Rekomendasi Obat Batuk untuk Ibu Menyusui dan Alternatifnya

Ada beberapa obat batuk untuk ibu menyusui yang bisa digunakan
Obat batuk untuk ibu menyusui tidak bisa dikonsumsi sembarangan

Batuk dapat menyerang siapa saja, tidak terkecuali ibu menyusui. Jika sudah begini, adakah obat batuk untuk ibu menyusui yang aman digunakan?

Sama seperti saat hamil, ibu menyusui tidak boleh meminum obat apa pun secara serampangan. Pasalnya, kandungan dalam obat tersebut bisa berpindah pada air susu ibu (biasanya kurang dari satu persen) sehingga sedikit-banyak juga akan memengaruhi kondisi bayi Anda.

Untuk mengetahui obat batuk ibu menyusui yang aman, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jika tidak, Anda minimal harus mengecek komposisi obat batuk tersebut sebelum meminumnya dan pastikan kandungan aktifnya memang aman untuk ibu menyusui.

Obat batuk untuk ibu menyusui yang relatif aman

Batuk adalah gejala yang berhubungan dengan masalah kesehatan lainnya, yakni flu atau alergi. Batuk flu bisa sembuh sendiri tanpa obat dalam 1-2 minggu, sedangkan batuk alergi bisa berhenti jika Anda menghindari pemicu alergi yang menyebabkannya.

Meskipun demikian, batuk bisa sangat mengganggu aktivitas, termasuk pada ibu menyusui. Untuk itulah, Anda dapat meredakan batuk dengan penggunaan obat yang tepat.

Obat batuk yang beredar di pasaran biasanya mengandung lebih dari satu bahan aktif yang dapat meredakan batuk. Beberapa zat tersebut aman dikonsumsi oleh ibu menyusui, beberapa lainnya tidak.

Bahan-bahan dalam obat batuk ibu menyusui yang relatif aman dikonsumsi, di antaranya:

  • Paracetamol

Paracetamol bukanlah obat batuk, bahkan ini tidak bisa digunakan untuk meredakan batuk. Namun, paracetamol dapat meredakan gejala yang menyertai batuk, misalnya nyeri otot, pusing, dan demam (bila ada).

Dengan kata lain, paracetamol dapat mengurangi ketidaknyamanan yang menyertai batuk sambil menunggu infeksi virusnya reda. Paracetamol juga aman digunakan oleh ibu menyusui, sekalipun diminum sedikit melebihi dari dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

  • Dekongestan

Obat batuk dekongestan yang mengandung pseudoephedrine dan phenylephedrine, sering digunakan untuk mengatasi batuk karena infeksi virus flu. Dekongestan tergolong sebagai obat batuk untuk ibu menyusui yang relatif aman, namun cara kerja obat ini dapat memengaruhi kegiatan menyusui Anda.

Dekongestan meringankan batuk dengan menyempitkan pembuluh darah di sekitar hidung sehingga Anda dapat bernapas lebih lega. Di sisi lain, penyempitan pembuluh darah juga dapat memengaruhi pasokan darah ke payudara sehingga produksi ASI juga ikut terganggu.

Jejak zat dalam dekongestan juga dapat menyebabkan beberapa bayi rewel. Namun, efek samping pada bayi ini dapat diminimalisir jika Anda menggunakan obat dekongestan yang berbentuk semprot hidung alias nasal spray.

Satu hal yang perlu dicatat, Anda sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi pseudoephedrine karena dapat menurunkan jumlah ASI.

  • Antihistamin

Antihistamin dapat digunakan pada batuk yang disebabkan oleh reaksi alergi. Obat batuk ibu menyusui jenis ini biasanya mengandung diphenhydramine dan chlorpheniramine (mengakibatkan mengantuk), atau loratadine dan fexofenadine (tidak menyebabkan kantuk).

  • Dextromethorpan

Obat batuk ibu menyusui ini digunakan bila batuk Anda sangat mengganggu. Obat ini bisa dibeli bebas, namun sebaiknya hanya dikonsumsi dengan resep dokter.

Meski dicap sebagai obat batuk untuk ibu menyusui yang aman, selalu perhatikan reaksi bayi setelah Anda menggunakan obat-obatan di atas. Sebaiknya, hentikan pemakaian obat jika bayi mengalami perubahan perilaku, seperti sangat rewel, sering mengantuk, malas menyusu, atau memperlihatkan sikap yang tidak seperti biasanya.

Untuk meminmalisir efek samping, Anda dapat mengambil langkah aman dalam meminum obat ketika menyusui. Gunakan dosis serendah mungkin, minum obat setelah bayi menyusu atau baru saja tertidur, dan sebisa mungkin gunakan cara alternatif selain meminum obat batuk.

Alternatif penggunaan obat batuk untuk ibu menyusui

Saat hamil dan menyusui, Anda sebaiknya lebih mengutamakan cara-cara alternatif yang lebih alami dalam meredakan gejala batuk. Cara-cara yang direkomendasikan adalah:

  • Perbanyak istirahat dan tidur
  • Pastikan lingkungan Anda selalu hangat
  • Minum banyak cairan
  • Berkumur dengan air garam untuk mengurangi nyeri pada tenggorokan.

Anda juga dapat menghisap permen lozenges untuk meredakan tenggorokan. Minum air hangat yang dicampur lemon dan madu juga dapat membantu membuat jalan napas lebih lega.

Bila batuk Anda tidak reda setelah menggunakan obat batuk ibu menyusui di atas, jangan langsung beralih pada obat herbal. Sebaliknya, periksakan diri Anda ke dokter agar batuk Anda dapat ditangani sesuai dengan penyebabnya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/cold-medicine-while-breast-feeding
Diakses pada 17 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279542/
Diakses pada 17 Januari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/medicines/can-i-take-cough-and-cold-remedies-while-i-am-breastfeeding/
Diakses pada 17 Januari 2020

Department of Health, Government of Western Australia. https://healthywa.wa.gov.au/Articles/J_M/Medications-and-breastfeeding
Diakses pada 17 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/common-cold-or-allergy-symptoms
Diakses pada 17 Januari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed