress

USG mampu mendeteksi adanya tanda gawat janin
USG mampu mendeteksi adanya tanda gawat janin
Dokter kandungan akan memeriksakan kondisi Anda dengan beberapa prosedur, yaitu:
  • USG kehamilan, untuk memastikan pertumbuhan janin sesuai dengan usia kandungan
  • Cardiotocography, mengecek detak jantung janin dan membandingkannya dengan gerakan janin serta kontraksi rahim
  • USG Doppler, untuk mendeteksi aliran darah janin
  • Pengecekan air ketuban, untuk menghitung jumlah air ketuban dan pemeriksaan adanya kotoran janin yang terkandung di dalam air ketuban.

Catatan dari SehatQ

Ibu hamil sebaiknya periksakan kandungan secara rutin ke dokter kandungan untuk menghindari terjadinya gawat janin.Dokter akan memantau adakah tanda gawat janin. Selain itu, dokter juga mengecek perkembangan janin Anda, dan mengambil langkah terbaik bila ada kemungkinan gawat janin.Sebab, gawat janin yang tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan otak jangka panjang dan permanen pada bayi.Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait tanda gawat janin, Anda bisa konsultasikan secara gratis dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ,Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilanpersalinangawat janinpreeklampsiaeklampsiaperedaran darahhamilmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilanibu hamil
Baby Centre. https://babycentre.co.uk/a1044907/fetal-distress
Diakses pada 16 April 2019
American Pregnancy. https://www.americanpregnancy.org/labor-and-birth/fetal-distress/
Diakses pada 16 April 2019
HIE Help Center. https://www.hiehelpcenter.org/2017/08/11/signs-fetal-distress/amp/
Diakses pada 16 April 2019
Live Science. https://amp.livescience.com/22486-circulatory-system.html
Diakses pada 16 April 2016
Ibu & Balita. https://www.ibudanbalita.com/artikel/mengenal-peredaran-darah-plasenta
Diakses pada 16 April 2019
National Center for Biotechnology Information https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482335/
Diakses pada 7 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait