Ini Alasan Penderita Diabetes Wajib Kunjungi Dokter Spesialis Mata

10 Mei 2019 | Oleh Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Penderita diabetes wajib memeriksakan kondisi matanya secara rutin maupun berkala ke dokter spesialis mata.
Penderita diabetes wajib memeriksakan kondisi matanya secara rutin maupun berkala ke dokter spesialis mata.

Tahukah Anda? Diabetes termasuk salah satu penyakit yang banyak diidap oleh masyarakat Indonesia. Pada tahun 2017 saja, tercatat sekitar 10 juta penduduk Indonesia yang terkena penyakit ini. Jumlah ini pun terus bertambah pada tiap tahunnya.

Penyakit diabetes yang tidak terkendali dapat berpengaruh buruk pada kesehatan, khususnya mata. Kemampuan melihat penderita bisa berkurang secara bertahap jika kadar gula darahnya terus berada pada angka yang tinggi. Karenanya, diperlukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis mata agar komplikasi fatal bisa dihindari.

Penyakit mata yang kerap mengintai penderita diabetes

Penderita diabetes tidak hanya berurusan dengan kadar gula darah yang tinggi dalam tubuhnya saja. Tapi komplikasi diabetes pada mata juga perlu diwaspadai. Komplikasi apa sajakah yang mungkin menyerang mata penderita diabetes?

  • Katarak

Katarak bisa menjadi permanen bila terus dibiarkan. Dengan adanya kadar gula darah yang tinggi, masalah mata ini menjadi mudah untuk menyerang penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang terdapat di mata.

Untuk mengatasinya, Anda harus bisa menerapkan gaya hidup sehat. Terutama, menyusun pola makan yang rendah gula. Dengan demikian, risiko terkena katarak bisa dikurangi.

  • Glaukoma

Glaukoma juga bisa menyerang mata penderita diabetes. Penyakit ini akan menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf mata dan dapat memicu kebutaan permanen.

Pada penderita diabetes, peluang untuk terkena glaukoma meningkat menjadi dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan orang pada umumnya. Oleh sebab itu, kendalikan gula darah Anda dengan saksama.

  • Retinopati diabetes

Retinopati diabetes adalah penyakit mata karena pembuluh darah yang bengkak, bocor, atau tersumbat pada retina. Sebagai akibatnya, kualitas penglihatan penderita akan menurun.

Sama seperti kedua penyakit mata di atas, kadar gula darah yang terus-menerus berada pada angka yang tinggi akan meningkatkan risiko munculnya retinopati diabetes.

Cek mata ke dokter spesialis mata

Penderita diabetes pastinya perlu mengecek kondisi mata mereka secara rutin ke dokter spesialis mata. Kapankah waktu yang tepat?

Pemeriksaan mata rutin atau berkala disarankan bagi penderita diabetes berusia 12 tahun ke atas. Frekuensi pemeriksaan ini dianjurkan setahun sekali.

Apa saja yang akan dilakukan ketika pemeriksaan mata?

Ketika Anda menjalani pemeriksaan kondisi mata, dokter akan membubuhkan obat tetes mata. Dalam waktu sekitar waktu 15-20 menit, obat ini akan memperbesar bagian pupil mata Anda.

Dokter spesialis mata kemudian akan menggunakan alat khusus untuk mengambil foto retina mata sebanyak beberapa kali. Mata Anda mungkin akan terasa silau, namun tidak perlu panik karena cahaya tersebut tidak membahayakan Anda.

Selama pupil membesar, penglihatan Anda memang akan kabur dan sulit untuk melihat objek di dekat Anda. Rasa perih pada mata juga mungkin Anda alami.

Kondisi tersebut bisa berlangsung cukup lama, yaitu selama dua hingga enam jam. Meski begitu, kemampuan penglihatan Anda akan kembali normal setelahnya.

Selain menjaga kadar gula darah normal, memeriksakan mata ke dokter spesialis mata juga menjadi sebuah keharusan saat diabetes melanda tubuh Anda. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari karena penglihatan mata Anda yang menurun akibat komplikasi diabetes. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, bukan?

Referensi

International Diabetes Federation. https://www.idf.org/our-network/regions-members/western-pacific/members/104-indonesia.html
Diakses pada 30 April 2019

National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/diabetic/retinopathy
Diakses pada 30 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/diabetic-eye-screening/
Diakses pada 6 Mei 2019

American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/diabetic-eye-disease
Diakses pada 7 Mei 2019

Artikel Terkait:
Baca Juga
Back to Top