Cedera engkel bisa diredakan dengan pertolongan pertama RICE.
Saat alami cedera engkel, jangan buru-buru berobat ke tukang pijat.

Saat mengalami cedera engkel, area di sekitar pergelangan kaki mengalami pembengkakan. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan volume cairan pada area tersebut. Anda pun akan mengalami rasa nyeri. Sebab, saraf di bagian kaki yang terkilir, menjadi lebih sensitif dibanding kondisi normal. Terlebih bila area yang mengalami cedera engkel tersentuh, tergeser, atau digunakan secara paksa untuk bergerak.

Kulit pergelangan kaki pun berubah menjadi kemerahan, serta hangat bila diraba. Bahkan tak jarang, mati rasa pun muncul. Kondisi ini terjadi akibat meningkatnya volume darah yang dipompa ke area cedera engkel. Sebagai pertolongan pertama, ada metode RICE yang bisa Anda lakukan, untuk meringankan jenis cedera yang satu ini.

Metode RICE, cara cepat sebagai pertolongan pertama cedera engkel

Setelah alami cedera engkel, lakukan langkah RICE
sebagai pertolongan pertama untuk meredakannya.

Anda bisa meredakan cedera engkel dengan melakukan empat langkah, yaitu beristirahat (rest) dari aktivitas sehari-hari, mengompres dengan es (ice), memberikan tekanan (compression), serta mengangkat kaki (elevation).

Metode rest-ice-compression-elevation ini dikenal sebagai RICE. Berikut ini efek dari setiap langkahnya, untuk meredakan jenis cedera engkel yang Anda alami ini.

  1. Rest (beristirahat)

    Istirahatkan kaki dan berhati-hati, jangan melakukan aktivitas ringan maupun berat. Langkah ini penting dilakukan agar peradangan tidak bertambah parah.
    Anda juga bisa menggunakan penopang kaki, seperti tongkat kruk atau brace, untuk memastikan pergelangan kaki tidak bergeser selama masa istirahat. Sebisa mungkin jangan menapakkan kaki ke lantai.
  2. Ice (mengompres dengan es)

    Salah satu bentuk pertolongan pertama pada cedera engkel Anda adalah mengompresnya dengan es. Namun sebaiknya tidak menempelkan es langsung ke kulit. Sebab, paparan es langsung pada kulit, dapat meningkatkan risiko terjadinya radang dingin (frostbite). Sebelum mengompreskannya pada kulit, lapisi es terlebih dulu dengan handuk atau kain.
    Pengompresan tersebut akan memperlambat aliran darah ke pergelangan kaki yang cedera, sehingga bengkak bisa dikurangi.
  3. Compression (memberi tekanan)

    Kompresi atau pemberian tekanan dilakukan untuk mencegah pergelangan kaki bergerak-gerak. Pembengkakan bisa cepat mereda jika pergerakan kaki dibatasi. Anda bisa memberikan tekanan dengan membalut kaki. Namun, jangan membalut terlalu kencang, agar aliran darah tidak terhambat.
  4. Elevation (mengangkat kaki)

    Anda pun disarankan mengangkat kaki secara berhati-hati, hingga posisinya lebih tinggi dari jantung. Langkah ini bisa meringankan cedera engkel yang terjadi. Dengan demikian, aliran darah pada bagian yang terkilir, bisa kembali lancar. Pembengkakan pun dapat berkurang.

Sembari melakukan keempat langkah di atas, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang bisa diperoleh secara bebas tanpa resep, seperti ibuprofen dan naproxen. Namun, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter, meski telah melakukan metode RICE, dan mengonsumsi obat tersebut.

Dokter akan melakukan pemeriksaan ini pada pasien cedera engkel

Dokter akan memeriksa kondisi pergelangan kaki Anda, untuk menentukan tingkat keparahan cedera engkel. Terutama bila pergelangan kaki terasa sangat sakit sejak mengalami cedera pertama kali, atau terdapat pembengkakan yang sangat besar.

Demikian pula halnya jika terjadi perubahan fisik pada pergelangan kaki. Sebab, perubahan kaki bisa menandakan dislokasi sendi atau bergesernya sendi.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan
menggunakan x-ray, untuk melihat cedera engkel.

Dokter pun akan melakukan pemeriksaan fisik pada kaki, termasuk bagian yang menghubungkan sendi yang menghubungkan antara tulang satu dengan lainnya. Pemeriksaan dilakukan dengan menekan-nekannya.
Selain itu, pemeriksaan dengan x-ray atau rontgen mungkin diperlukan. Prosedur medis ini diperlukan untuk mengetahui ligamen atau otot yang tertarik maupun robek, serta tulang yang retak.

Pergelangan kaki yang terkilir atau cedera engkel kaki memang umumnya tidak memerlukan tindakan medis yang serius dari dokter. Bahkan ligamen yang benar-benar robek sekalipun tetap bisa sembuh, selama Anda melakukan perawatan dengan benar.

Perhatikan ini saat melakukan perawatan di rumah

Anda bisa melakukan perawatan di rumah untuk meringankan nyeri akibat cedera engkel, sekaligus mempercepat proses pemulihannya dan kembali melakukan aktivitas sehari-hari. Yang penting Anda lakukan adalah meredakan peradangan, yang menyebabkan cedera engkel terasa begitu nyeri.

Setelah bengkak dan nyeri hilang, Anda juga harus melatih pergelangan kaki yang cedera. Selain untuk mengembalikan keseimbangan tubuh, bagian kaki yang cedera perlu berdaptasi dan berlatih supaya bisa kembali berfungsi normal.

Penyembuhan cedera engkel umumnya memakan waktu yang cukup lama. Bahkan bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan. Oleh sebab itu, Anda harus bersabar dalam menjalaninya. Selalu patuhi anjuran dari dokter agar kondisi cedera bisa cepat membaik dan tidak berlarut-larut.

Ketika cedera engkel tidak kunjung membaik dalam 5-7 hari setelah mendapatkan perawatan di rumah, Anda sebaiknya kembali memeriksakannya ke dokter. Begitu pula saat Anda mengalami sakit, bengkak, memar, dan kemerahan yang lebih parah, disertai ketidakmampuan kaki untuk menopang tubuh atau berjalan.

Catatan dari SehatQ

Telapak dan pergelangan kaki merupakan organ-organ tubuh yang berperan penting untuk menopang beban tubuh, sekaligus memungkinkan fungsi gerak. Apabila ligamen atau otot pergelangan kaki tertarik bahkan sobek, cedera engkel bisa terjadi. Pada kondisi ini, Anda bisa merasakan kesakitan teramat sangat, yang menyulitkan untuk bergerak.

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin parah. Mungkin Anda sering mendengar saran untuk mendapatkan perawatan dari tukang pijat, agar engkel cepat sembuh. Jangan buru-buru tergoda mencobanya. Sebab, memijat bagian yang mengalami cedera, malah berisiko memperburuk kondisi tersebut.

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/ankle-sprain#1
Diakses pada 26 Juni 2019

American Academy of Orthopaedic Surgeons. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/sprained-ankle/
Diakses pada 26 Juni 2019

American Podiatric Medical Association. https://www.apma.org/Patients/FootHealth.cfm?ItemNumber=982
Diakses pada 26 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/ankle-sprain#outlook
Diakses pada 26 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed