Risiko Bahaya Buah Kaleng dan Tips Memilihnya dengan Benar


Buah kaleng memiliki sejumlah risiko bahaya bagi tubuh Anda. Mulai dari paparan BPA, bahan-bahan tambahan yang tidak sehat, hingga risiko terinfeksi botulisme meski kecil kemungkinannya.

(0)
19 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Buah kaleng umumnya sehat tapi ada juga yang bisa berbahaya bagi kesehatanBuah kaleng memiliki sejumlah potensi bahaya bagi kesehatan
Buah kaleng banyak diminati karena keanekaragaman dan kepraktisannya. Buah ini memungkinkan Anda untuk mengonsumsi jenis buah-buahan di luar musim panennya. Selain itu, buah kaleng juga bisa dikonsumsi langsung tanpa harus dikupas atau diiris terlebih dulu.Akan tetapi, jika dibandingkan dengan buah segar, tentunya buah kaleng kalah dalam soal nutrisi dan kesehatannya. Buah segar jauh lebih baik dan lebih sehat karena tidak ada tambahan apa pun di dalamnya.Sebenarnya, sebagian besar nutrisi pada buah kaleng masih terjaga karena proses pengemasan biasanya dilakukan segera setelah buah dipanen untuk menjaga kandungan vitamin dan mineralnya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa vitamin dan nutrisi dapat berkurang atau hilang saat pengolahan dan pengemasan.Contohnya, vitamin C dan B yang berkurang karena proses pengalengan. Serat dari kulit apel atau pir juga hilang saat kulit buah-buahan tersebut dikupas. Di samping itu, buah kaleng juga biasanya memiliki tambahan kalori dan gula yang bisa berdampak buruk pada tubuh Anda.

Bahaya buah kaleng bagi kesehatan

Ada sejumlah bahaya buah kaleng bagi kesehatan. Bahaya-bahaya ini umumnya berkaitan dengan zat yang ditambahkan dalam proses pengemasan buah.

1. Meningkatkan paparan BPA pada tubuh

BPA atau Bisphenol A merupakan senyawa kimia yang telah lama digunakan dalam proses pembuatan beberapa jenis plastik dan resin. Tahukah Anda kalau kaleng kemas juga mengandung BPA? Senyawa ini bisa bermigrasi pada makanan di dalamnya.Hasil penelitian mengenai dampak BPA cukup beragam. Namun, beberapa penelitian mengaitkan BPA dengan risiko berbagai gangguan kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan masalah seksual pada pria.

2. Risiko terinfeksi botulisme

Meski kasusnya masih sangat jarang ditemui, buah kaleng berisiko mengandung bakteri mematikan Clostridium botulinum. Kontaminasi bakteri ini lebih sering terjadi pada buah kaleng yang dikemas rumahan, sedangkan buah kaleng pabrikan lebih jarang terkontaminasi.Infeksi ini dapat menyebabkan botulisme, yakni penyakit serius yang dapat menyebabkan kesulitan menelan, kesulitan bicara, kelemahan pada wajah, hingga kelumpuhan. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani.

3. Bahan tambahan yang tidak sehat

Beberapa buah kaleng diberikan tambahan garam, gula, pengawet, dan zat aditif lainnya. Penambahan zat-zat tersebut bisa berbahaya bagi orang yang memiliki gangguan kesehatan dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya, seperti:
  • Tambahan sodium atau garam dapat membahayakan orang dengan tekanan darah tinggi atau memiliki risiko tinggi terkena hipertensi.
  • Gula tambahan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Mulai dari diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga obesitas.

Tips memilih buah kaleng yang aman

Untuk menghindari potensi bahayanya, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih buah kaleng yang aman.

1. Label daftar bahan makanan

Baca label kemasan buah kaleng secara menyeluruh. Hindari buah kaleng yang mengandung tambahan garam, gula, atau pewarna. Untuk menghindari kandungan gula berlebih, pilhlah buah kaleng yang direndam dengan air atau jus. Keduanya lebih baik dibandingkan buah yang direndam dengan sirup. 

2. Kondisi kemasan

Untuk menghindari konsumsi makanan yang telah terkontaminasi, perhatikan kondisi kaleng atau kemasan. Jangan memilih buah kaleng yang kemasannya sudah penyok, bocor, menggembung, atau retak.

3. Kondisi buah

Jika saat buah kaleng dibuka tercium aroma berbau tajam atau isinya sudah berbusa, segera buang seluruh isinya. Buah yang berbau tidak sedap dan berbusa bisa menandakan terjadinya kontaminasi pada makanan.

4. Cara konsumsi

Sebaiknya buang air dari dalam buah kaleng dan tiriskan buah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Cara ini dapat membantu mengurangi asupan gula dan garam yang berlebihan.Secara umum, konsumsi buah kaleng tetap menyehatkan karena sebagian besar kandungan nutrisi buah tetap ada. Namun, sebaiknya Anda perhatikan tips di atas dalam memilih buah kaleng supaya Anda bisa menikmatinya tanpa merasa gelisah.Apabila Anda punya pertanyaan seputar buah-buahan sehat, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
makanan sehatbuah dan sayuran
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/canned-food-good-or-bad
Diakses 5 Desember 2020
The Globe and Mail. https://www.theglobeandmail.com/life/health-and-fitness/health/frozen-canned-dried-do-you-need-fresh-fruit-for-a-healthy-diet-health/article22864802/
Diakses 5 Desember 2020
Food Network. https://www.foodnetwork.com/healthyeats/healthy-tips/2013/10/canned-fruit-good-or-badFood
Diakses 5 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/botulism/symptoms-causes/syc-20370262
Diakses 5 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait