5 Rekomendasi Pembersih Wajah Alami yang Bisa Dibuat Sendiri

Selain cuka apel, ada berbagai pembersih wajah alami lainnya
Cuka apel merupakan salah satu pembersih wajah alami

Anda merasa tidak cocok dengan jenis pembersih wajah komersial yang dijual di pasaran? Jika iya, tidak ada salahnya Anda beralih dengan mencoba membuat sendiri pembersih wajah alami yang digadang-gadang memiliki lebih sedikit efek samping pada kulit ini.

Nah, sebelum Anda mengetahui bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai pembersih wajah, ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu jenis kulit wajah Anda. Beda jenis kulit, maka beda pula jenis pembersih wajah alami yang sebaiknya Anda gunakan.

Mengenal lima tipe kulit manusia

Secara garis besar, terdapat lima jenis kulit manusia, yaitu:

  • Normal: kondisi ideal kulit karena ia tidak terlalu kering, tapi juga tidak terlalu berminyak, serta pori-pori tidak terlihat.
  • Kering: pori-pori tidak terlihat, tapi kerutan terlihat jelas, kasar, dan kusam.
  • Berminyak: pori-pori besar, kusam, dan berminyak, serta ada jerawat atau noda lainnya.
  • Kombinasi: normal di beberapa bagian, tapi berminyak di bagian lain (terutama area hidung, kening, dan dagu).
  • Sensitif: kulit sering terasa gatal, terbakar, kering, dan kemerahan.

Jika Anda merasa ragu dengan jenis kulit Anda sendiri, tidak ada salahnya memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Anda pun dapat meminta rekomendasi mengenai pembersih wajah alami yang cocok bagi kondisi kulit Anda tersebut.

Rekomendasi pembersih wajah alami

Setelah mengenali jenis kulit, kini Anda dapat memilih dan membuat sendiri pembersih wajah alami dari bahan-bahan natural. Berikut rekomendasinya yang dapat Anda coba.

  • Minyak kelapa

Bahan alami yang satu ini cocok dijadikan sebagai pembersih wajah karena mengandung asam linoleik yang membantu melawan jerawat dan asam laurik yang dapat menghidrasi kulit. Minyak kelapa dapat dijadikan pembersih wajah alami sekaligus pelembap, tapi kurang cocok digunakan oleh tipe kulit berjerawat.

Cara penggunaannya adalah dengan membalurkan minyak ke seluruh bagian wajah, kemudian lakukan pijatan lembut. Biarkan selama 15 menit, kemudian bersihkan dengan handuk bersih.

  • Yogurt

Sebagai pembersih wajah alami, yogurt sangat baik digunakan pada kulit kering karena dapat melembapkan kulit dan mengurangi kerutan halus. Yogurt juga mengandung protein dan asam laktat yang membantu mengangkat sel kulit mati dan menghilangkan racun dari permukaan kulit wajah.

Cara penggunaan yogurt mirip dengan penggunaan minyak kelapa. Anda tinggal membalurkannya ke wajah dan melakukan pijatan lembut setelahnya.

  • Cuka apel

Cuka apel sudah lama digunakan sebagai pembersih wajah alami yang mengandung asam malat. Cuka ini dipercaya dapat mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, hingga menghilangkan jerawat.

Penggunaannya mirip dengan toner, tapi cuka apel harus selalu dicampur dengan pelarut agar tidak menumbulkan iritasi kulit. Pelarut yang dimaksud bisa berupa air atau minyak carrier seperti minyak kelapa.

  • Lemon dan madu

Kombinasi dua bahan ini akan menghasilkan pembersih wajah alami yang sekaligus bertindak sebagai pelembap dan antiseptik. Madu merupakan antibakteri yang mencegah timbulnya jerawat serta penuaan dini, sedangkan air lemon mengandung vitamin C yang dapat bertindak sebagai antioksidan.

Cara penggunaan pembersih wajah alami ini adalah mencampur kedua bahan tersebut, lalu mengoleskannya ke seluruh area wajah, kecuali dekat mata. Biarkan selama 15-20 menit, lalu bilas dengan air hingga bersih.

  • Anggur dan putih telur

Anggur mengandung vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan, sedangkan putih telur mengandung protein yang melembapkan kulit. Anda dapat mencampur satu putih telur dengan 6-7 buah anggur dengan cara diblender, kemudian mengaplikasikannya pada wajah dan membilasnya dengan air bersih.

Tetap waspadai reaksi alergi

Sekalipun bahan-bahan alami dianggap lebih aman dan minim efek samping, bukan tidak mungkin Anda dapat mengalami reaksi alergi, seperti:

  • Eksim (dermatitis atopik): ditandai dengan kulit yang kering, sensitif, dan gatal, atau bahkan bernanah (pada kasus yang parah).
  • Biduran: ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang terasa gatal, berwarna merah, serta berubah menjadi putih ketika ditekan.
  • Dermatitis kontak: ditandai dengan rasa gatal, merah, dan benjol di kulit.

Ketika Anda mengalami gejala-gejala di atas, hentikan pemakaian pembersih wajah alami tersebut. Bila gejala alergi tidak membaik dalam beberapa hari, periksakan masalah Anda ke dokter kulit.

WebMD. https://www.webmd.com/beauty/whats-your-skin-type
18 Februari 2020

ACAAI. https://acaai.org/allergies/types/skin-allergies
18 Februari 2020

The Healthy. https://www.thehealthy.com/beauty/face-body-care/natural-face-cleansers/
18 Februari 2020

Artikel Terkait