Kenali Kolik pada Bayi, Penyebab dan Bagaimana Cara Mengatasinya

(0)
09 May 2019|Aby Rachman
Kolik pada bayi adalah kondisi bayi menangis dan rewel selama berjam-jam tanpa diketahui penyebab yang jelasKolik pada bayi adalah kondisi saat bayi menangis terus menerus tanpa penyebab yang jelas dan tak bisa dihentikan
Kolik pada bayi biasa ditandai dengan bayi yang tiba-tiba menangis dan rewel. Bayi yang mengalami kolik bisa menangis lebih dari tiga jam setiap hari selama lebih dari tiga minggu. Meski merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi, namun ada sejumlah gejala kolik yang harus diwaspadai para orangtua.

Apa itu kolik?

Kolik adalah kondisi di mana bayi menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas. Bayi akan menangis secara berlebihan hingga berjam-jam setiaap hari meski dalam kondisi sehat. Bayi yang kolik bisa menangis lebih dari 3 jam setiap hari, selama lebih dari tiga minggu.Kondisi ini umumnya bisa terjadi pada bayi baru lahir usia dua minggu atau lebih. Pada kasus yang parah, kolik pada bayi bisa berlangsung hingga 6-8 minggu. Namun, setelah bayi berusia 3-4 bulan, kolik akan menghilang dengan sendirinya.Kolik adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi yang bisa hilang dengan sendirinya. Kondisi kolik juga tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin tertentu hingga pemberian ASI atau susu formula. Bahkan,bayi yang mengalami kolik dapat tetap tumbuh normal seperti anak-anak lain yang tidak pernah kolik saat kecil.

Penyebab kolik pada bayi

Secara pasti, penyebab kolik pada bayi memang belum diketahui. Umumnya kolik juga akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Beberapa kondisi umum yang bisa menjadi penyebab kolik pada bayi, di antaranya:
  • Sistem pencernaan yang mulai berkembang dan menimbulkan kejang pada otot bayi
  • Perut bayi kembung/begah
  • Hormon yang menyebabkan sakit perut atau suasana hati yang rewel
  • Terlalu sensitif atau terlalu terstimulasi oleh cahaya, kebisingan, dan semacamnya.
  • Bayi yang murung
  • Sistem saraf yang masih belum berkembang sempurna
Selain beberapa kondisi yang telah disebutkan, kolik pada bayi juga bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius. Sejumlah kondisi tersebut seperti:
  • Terdapat infeksi
  • Refluks asam atau masalah perut
  • Peradangan otak dan sistem saraf
  • Masalah mata, seperti goresan atau peningkatan tekanan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Cedera tulang, otot, atau jari
Patut diketahui, ada banyak hal yang menyebabkan bayi menangis dan tidak semua tangisan berarti kolik. Jika Anda khawatir terhadap kondisi si Kecil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menghindari komplikasi lebih lanjut.

Ciri-ciri bayi kolik

Bayi rewel dan sering menangis adalah hal yang wajar terjadi namun belum tentu merupakan gejala kolik. Kondisi rewel atau menangis tanpa henti juga bisa menjadi gejala masalah kesehatan lainnya. Pada bayi yang sehat, ciri-ciri bayi kolik di antaranya:
  • Periode menangis yang terprediksi. Bayi kolik umumnya akan menangis di jam atau waktu yang sama setiap hari, seperti hanya pada malam hari atau sore hari
  • Menangis yang intens dan sulit diredakan. Bayi bisa menangis terus menerus selama 1-3 jam dan bisa terjadi 3-4 kali dalam seminggu
  • Saat menangis, wajah bayi memerah, postur kaki melingkar atau terangkat ke perut dan otot perut kencang menjadi ciri menangis saat bayi mengalami kolik. Kemudian saat diraba, kakinya terasa dingin
  • Bayi menangis tanpa sebab yang jelas dan menangis dengan tiba-tiba

Cara mengatasi kolik pada bayi

Meski kolik adalah kondisi umum yang dapat hilang dengan sendirinya, namun sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, beberapa cara berikut dapat Anda terapkan untuk mengatasi kolik pada bayi.
  • Gendong bayi selama menangis, Anda bisa menggunakan gendongan kain atau selimut
  • Mandikan bayi dengan air hangat
  • Pijat perut bayi dengan lembut menggunakan minyak telon 
  • Mengendong bayi dengan posisi tegak saat menyusu dan bantu bayi bersendawa
  • Ubah pola makan atau ganti susu formula, karena bisa jadi penyebab bayi kolik adalah karena alergi
  • Ciptakan suasana tenang dengan meredupkan cahaya lampu dan memberikan alunan musik yang menenangkan
  • Ajak bayi jalan-jalan sambil mengajaknya berbicara
Selain melakukan perawatan di atas, pemberian probiotik dan obat pereda gas seperti simethicone juga dinilai ampuh untuk mengatasi kolik pada bayi. Namun, meski terbilang aman, konsumsi obat-obatan atau makanan tertentu tetaplah harus berdasarkan rekomendasi dokter. Teruslah mencoba berbagai metode dan menemukan cara yang menurut Anda sesuai untuk menenangkan si Kecil. Patut diingat, kolik pada bayi akan menghilang dengan sendirinya. Jadi, tetap jaga kondisi Anda agar kondisi kolik pada bayi tersebut tidak membuat kesehatan Anda menurun.

Kapan harus membawa bayi kolik ke dokter?

Gejala menangis atau rewel tidak selalu berarti bayi mengalami kolik. Jika cara-cara mengatasi kolik sudah Anda lakukan dan tangisan bayi tidak kunjung mereda bahkan hingga berhari-hari, Anda perlu memperhatikan kondisi kesehatannya.Segera periksa apakah bayi mengalami tanda-tanda sakit yang serius sehingga menyebabkan ia menangis tanpa henti. Adapan sejumlah kondisi berikut dapat menjadi tanda kapan Anda harus membawa si Kecil ke dokter anak:
  • Menangis terus menerus dan tangisan semakin parah 
  • Demam hingga 38 derajat
  • Kurang aktif dan tidak mau menyusu 
  • Feses bayi encer atau terdapat darah
  • Bayi muntah
  • Mengalami pertambahan atau pengurangan berat badan
  • Terasa tidak nyaman dan mengalami masalah pernapasan
Kolik pada bayi bisa menyebabkan energi orangtua terkuras. Untuk itu, tetap jaga kesehatan Anda dan atur gaya hidup yang sehat agar tidak mengalami sakit maupun stres. Mintalah bantuan orang-orang terdekat seperti pasangan atau pengasuh untuk mengatasi kolik pada bayi Anda.
tumbuh kembang bayikolik pada bayi
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-colic#1
BabyCenter. https://www.babycenter.com/0_colic-what-is-it_77.bc
Parents. https://www.parents.com/baby/care/colic/colic-101-what-it-is-and-what-to-do/
Diakses pada September 2018Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colic/symptoms-causes/syc-20371074#:~:text=Colic%20is%20frequent%2C%20prolonged%20and,seems%20to%20bring%20any%20relief. Diakses pada 28 Oktober 2020Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/colic/ Diakses pada 28 Oktober 2020Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/colic.html Diakses pada 28 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait