Mengenal Fungsi, Jenis, dan Harga Pembuatan Retainer Gigi

(0)
17 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi retainer gigi setelah pakai behelRetainer gigi berfungsi untuk menahan gigi yang baru selesai di behel agar tetap rapi
Setelah perawatan kawat gigi selesai, bukan berarti urusan Anda dengan alat-alat kedokteran gigi juga selesai. Sebab, Anda masih perlu menggunakan retainer gigi untuk mencegah susunan gigi kembali berantakan.Retainer gigi bentuknya berbeda dari behel. Meski sama-sama memiliki kawat untuk menahan gigi, retainer adalah alat yang bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh penggunanya.Alat ini sangat penting untuk digunakan. Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang sudah selesai menjalani perawatan behel, abai untuk memakainya. Akibatnya, perawatan dengan kawat gigi yang sudah dijalani bertahun-tahun bisa berujung sia-sia atau tidak maksimal. Sebab, susunan gigi yang tadinya sudah rapi, kembali berjejal atau miring.

Sebenarnya, apa itu retainer gigi?

Retainer gigi adalah alat yang harus digunakan setelah perawatan kawat gigi selesai dilakukan. Tujuannya, agar gigi yang masih dalam masa penyesuaian setelah kawat gigi yang digunakan berbulan-bulan atau bertahun-tahun dilepas, tidak kembali berantakan.Sebab setelah kawat gigi dilepas, jaringan penahan gigi atau yang disebut jaringan periodontal, masih lentur akibat pergerakan gigi yang terjadi selama masa pemasangan kawat. Sehingga, kalau tidak ditahan dengan retainer, gigi masih bisa bergerak dengan mudah.Dibutuhkan waktu beberapa bulan hingga jaringan pendukung tersebut kembali cekat dan gigi bisa kembali tertanam dengan baik. Jadi, selama beberapa bulan itulah Anda perlu menggunakan retainer untuk menahan posisi gigi.Biasanya, retainer digunakan selama 3-6 bulan setelah perawatan. Perbedaan durasi ini tergantung dari kondisi gigi masing-masing pasien.Instruksi penggunaannya pun bisa berbeda. Dokter gigi akan memberikan instruksi sesuai kondisi susunan gigi Anda. Sebagian pasien perlu memakai retainer sepanjang hari selama 3 bulan pertama, lalu hanya saat malam hari pada 3 bulan berikutnya.Sebagian lagi ada yang hanya perlu memakai retainer selama 3 bulan tapi sepanjang hari. Selebihnya harus memakai retainer selama 6 bulan tapi hanya pada malam hari.Retainer gigi adalah alat yang bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh penggunanya. Sehingga, Anda harus rutin memakainya sesuai instruksi. Keberhasilan perawatan ini ada di tangan Anda.

Jenis-jenis retainer gigi

Retainer gigi bisa dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung dari bahan baku dan durasi pemakaiannya. Berikut ini pembagiannya:

1. Retainer hawley

Retainer gigi jenis hawley
Retainer gigi jenis hawley paling sering digunakan
Retainer hawley adalah model retainer paling klasik di antara jenis lainnya. Pada retainer ini, terdapat kawat yang tertanam di dalam plat berbahan akrilik.Plat tersebut nantinya akan berperan sebagai dasar dan ditempatkan di langit-langit dan dasar mulut. Sementara itu, kawat yang ada akan menahan susunan gigi dari depan, seperti kawat gigi namun tanpa bracket.Retainer jenis ini biasanya lebih awet dan bisa digunakan bahkan saat Anda makan. Yang penting Anda langsung membersihkannya setelah itu. Kekurangannya, ukurannya yang cukup besar akan membuat cara Anda mengucapkan kata-kata akan terdengar berbeda dan mulut akan terkesan lebih penuh. Kawat yang ada juga berisiko membuat pipi bagian dalam dan gusi mengalami sariawan.

2. Retainer plastik

Retainer gigi transparan
Retainer gigi transparan terbuat dari plastik
Retainer yang terbuat dari plastik atau clear plastic retainer memiliki bentuk yang sama sekali berbeda dari retainer hawley. Retainer ini berbentuk seperti pelindung gigi yang sering digunakan para atlet saat bertanding, namun jauh lebih tipis sehingga mulut tidak terlihat penuh. Secara estetis, jenis ini lebih baik.Retainer ini dibuat khusus untuk masing-masing pasien karena harus menyesuaikan bentuk dan susunan gigi yang ada. Dokter gigi akan membentuk retainer ini sesuai cetakan gigi Anda.Selain lebih estetis, retainer gigi yang terbuat dari plastik juga tidak terlalu memengaruhi pengucapan, karena tidak membuat kesan penuh di dalam mulut. Bagi pasien, retainer jenis ini pun biasanya lebih nyaman digunakan.Kekurangannya, retainer plastik ini lebih mudah patah dan rusak. Selain itu, warnanya juga mudah berubah menjadi lebih kuning sehingga tidak lagi terlihat estetis. Saat menggunakan alat ini, gigi-gigi rahang atas dan bawah tidak bisa berkontak langsung, sehingga akan sulit jika digunakan untuk mengunyah.

3. Retainer cekat

Retainer gigi cekat (sumber: askanorthosontist)
Retainer cekat menempel permanen di belakang gigi (sumber foto: askanorthodontist)
Retainer cekat adalah retainer yang terpasang permanen di gigi dan tidak bisa Anda lepas dan pasang sendiri. Retainer ini dipasang di bagian belakang gigi yang menghadap lidah. Sehingga kelebihannya, Anda tidak akan terlihat sedang menggunakan retainer. Alat ini juga tidak akan memengaruhi cara pengucapan Anda.Kekurangannya, dengan adanya alat ini, Anda akan kesulitan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut secara maksimal karena keberadaan kawat yang menempel permanen di gigi. Kawat yang menempel juga berisiko mengiritasi lidah.Untuk memilih jenis retainer yang paling tepat, dokter akan menjelaskan lebih rinci kelebihan dan kekurangan masing-masing jenisnya pada Anda.

Cara membersihkan retainer gigi

Retainer gigi dipasang di dalam mulut. Artinya, alat ini juga bersentuhan dengan bakteri, plak, hingga sisa makanan yang ada di dalam mulut. Jika tidak rutin dibersihkan, alat ini bisa jadi sarang bakteri. Cara membersihkannya bisa berbeda, tergantung dari jenis yang digunakan.
  • Cara membersihkan retainer hawley

Anda bisa membersihkan kawat dan plat akriliknya dengan sikat dan pasta gigi. Lalu, Anda bisa menyimpannya di dalam wadah khusus yang tertutup agar alat tersebut tidak mudah dihinggapi kotoran dan debu. 
  • Cara membersihkan retainer plastik

Sementara pada retainer yang terbuat dari plastik, cara membersihkannya bisa sedikit berbeda dari retainer hawley. Diskusikan dengan dokter gigi Anda cara terbaik untuk merawat retainer tersebut agar tidak cepat rusak. 

Cara merawat retainer gigi

Selain rutin membersihkan retainer gigi, Anda juga perlu merawatnya dengan baik agar tetap higienis dan bisa digunakan dalam waktu yang lama. Berikut adalah beberapa cara merawat retainer gigi yang dapat Anda lakukan dari rumah:

1. Perhatikan kebersihan gigi dan mulut

Jika Anda menggunakan retainer gigi sepanjang hari, Anda harus lebih sering untuk menyikat gigi. Pasalnya, makanan dan minuman yang Anda konsumsi berisiko meninggalkan plak lebih banyak pada retainer. Apabila tidak segera dibersihkan, plak akan menumpuk dan akhirnya menimbulkan berbagai masalah gigi.

Kisaran harga retainer gigi

Kisaran harga retainer gigi bisa berbeda-beda, tergantung jenisnya. Pada beberapa klinik gigi maupun rumah sakit, biaya pembuatan retainer bisa saja sudah termasuk ke dalam pembayaran awal saat Anda memulai perawatan behel. Namun, ada juga yang pembayarannya dibedakan.Retainer hawley umumnya lebih murah dari clear retainer, tapi perbedaannya biasanya tidak terlalu jauh. Baik retainer hawley maupun clear retainer harganya bisa berkisar antara Rp 1.500.000-2.000.000, tergantung dari klinik dan kondisi gigi.Beberapa klinik memasang harga lebih rendah atau tinggi dari rentang tersebut. Biasanya, hal ini terpengaruh dari lokasi klinik hingga kondisi gigi pasien.Jika dokter mewajibkan Anda memakai retainer gigi, sebaiknya janganlah abai dalam mematuhinya. Tentu akan sangat disayangkan jika perawatan behel yang sudah dijalani bertahun-tahun rusak karena Anda malas menggunakan retainer selama beberapa bulan.
kesehatan gigigigi goyangkawat gigi
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/braces-and-retainers#3
Diakses pada 3 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/retainer-types
Diakses pada 3 Juni 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/retainers.html
Diakses pada 3 Juni 2020
Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Post Orthodontic Retention. http://cendrawasih.a.f.staff.ugm.ac.id/wp-content/pdgi-bali-timur-relaps5.pdf
Diakses pada 3 Juni 2020
Web MD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/care-of-braces-retainers#1
Diakses pada 4 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/how-to-clean-retainers#risks-and-warnings
Diakses pada 4 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait