Mengenal Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non Alergi


Rhinitis alergi adalah peradangan dan pembengkakan pada membran mukosa hidung atau lapisan kulit bagian dalam hidung. Rhinitis juga bisa terjadi tanpa dipicu oleh alergi

(0)
13 Nov 2019|Anita Djie
Rhinitis alergi adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidungRhinitis belum tentu alergi
Pernahkah secara mendadak hidung Anda mulai berair, tersumbat, dan gatal? Reaksi tersebut serupa dengan reaksi alergi, tetapi terkadang gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan gangguan atau penyakit lainnya.Rhinitis adalah peradangan dan pembengkakan pada membran mukosa pada hidung atau lapisan kulit bagian dalam hidung. Peradangan dan pembengkakan inilah yang memicu gejala-gejala di atas.Lantas, bagaimana membedakan rhinitis yang disebabkan oleh alergi dan yang bukan diakibatkan oleh reaksi alergi?

Penyebab rhinitis

Rhinitis alergi dapat terjadi akibat adanya alergen yang dikenali sistem kekebalan tubuh sebagai sesuatu yang berbahaya. Sistem kekebalan tubuh Anda kemudian menghasilkan antibodi dan memberi sinyal sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin ke dalam aliran darah, yang menyebabkan gejala rhinitis.Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terkena rhinitis, yaitu:
  • Memiliki alergi atau asma
  • Memiliki dermatitis atopik (eksim)
  • Riwayat keluarga (orang tua atau saudara kandung) yang memiliki alergi atau asma
  • Berada di lingkungan yang memberikan paparan alergen (hewan peliharaan, serbuk sari bunga, dan lain-lain)
  • Ibu hamil yang merokok
 

Rhinitis karena alergi

Bila rhinitis adalah salah satu dampak dari alergi, maka Anda akan mengalami mata dan hidung yang berair dan gatal, sering bersin, serta hidung yang tersumbat. Terkadang, Anda dapat memiliki kelopak mata yang membengkak, sakit kepala, mengi, dan batuk.Gejala rhinitis karena alergi hampir serupa dengan gejala pilek biasa dan gejala-gejala tersebut muncul ketika ada kontak dengan pemicu alergi. Rhinitis adalah gangguan yang mudah diobati bila gejala alergi ringan.Namun, terkadang gejala alergi yang ditimbulkan tergolong parah dan menyebabkan masalah dalam kegiatan sehari-hari, seperti kesulitan tidur, dan sebagainya. Rhinitis adalah suatu kondisi yang umumnya tidak bisa hilang sepenuhnya.Rhinitis karena alergi disebabkan oleh sistem imun yang bereaksi terhadap alergen atau zat-zat yang membuat alergi. Alergen dideteksi oleh antibodi yang disebut sebagai imunoglobulin E (IgE).Zat-zat kimia, seperti histamin kemudian dilepas oleh sel tubuh ke daerah hidung sebagai reaksi terhadap alergen dan membuat bagian dalam hidung membengkak dan berlendir.Beberapa alergen yang menimbulkan reaksi alergi adalah spora lumut, serbuk sari, kulit atau bulu binatang, debu, dan sebagainya.

Rhinitis non alergi

Rhinitis yang tidak dipicu oleh alergi tidak menimbulkan ciri khas gejala alergi, berupa mata, hidung, dan tenggorokan yang gatal. Rhinitis yang bukan karena alergi memicu batuk, dahak di tenggorokan, hidung yang berair dan tersumbat, serta bersin-bersin.Selain itu, rhinitis yang tidak dipicu oleh alergi atau non-alergi rhinitis membuat hidung iritasi dan tidak nyaman, serta mengurangi indera penciuman.Pada kasus tertentu, rhinitis yang tidak diakibatkan oleh alergi memunculkan lapisan kulit yang mengeras pada bagian dalam hidung yang bisa berdarah jika dikupas dan mengeluarkan bau tidak sedap.Penyebab rhinitis yang bukan karena alergi belum diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan penyebab jenis non-alergi rhinitis adalah karena pelebaran pembuluh darah di hidung karena dinding bagian dalam hidung dipenuhi dengan cairan dan darah.Pembengkakan tersebut menyumbat hidung dan membuat kelenjar lendir dalam hidung bereaksi serta memicu hidung berair dan tersumbat.Kemungkinan lain dari non alergi rhinitis adalah bagian ujung saraf hidung yang terlalu sensitif dan menyebabkan lendir berlebih, penyumbatan hidung, dan pembengkakan bagian dalam hidung.Pemicu dari non-alergi rhinitis adalah perubahan cuaca, asam lambung yang naik, zat-zat kimia yang membuat hidung iritasi, infeksi virus, sleep apnea, obat-obatan, minuman, dan makanan tertentu, tidur terlentang, serta perubahan hormon.

Apakah rhinitis bisa dicegah?

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah rhinitis alergi yaitu dengan mengurangi atau menghindari paparan dengan alergen yang menyebabkan gejala rhinitis. Selain itu, meningkatkan kekebalan tubuh dengan minum obat alergi sebelum terpapar alergen, sesuai anjuran dokter.

Bagaimana mendiagnosisnya?

Diagnosis pertama rhinitis adalah diagnosis untuk mengetahui apakah rhinitis yang timbul dikarenakan alergi atau bukan. Tes alergi dilakukan dengan tes darah ataupun dengan tes tusukan pada kulit.Bila tes alergi tidak menunjukkan hasil yang positif terhadap suatu zat tertentu, maka rhinitis yang dialami kemungkinan bukan disebabkan oleh alergi. Meskipun demikian, rhinitis adalah suatu keadaan yang membutuhkan pemeriksaan dokter lebih lanjut.
hidung tersumbatgangguan pernapasansaluran pernapasan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonallergic-rhinitis/symptoms-causes/syc-20351229
Diakses pada 21 Juni 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/non-allergic-rhinitis/
Diakses pada 21 Juni 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/allergic-rhinitis/diagnosis/
Diakses pada 21 Juni 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/allergic-rhinitis
Diakses pada 21 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait