Rincian Anatomi Hidung Manusia Serta Fungsi dan Cara Kerjanya

Anatomi hidung terdiri dari bagian luar dan dalam, seperti sinus dan silia
Anatomi hidung lebih kompleks dari kelihatannya

Hidung adalah salah satu organ terpenting manusia. Tahu kenapa? Ya, karena organ inilah yang memungkinkan kita bernapas. Selain itu, tanpa hidung, ternyata kita juga tidak bisa merasakan lezatnya makanan dan jadi mudah terserang penyakit. Sebab, anatomi hidung cukup kompleks, dan berkaitan dengan organ di sektarnya, termasuk mulut.

Hidung adalah pintu masuk udara. Di sana, ada berbagai proses yang berjalan, sebelum oksigen bisa berlanjut turun ke organ pernapsan manusia yang lain. Agar semakin jelas, berikut ini penjelasan rinci mengenai anatomi hidung beserta fungsi dan cara kerjanya.

Susunan anatomi hidung dan perannya

Anatomi hidung manusia terdiri dari beberapa bagian. Masing-masingnya, memiliki peranan tersendiri, tapi saling bekerjasama agar organ yang satu ini bisa berfungsi dengan sempurna. Hidung manusia lebih dari yang sekedar terlihat secara langsung oleh mata. Berikut ini pembagiannya secara rinci.

• Hidung bagian luar

Dari luar, kita bisa lihat bahwa hidung memiliki dua lubang yang secara anatomis disebut sebagai nares. Kedua lubang hidung dipisahkan oleh struktur yang terbuat dari tulang rawan, dan disebut sebagai septum.

Secara keseluruhan, bagian luar hidung yang bentuknya terlihat seperti segitiga, dinamakan meatus eksternal. Selain tulang rawan, meatus eksternal juga terdiri dari kulit dan jaringan lemak. Di hidung bagian luar juga terdapat otot yang membantu dalam membentuk ekspresi wajah.

• Rongga hidung

Susunan rongga hidung manusia sebenarnya cukup kompleks. Struktur ini dimulai dengan bagian depan lubang hidung yang dinamakan vestibulum. Area ini, dilapisi oleh lapisan sel yang bernama epitelium.

Di belakang vestibulum, terdapat struktur yang bernama concha nasalis atau turbinate. Lalu, di atasnya ada area olfaktori yang berperan dalam proses penciuman. Area ini adalah satu-satunya bagian yang tidak berperan dalam proses pernapasan.

Lalu di area rongga hidung paling belakang, terdapat nasofaring yang menghubungkan hidung dengan mulut. Di dalam nasofaring, ada semacam saluran yang mengaitkan hidung dan mulut, ke telinga bagian tengah.

• Membran mukosa

Membran mukosa merupakan bagian yang melapisi sebagian besar area rongga hidung. Lapisan ini berfungsi untuk membuat udara yang kita hirup, menjadi lebih lembap dan hangat. Selain itu, lapisan membran mukosa juga berfungsi untuk menyaring udara.

Proses ini memungkinkan udara yang masuk ke paru-paru sudah dalam keadaan bersih, dan siap diedarkan ke seluruh tubuh.

• Lubang sinus

Libang sinus juga merupakan bagian dari struktur rongga hidung. Terdiri dari empat jenis, lubang-lubang ini berfungsi juga untuk meringankan beban di tengkorak kepala, sehingga kepala kita tidak terasa terlalu berat.

  • Sinus etmoidal. Sinus ini terletak di area dekat batang hidung. Sinus ini sudah muncul sejak lahir, dan akan terus berkembang.
  • Sinus maksila. Sinus ini terletak di area dekat pipi, dan sudah muncul sejak awal lahir. Sama seperti sinus etmoidal, sinus maksila juga akan terus berkembang.
  • Sinus frontalis. Sinus frontalis terletak di area dahi. Berbeda dari dua sinus sebelumnya, sinus ini tidak muncul sejak awal kelahiran, dan baru terbentuk pada usia sekitar tujuh tahun.
  • Sinus sfenoidal. Terletak paling dalam dibanding sinus-sinus lainnya, sinus spenoidal tersembunyi di balik rongga hidung. Sinus ini pun biasanya baru terbentuk saat seseorang sudah memasuki usia remaja.

Fungsi hidung dan cara kerjanya

Tidak hanya sebagai alat pernapasan, hidung juga berperan dalam pengecapan, bahkan sistem pertahanan tubuh.

1. Fungsi hidung dalam sistem pernapasan

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa hidung manusia berperan dalam proses pernapasan. Namun, tahukah Anda proses apa saja yang terjadi di organ ini, sebelum udara masuk ke paru-paru?

Hidung merupakan pintu masuk udara yang utama. Udara yang masuk, kemudian akan diolah di rongga hidung, seperti dilembapkan dan dihangatkan, agar lebih layak masuk ke paru-paru.

2. Fungsi hidung dalam sistem pertahanan tubuh

Di rongga hidung, udara juga melalui proses penyaringan. Proses ini dilakukan oleh lendir lengket yang terdapat di membran mukosa. Lendir tersebut akan menangkap debu, bakteri, maupun partikel-partikel penyebab penyakit.

Selain lendir yang biasa disebut ingus, kotoran juga disaring oleh rambut-rambut halus yang bernama silia. Dengan begitu, udara yang masuk ke dalam paru-paru adalah udara yang bersih. Itulah sebabnya, hidung dianggap penting dalam sistem pertahanan tubuh.

3. Fungsi hidung sebagai indra penciuman

Hidung juga berfungsi sebagai indra penciuman. Kemampuan ini merupakan salah satu dari sekian banyak cara tubuh, untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai hal yang sedang terjadi di sekitar kita.

Hidung kita, bisa mencium bau-bau tertentu, karena di dalamnya terdapat reseptor yang sensitif terhadap partikel bau di udara. Reseptor ini berukuran sangat kecil, tapi jumlahnya sangat banyak. Bahkan, di dalam satu hidung, terdapat sekitar sepuluh juta reseptor. Hal ini memungkinkan otak kita mengenali sekitar sepuluh ribu jenis bau yang berbeda.

4. Fungsi hidung dalam membantu pengecapan makanan

Banyak orang berpikir bahwa organ yang berkaitan dengan pengecapan makanan hanyalah lidah. Padahal, hidung juga memiliki peran yang penting, agar kita bisa merasakan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Kemampuan manusia dalam mencium aroma makanan dan merasakan makanan, ternyata bekerjasama agar kita bisa merasakan kenikmatan asupan secara maksimal. Itulah sebabnya, saat hidung sedang mampet, makanan yang Anda konsumsi pun terasa kurang enak.

Jika masih tidak percaya, coba Anda cicipi satu sendok makanan. Lalu, cicipi sendok kedua sambil menutup lubang hidung. Dijamin, rasa makanannya jadi berbeda.

Susunan anatomi hidung manusia memang bisa dibilang cukup kompleks. Meski dari luar hanya terlihat sebagai struktur yang sederhana, tapi di dalamnya juga terdapat banyak bagian yang masing-masingnya berperan penting dalam sistem pernapasan, pengecapan, hingga pertahanan tubuh.

Jaga baik-baik kesehatannya, sebab hidung adalah organ yang terkait dengan banyak organ lain. Sehingga, jika organ ini terkena penyakti, maka dampaknya bisa merembet ke berbagai organ di sekitarnya.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/nose.html
Diakses pada 17 Januari 2020

Encyclopedia Brittanica. https://www.britannica.com/science/nose
Diakses pada 17 Januari 2020

Departement of Otolaryngology, University of Carolina. https://www.ent.uci.edu/learning-center/blog/nasal-anatomy.asp
Diakses pada 17 Januari 2020

Standford Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=anatomy-and-physiology-of-the-nose-and-throat-90-P02027
Diakses pada 17 Januari 2020

Artikel Terkait