Rekomendasi Sayuran untuk Bayi 6 Bulan untuk MPASI Perdana

(0)
24 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu sayuran untuk bayi 6 bulan yang direkomendasikan adalah ubi jalarUbi jalar termasuk salah satu sayuran untuk bayi 6 bulan yang direkomendasikan
Memilih jenis sayuran untuk bayi 6 bulan mungkin terlihat seperti hal yang sepele, namun tidak bagi ibu yang akan memulai makanan pendamping air susu ibu (MPASI) perdana bagi Si Kecil. Dalam hal ini, ada dua pertanyaan yang biasanya muncul, yakni apa saja sayuran yang sebaiknya Anda berikan? Serta, adakah sayuran yang justru harus dihindari demi kesehatan buah hati Anda?Bukan rahasia lagi bahwa sayuran memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh anak. Di sisi lain, sayuran juga kerap menjadi ‘musuh’ bagi anak berusia lebih besar yang sudah mengenal lebih banyak rasa, mulai dari manis, asin, gurih, asam, dan lain-lain.Oleh karena itu, mengenalkan sayur sejak usia bayi 6 bulan bisa jadi tahapan krusial bagi anak. bahkan, tidak sedikit ibu yang beranggapan sayuran harus diperkenalkan terlebih dahulu sebelum buah-buahan agar anak tidak menolak makan sayuran di kemudian hari.Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri menampik anggapan ini. Menurut IDAI, sayur dan buah bisa dikenalkan secara bersamaan karena tidak ada bukti bahwa mengenalkan buah terlebih dahulu akan mempersulit anak dalam mengonsumsi sayur.

Apa saja jenis sayuran untuk bayi 6 bulan?

IDAI juga menekankan tidak ada urutan tertentu dalam mengenalkan bahan makanan pada bayi, termasuk sayuran. Dengan kata lain, Anda dapat memberi sayuran untuk bayi 6 bulan bisa berupa apa pun, asalkan dicuci dengan bersih dan dimasak hingga matang.Meskipun demikian, ada beberapa sayuran untuk bayi 6 bulan yang dapat Anda prioritaskan pemberiannya, seperti:

1. Ubi jalar

Ubi jalar mengandung beta karoten yang baik bagi tubuh bayi. Selain itu, ubi merah memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur yang lebih lembut dibanding ubi kuning atau ubi ungu sehingga bayi akan lebih menyukainya.

2. Wortel

Mirip dengan ubi, wortel juga memiliki rasa yang relatif manis dan warna yang menarik mata bayi sehingga bisa dijadikan puree kemudian dicampur dengan ASI atau susu formula sebelum diberikan pada bayi.

3. Edamame

Edamame kaya akan nutrisi, termasuk serat. Untuk mengonsumsinya, tanaman polong-polongan ini dapat dikukus terlebih dahulu sebelum dilumatkan dan dicampur dengan ASI atau susu formula.

4. Buncis

Kaya akan vitamin A dan serat, buncis bisa dijadikan sayuran untuk bayi 6 bulan yang baik asalkan dihaluskan hingga lumat dan dicampur dengan ASI maupun susu formula terlebih dahulu sebelum diberikan pada Si Kecil.

5. Brokoli

Tidak diragukan lagi bahwa brokoli merupakan sayuran untuk bayi 6 bulan yang baik. Sayuran ini kaya akan vitamin (C, K, dan B9), mineral, serat, hingga protein nabati yang berguna bagi kesehatan bayi.Selain sayuran-sayuran di atas, Anda juga dapat memberi kol, bayam, asparagus, kale, atau jenis sayuran lain. Anda mungkin harus mengenalkan sayuran tersebut beberapa kali sebelum bayi terbiasa dan mau makan sayur.

Tips memberikan sayuran untuk bayi 6 bulan

Dalam memberi sayuran untuk bayi 6 bulan, ada beberapa tips dasar yang dapat Anda ikuti, yaitu:
  • Pastikan Anda memasak sayur hingga lunak, misalnya dengan cara dikukus atau dipanggang.
  • Setelah sayuran matang dan lunak, lumatkan ke dalam bentuk puree atau Anda bisa memberikannya dalam bentuk finger food.
  • Kombinasikan pemberian sayuran dengan rasa manis (wortel dan ubi) dan cenderung pahit (brokoli, bayam, atau kol) agar anak memiliki pengalaman mencicipi rasa yang lebih beragam dan tidak tumbuh menjadi picky eater.
  • Tidak perlu menambahkan garam atau gula pada sayuran untuk bayi 6 bulan.
  • Kenalkan dengan porsi sedikit terlebih dahulu, kemudian tingkatkan jumlahnya secara perlahan seiring bertambahnya usia bayi.
  • Pastikan bentuknya tidak terlalu besar untuk menghindari bayi tersedak.

Adakah sayuran yang harus dihindari?

Satu-satunya makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi 6 bulan hanyalah madu karena berpotensi mengakibatkan botulisme. Selain itu, jangan beri kacang-kacangan yang tidak dimasak atau dihancurkan terlebih dahulu karena dikhawatirkan membuat bayi tersedak.Jika bayi Anda mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi sayuran yang berpotensi menimbulkan alergi (seperti kacang-kacangan), hentikan pemberiannya. Bila perlu, Anda dapat memeriksakan kondisinya ke dokter sambil berkonsultasi mengenai strategi pemberian sayuran untuk bayi 6 bulan yang tepat.
mpasibuah dan sayuran
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana
Diakses pada 12 Juli 2020
Parents. https://www.parents.com/recipes/baby-food/baby-puree-recipes-to-make-at-home/?
Diakses pada 12 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-broccoli
Diakses pada 12 Juli 2020
NHS. https://www.nhs.uk/start4life/weaning/what-to-feed-your-baby/around-6-months/
Diakses pada 12 Juli 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/
Diakses pada 12 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait