Ria Irawan Meninggal Dunia Setelah Mengidap Kanker untuk yang Kedua Kali

Ria Irawan meninggal dunia setelah dua kali terdiagnosis kanker
Ria Irawan meninggal dunia akibat penyakit kanker yang dideritanya (sumber foto: instagram @riairawan)

Setelah sempat dinyatakan sembuh dari kanker kelenjar getah bening yang dideritanya, Ria Irawan kembali harus dirawat karena kondisinya kian menurun. Kali ini, sel kanker kembali muncul di endometrium atau lapisan rahim bagian dalam, dan meluas hingga ke otak. Kini, aktris berusia 50 tahun ini harus menghembuskan napas terakhirnya.

Sebelum Ria Irawan meninggal dunia, ia sudah menjalani pengobatan kemoterapi dan radioterapi, baik untuk kanker kelenjar getah bening yang pertama dialaminya maupun kanker endometrium yang kemudian muncul di tubuhnya. Namun karena sudah menyebar ke beberapa bagian tubuh, kanker akhirnya semakin sulit untuk dikalahkan.

Sebenarnya, apa penyebab kanker kelenjar getah bening yang diderita Ria Irawan?

Penyebab kanker kelenjar getah bening tidak diketahui penyebabnya
Kanker kelenjar getah bening belum diketahui penyebabnya

Kanker kelenjar getah bening memiliki banyak jenis. Dari sekian beragam tipenya, penyakit dengan istilah medis limfoma ini bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Sejauh ini, para ahli belum bisa menemukan penyebab pasti di balik limfoma. Meski begitu, beberapa faktor di bawah ini berpotensi meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker kelenjar getah bening:

  • Berusia di atas 60 tahun, untuk limfoma non-Hodgkin.
  • Berusia antara 15-40 tahun atau di atas 55 tahun untuk limfoma Hodgkin.
  • Berjenis kelamin pria, namun ada juga beberapa jenis limfoma yang lebih sering menyerang wanita.
  • Pernah mengalami penyakit yang menyerang imunitas tubuh atau autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV/AIDS atau mengonsumsi imunosurpresan (obat penekan sistem imun).
  • Pernah terdiagnosis menderita infeksi virus tertentu, seperti hepatitis C dan virus Esptein-Barr.
  • Punya keluarga yang pernah mengalami kanker kelenjar getah bening.
  • Pernah menjalani terapi radiasi untuk mengobati kanker.

Waspadai gejala kanker kelenjar getah bening ini

Benjolan di leher bisa jadi gejala kanker kelenjar getah bening
Benjolan di leher, salah satu gejala kanker kelenjar getah bening

Meski bernama kanker, gejala limfoma nyatanya tidak jauh berbeda dengan gejala infeksi virus biasa seperti flu, tapi keluhan kanker ini memiliki durasi yang lebih panjang. Pada beberapa kasus, pengidap kanker ini bahkan tidak merasakan gejala apapun.

Meski begitu, ada satu gejala khas dari kanker kelenjar getah bening yang dapat Anda kenali, yaitu munculnya benjolan di bawah kulit. Benjolan ini tidak selalu terlihat jelas, namun keberadaannya akan terasa di bawah lapisan kulit jika disentuh atau diraba.

Benjolan tersebut merupakan kelenjar getah bening yang membesar dan dapat muncul di beberapa area tubuh yang meliputi:

  • Leher
  • Dada bagian atas
  • Ketiak
  • Perut
  • Pangkal paha

Pada awal kemunculannya, limfoma juga bisa menimbulkan beberapa keluhan yang berupa:

  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Nyeri tulang
  • Tubuh terasa lelah
  • Ruam di area lipatan kulit
  • Batuk-batuk
  • Gatal-gatal di kulit
  • Sakit perut
  • Berat badan turun secara tiba-tiba

Setelah perawatan kanker, risiko munculnya kanker kedua akan meningkat

Ria irawan saat menjalani kemoterapi untuk kankernya
Setelah sembuh melalui kemoterapi, Ria Irawan kembali terkena kanker

Pada kasus yang dialami oleh Ria Irawan, kanker kelenjar getah bening yang menderanya berhasil diatasi dengan perawatan kemoterapi. Kanker ini memang menjadi salah satu jenis kanker yang memiliki tingkat keberhasilan perawatan yang cukup tinggi.

Sayangnya, di balik kesembuhan penyintas kanker kelenjar getah bening, risiko munculnya penyakit lain maupun kanker jenis lain juga akan meningkat. Pasalnya, obat kanker yang dikonsumsi atau prosedur terapi yang dijalani, tidak hanya merusak sel-sel kanker, tapi juga jaringan sehat yang berada di sekitar kanker.

Orang yang pernah menderita kanker kelenjar getah bening, bisa kembali mengalami kanker jenis apapun. Jenis kanker kedua yang biasa muncul pada penderita limfoma meliputi kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker usus besar, serta kanker kulit melanoma. Pada mendiang Ria Irawan, kanker kedua yang muncul adalah kanker endometrium.

Kanker endometrium yang diidap oleh Ria Irawan sebelum meninggal dunia, disebut sudah menyebar hingga ke otak dan paru-paru. Kondisi ini menandakan bahwa kanker sudah memasuki tingkat keparahan paling tinggi, yaitu stadium 4.

Tapi perlu diingat bahwa tidak semua orang yang pernah sembuh dari kanker kelenjar getah bening otomatis akan mengalami kanker kedua. Kemunculan kanker kedua disebabkan oleh banyak faktor, baik yang dapat dikontrol oleh penderita maupun yang tidak.

Karena itu, cara terbaik untuk meminimalisir risiko tersebut adalah dengan kontrol secara teratur ke dokter dan menjalani gaya hidup sehat. Misalnya, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi (seperti sayur dan buah), serta berhenti merokok.

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/lymphoma-cancer#1
Diakses pada 6 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/lymphoma
Diakses pada 6 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/146136.php
Diakses pada 6 Januari 2020

Cancer. https://www.cancer.net/cancer-types/lymphoma-non-hodgkin/late-effects-treatment
Diakses pada 6 Januari 2020

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/non-hodgkin-lymphoma/after-treatment/second-cancers.html
Diaskes pada 6 Januari 2020

Memorial Sloan Kettering Cancer Center. https://www.mskcc.org/cancer-care/types/uterine-endometrial/diagnosis/stages
Diakses pada 6 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed