Rentan Serang Anak-Anak, Ini Cara Mencegah Terkena Gastroenteritis Akut

(0)
24 Jul 2020|Azelia Trifiana
Gastroenteritis akut adalah flu perut dengan gejala mengalami diare dan muntahGastroenteritis rentan serang anak-anak
Gastroenteritis akut adalah flu perut dengan gejala mengalami diare dan muntah. Penderita gastroenteritis mengalami iritasi dan peradangan tak hanya di perut namun juga di ususnya. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus.Penularan gastroenteritis akut bisa terjadi lewat makanan, air, atau kontak dengan orang lain. Penyakit ini paling umum dialami anak-anak. Di penjuru dunia, gastroenteritis akut dialami 3-5 miliar anak tiap tahunnya serta menyumbang 2,5 juta kematian anak-anak setiap tahunnya.

Penyebab gastroenteritis akut

Ada banyak cara seseorang bisa mengalami gastroenteritis akut, seperti:
  • Infeksi virus

Penyebab paling umum terjadinya gastroenteritis akut adalah virus yaitu rotavirus dan norovirus. Bahkan di penjuru dunia, rotavirus merupakkan penyebab diare paling umum pada anak-anak. Seseorang dapat terkontaminasi virus ini ketika kontak dengan orang yang sudah memiliki virus sebelumnya atau tidak mencuci tangan setelah ke kamar mandi.
  • Infeksi bakteri

Meskipun tidak sebanyak virus, bakteri E. coli dan Salmonella juga bisa menyebabkan gastroenteritis akut. Biasanya, penyebarannya lewat makanan yang tidak diolah dengan matang seperti daging setengah matang atau olahan protein hewani lainnya.
  • Parasit

Parasit juga dapat mengakibatkan gastroenteritis akut. Seseorang bisa terkena parasit seperti giardia dan cryptosporidium ketika tanpa sengaja menelan air yang terkontaminasi. Contohnya air di kolam renang umum atau saat minum air terkontaminasi.
  • Paparan zat beracun

Selain virus, bakteri, dan juga parasit, paparan zat metal seperti arsenik hingga merkuri di air minum juga bisa memicu gastroenteritis akut. Waspadai juga substansi beracun yang mungkin ada di beberapa jenis makanan laut.
  • Konsumsi obat

Orang yang mengonsumsi obat jenis tertentu seperti antibiotik, antacid, laksatif, dan obat untuk kemoterapi juga bisa mengalami gastroenteritis akut. Apabila ini terjadi, diskusikan dengan dokter untuk tahu alternatifnya.

Gejala gastroenteritis akut

Hal yang perlu diwaspadai ketika mengalami gastroenteritis akut adalah risiko mengalami dehidrasi. Terlebih, frekuensi diare dan muntah bisa cukup sering. Gejala awal dehidrasi adalah kulit kering, bibir pecah-pecah, merasa sangat haus hingga sakit kepala.Gejala saat seseorang menderita gastroenteritis akut adalah:
  • Diare
  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Demam
Bergantung pada penyebabnya, gastroenteritis akut bisa menunjukkan gejala dalam periode 1-3 hari setelah terinfeksi. Gejalanya biasanya dirasakan 1-2 hari namun tak menutup kemungkinan bisa bertahan hingga 10 hari.Terkadang, gejala gastroenteritis akut kerap disalahartikan sebagai diare karena bakteri seperti Clostridium difficile, Salmonella, dan E. coli.

Cara penanganan gastroenteritis aku

Berbeda pemicu dan usia, akan berbeda pula cara penanganan gastroenteritis akut. Beri perhatian lebih pada anak-anak yang mengalami gastroenteritis akut karena rentan mengalami dehidrasi.Anak-anak sebaiknya segera ke dokter apabila:
  • Demam tinggi
  • Sangat lemas
  • Merasa tidak nyaman dan kesakitan
  • Diare berdarah
  • Menunjukkan gejala dehidrasi
  • Muntah tak kunjung berhenti
Sementara orang dewasa perlu mendapatkan penanganan medis apabila:
  • Selalu muntah setiap mendapat asupan cairan dalam periode 24 jam
  • Muntah selama 2 hari (bahkan ada darah)
  • Dehidrasi
  • Ada darah saat BAB
  • Demam tinggi
Penanganan medis yang akan diberikan paling utama adalah memberikan asupan cairan. Selain itu, bergantung pada pemicunya dokter juga akan meresepkan obat yang sesuai. Contohnya antibiotik untuk mengatasi gastroenteritis akut akibat bakteri. Jika kondisinya sangat mengkhawatirkan, perawatan inap di rumah sakit bisa jadi pilihan.

Mencegah terkena gastroenteritis

Penting untuk mengetahui apa saja cara yang perlu dilakukan demi terhindar dari gastroenteritis, seperti:
  • Vaksinasi anak untuk mencegah infeksi rotavirus
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Menggunakan peralatan pribadi seperti alat makan dan handuk
  • Hanya minum air kemasan yang masih tersegel
  • Hindari es batu karena bisa terbuat dari air yang terkontaminasi
  • Hindari makanan mentah atau konsumsi sayur dan buah tanpa dicuci
Idealnya, langkah pencegahan ini juga diajarkan kepada anak-anak mengingat gastroenteritis akut sangat rentan diderita anak-anak. Bahkan, angka kematian tertinggi akibat gastroenteritis akut ada pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Catatan dari SehatQ

Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat adalah langkah awal tak hanya untuk mencegah terinfeksi gastroenteritis akut, tapi juga penyakit-penyakit lainnya.
penyakitmasalah pencernaangangguan pencernaan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847
Diakses pada 9 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/gastroenteritis#1
Diakses pada 9 Juli 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3108653/
Diakses pada 9 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait