Retinoid Adalah Penangkal Kerutan yang Berasal dari Turunan Vitamin A


Retinoid adalah bahan aktif senyawa kimia turunan vitamin A. Retinoid terdiri atas beberapa jenis dan dikenal paling paten untuk atasi kerutan. Di samping mengatasi kerutan, retinoid juga memiliki manfaat lain yang mengesankan.

(0)
01 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Retinoid adalah turunan vitamin A yang dikenal ampuh atasi kerutanRetinoid adalah senyawa turunan vitamin A yang dikenal ampuh atasi kerutan
Retinoid adalah senyawa kimia turunan vitamin A yang kerap ditemukan dalam sejumlah produk perawatan kulit. Dalam bidang dermatologi, manfaat retinoid adalah mengobati jerawat, menjaga keremajaan kulit, mencerahkan kulit, mengurangi tanda penuaan, hingga mengatasi beberapa penyakit kulit tertentu. Retinoid pun hadir dalam berbagai jenis dengan tingkat kekuatan yang berbeda pula. Yuk, ketahui lebih jauh mengenai apa itu retinoid dalam artikel berikut ini. 

Apa itu retinoid?

Retinoid adalah kelompok turunan vitamin A yang kerap menjadi bahan aktif kandungan dalam berbagai produk perawatan kulit. Mengutip dari laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, senyawa kimia ini bekerja dengan mengatur pertukaran sel-sel kulit pada lapisan kulit paling atas. Ia merangsang sel-sel kulit baru untuk tumbuh, berganti, dan mati. Tak hanya itu, retinoid bekerja dengan menghambat proses pemecahan kolagen dan menebalkan lapisan kulit yang lebih dalam agar tanda-tanda penuaan tidak mudah muncul. Retinoid pertama kali disetujui penggunaanya untuk jerawat pada tahun 1971. Sejak saat itu, retinoid sangat digandrungi oleh skincare junkie karena diyakini membantu mengatasi banyak masalah kulit, terutama kerutan.Ada beragam jenis retinoid yang digunakan untuk mengatasi kerutan dan masalah kulit lain. Beberapa krim retinoid topikal, bahkan dijual secara bebas. Namun, untuk jenis kandungan retinoid dengan kekuatan yang lebih ‘super’, Anda harus mendapatkan resep dari dokter.

Retinoid adalah senyawa turunan vitamin A, apa saja jenis-jenis retinoid?

Seperti yang telah disebutkan di atas, retinoid terdiri dari berbagai jenis dengan tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Jenis-jenis retinoid adalah sebagai berikut. 

1. Retinyl palmitate

Salah satu jenis retinoid yang kekuatannya paling rendah. Retinyl palmitate mungkin bisa dipertimbangkan penggunaannya bila Anda memiliki kulit kering atau kulit sensitif. 

2. Retinoic acid

Retinoid resep dokter biasanya mengandung retinoic acid. Retinoic acid berfungsi untuk meningkatkan perbanyakan sel, meningkatkan produksi kolagen dan elastin, serta memperbaiki masalah hiperpigmentasi

3. Retinol

Retinol adalah kandungan bahan aktif dalam sejumlah produk perawatan kulit untuk mengatasi penuaan yang dijual bebas. Retinol berfungsi mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan garis halus di wajah. 

4. Retinaldehyde

Retinaldehyde adalah jenis retinoid yang kandungannya sedikit lebih kuat dibandingkan retinyl palmitate.Retinaldehyde cenderung memberi hasil yang efektif dan lebih cepat dibandingkan retinol. 

5. Adapalene 

Adapalene adalah retinoid yang bisa ditemukan tanpa resep dokter. Adapelene dapat digunakan oleh kulit sensitif karena minim menimbulkan iritasi. 

6. Tretinoin

Tretinoin adalah krim retinoid topikal yang diperoleh melalui resep dokter. Tretinoin dikenal pula dengan Retin-A. Kandungan yang lebih ringan pada tretinoin dapat membantu melawan tanda penuaan. Sedangkan, tretinoin dengan kandungan lebih kuat untuk mengobati jerawat meradang

7. Isotretinoin

Isotretinoin adalah retinoid dalam bentuk oral atau obat minum yang lebih efektif penggunaannya dibandingkan krim.Biasanya, isotretinoin digunakan untuk mengobati jerawat batu atau jerawat kistik. 

8. Tazarotene

Tazarotene adalah jenis retinoid yang paling kuat dan hanya dapat diperoleh berdasarkan resep dari dokter. 

Apa manfaat retinoid untuk kulit dan kecantikan?

Manfaat retinoid adaah mengurangi tanda penuaan
Kerutan bisa ditangani dengan penggunaan retinoid
Retinoid diyakini memiliki manfaat untuk mengatasi banyak masalah kulit. Adapun beberapa manfaat retinoid adalah sebagai berikut.

1. Mengurangi kerutan

Salah satu manfaat retinoid adalah mengurangi tampilan kerutan. Tretinoin, yang hanya didapatkan dari resep dokter, merupakan jenis retinoid pertama yang disetujui untuk mengatasi kerutan di kulit.Tretinoin bekerja dengan merangsang produksi kolagen serta mengontrol pembuluh darah baru di kulit sehingga kulit tampak lebih cerah. Retinoid juga membantu mengurangi penampakan bintik hitam akibat pertambahan usia, mengurangi bintik prakanker, dan mencegah kerusakan berlanjut akibat paparan sinar ultraviolet.Walau terlihat ‘ajaib’, penggunaan tretinoin membutuhkan waktu yang lebih lama, yakni 3-6 bulan. Hasilnya dapat dilihat setelah 6-12 bulan pemakaian.

2. Mengobati jerawat

Manfaat retinoid dilaporkan dapat membantu mengatasi jerawat dengan tingkat keparahan sedang hingga berat. Senyawa turunan vitamin A ini dapat membuka penyumbatan pori-pori kulit sehingga kandungan bahan aktif dalam produk lain bisa bekerja lebih optimal.Retinoid untuk jerawat juga bisa dilakukan dengan mencegah penumpukan sel kulit mati tak menyumbat pori-pori. Di samping itu, retinoid untuk jerawat diyakini bisa membantu mengurangi pembentukan bekasnya.

3. Meredakan psoriasis

Selain untuk jerawat dan kerutan, manfaat retinoid berikutnya adalah membantu mengatasi psoriasis. Psoriasis adalah masalah kulit kronis yang ditandai dengan kulit terlihat bersisik dan kemerahan. Dokter biasanya meresepkan krim retinoid yang dikombinasikan dengan steroid.

4. Mengatasi kutil

Manfaat retinoid yang menakjubkan adalah mengatasi kutil. Dokter mungkin akan meresepkan retinoid apabila jenis pengobatan lain tidak efektif menangani kondisi kulit ini.Retinoid bekerja dengan mengganggu pertumbuhan sel kutil di kulit. Bahan aktif ini berpotensi paling efektif untuk menangani kutil datar yang tumbuh di bagian punggung tanganSelain manfaat yang telah disebutkan di atas, fungsi retinoid juga memiliki potensi untuk memperbaiki tekstur kulit, tingkat hidrasi kulit, warna kulit, hingga pigmentasi secara keseluruhan.

Apa perbedaan retinoid dan retinol?

Meski sepintas memiliki fungsi yang sama, nyatanya ada perbedaan retinoid dan retinol. Beberapa perbedaan retinoid dan retinol, yaitu:

1. Konsentrasinya

Salah satu perbedaan retinoid dan retinol terletak pada kadar konsentrasinya. Retinoid umumnya memiliki kadar konsentrasi yang lebih tinggi. Sedangkan, retinol mempunyai kadar konsentrasi yang lebih rendah.

2. Cara kerjanya

Perbedaan retinoid dan retinol bisa dilihat melalui cara kerjanya. Retinol bekerja lebih lambat dibandingkan retinoid. Ini karena retinol yang umumnya dijual bebas dalam bentuk ester, seperti retinyl palmitate, retinyl linoleate, retinaldehyde, propionic acid, atau retinyl acetate, akan dikonversi menjadi retinoic acid. Semakin banyak tahap konversinya, maka semakin ‘lemah’ produknya.  Sementara, retinoid tidak membutuhkan banyak waktu untuk dikonversi. Maka, tak heran bila retinoid memiliki konsentrasi yang lebih kuat dibandingkan retinol. 

3. Cara memperolehnya

Perbedaan retinoid dan retinol juga dapat dilihat dari cara memperolehnya. Retinol bisa dengan mudah ditemui dalam sejumlah produk skincare, seperti serum atau krim wajah.Bahkan, beberapa produk skincare retinol dilengkapi dengan kandungan yang melembapkan kulit untuk meminimalisir kulit kering dan iritasi, serta antioksidan untuk mencerahkan kulit. Sedangkan, retinoid harus berdasarkan resep dokter. 

4. Hasil akhirnya

Perbedaan retinoid dan retinol dapat diperhatikan melalui lama waktu hasilnya. Meski melakukan fungsi yang sama, biasanya dibutuhkan waktu lebih lama untuk melihat hasil penggunaan retinol dibandingkan retinoid. 

Bagaimana cara aman menggunakan retinoid?

Layaknya kandungan bahan aktif pada produk skincare lain, efek samping retinoid juga tetap ada. Maka dari itu, gunakan retinoid dengan aman guna meminimalisir efek samping yang ditimbulkan. Cara aman menggunakan retinoid adalah sebagai berikut. 

1. Gunakan secara bertahap

retinoid adalah krim topikal yang sebaiknya digunakan bertahap
Gunakan krim retinoid topikal pada malam hari
Salah satu cara aman menggunakan retinoid adalah lakukan secara bertahap, terutama pada awal pemakaian. Ini karena krim retinoid adalah bahan aktif yang dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kemerahan, kulit kering, dan kulit mengelupas. Anda disarankan untuk melakukan tes pada sebagian kecil kulit dengan cara mengoleskan krim retinoid topikal guna melihat reaksinya. Jika tidak ada reaksi negatif yang ditimbulkan, Anda bisa menggunakannya pada wajah.Anda bisa menggunakan krim retinoid 1 malam dalam seminggu terlebih dahulu. Jika kulit tidak mengalami iritasi setelah 2 minggu, tingkatkan frekuensi pemakaian 2 malam selama 2 minggu. Pastikan Anda juga menggunakan retinoid dengan kadar konsentrasi yang lebih rendah. 

2. Pakai pada malam hari

Cara aman memakai krim retinoid adalah sebelum tidur di malam hari. Retinoid adalah senyawa kimia yang sensitif terhadap paparan sinar matahari. Itulah sebabnya, Anda hanya boleh menggunakan pada malam hari. 

3. Oleskan pelembap

Retinoid adalah bahan aktif skincare yang penggunaannya sebaiknya disertai dengan pelembap
Oleskan pelembap setelah menggunakan krim retinoid
Retinoid dapat menimbulkan efek samping berupa kulit wajah kering dan mengelupas. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan pelembap.Gunakan krim retinoid topikal seukuran kacang polong terlebih dahulu, tunggu beberapa menit. Kemudian, oleskan pelembap pada permukaan kulit secara merata. 

4. Gunakan sunscreen atau tabir surya

Krim retinoid topikal dapat menyebabkan kulit jadi rentan terbakar sinar matahari atau sunburn. Ini karena proses regenerasi sel-sel kulit yang terjadi pada permukaan kulit. Meski kulit tidak mengalami sunburn, kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari dapat terjadi. Untuk melindungi kulit, selalu gunakan sunscreen yang mengandung SPF minimal 30 setiap pagi hari. 

5. Retinoid tidak boleh dicampur dengan AHA dan benzoil peroksida

Perlu diketahui bahwa penggunaan krim retinoid tidak boleh dicampur dengan AHA dan benzoil peroksidaJadi, pastikan Anda selalu berhati-hati bila ingin menerapkan produk skincare secara berlapis. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pilihan rekomendasi penggunaan skincare yang tepat. 

Catatan dari SehatQ

Retinoid adalah senyawa kimia turunan vitamin A yang menjadi kandungan dalam produk perawatan kulit. Kandungan ini paling populer untuk mengatasi kerutan. Namun, retinoid juga memiliki efek positif untuk mengatasi jerawat, psoriasis, bahkan kutil.Akan tetapi, fungsi retinoid untuk wajah bisa didapat secara maksimal bila Anda menggunakannya dengan tepat dan dosis yang benar. Selalu ikuti petunjuk penggunaan pada label kemasan produk skincare yang mengandung retinoid. Bila muncul reaksi negatif, segera hentikan pemakaian produk dan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut seputar apa itu retinoid lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Pastikan Anda sudah mengunduhnya di sini
perawatan kulitkulit dan kecantikanproduk kecantikanperawatan wajah
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/retinoids-for-wrinkles
Diakses pada 19 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/psoriasis
Diakses pada 19 Mei 2020
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/retinoid-gel-and-cream-treatments
Diakses pada 19 Mei 2020
Skin Kraft. https://skinkraft.com/blogs/articles/what-is-retinol-benefits-how-to-use-it#what-to-consider-before-you-use-retinol
Diakses pada 15 Desember 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/retinol-vs-retin-a-4155865
Diakses pada 15 Desember 2020
Byrdie. https://www.byrdie.com/retinol-vs-retinoids
Diakses pada 15 Desember 2020
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. https://www.perdoski.id/article/detail/1107-serba-serbi-retinoid-kandungan-skincare-yang-lagi-hits-saat-ini
Diakses pada 15 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait