Rekomendasi Jenis Gizi Lansia agar Tetap Sehat di Usia Tua

(0)
19 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada beberapa jenis gizi lansia yang wajib dipenuhiApel dapat memenuhi beberapa gizi yang dibutuhkan lansia
Mengonsumsi makanan yang bernutrisi merupakan hal yang penting bagi setiap orang di semua usia, apalagi orang lanjut usia. Gizi lansia harus benar-benar diawasi oleh dokter ataupun ahli gizi yang kompeten agar mereka tetap dapat menjalani hidup yang berkualitas, sekalipun telah divonis mengidap penyakit tertentu.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan lansia merupakan kelompok umur yang rentan menderita berbagai penyakit yang timbul akibat kurangnya nutrisi yang mereka konsumsi. Belum lagi, metabolisme para lansia memang mengalami degradasi fungsi secara alami karena proses penuaan.Penyakit yang identik dengan lansia, seperti kanker usus, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan osteoporosis, disebabkan oleh kesalahan pola makan selama masa hidupnya. Hal ini diperparah dengan perubahan pola makan lansia, seperti mengurangi takaran makan dan kurang variatifnya menu yang mereka konsumsi.Lalu, seperti apa panduan pemenuhan gizi lansia yang disarankan? Berikut pembahasannya.

Jenis gizi lansia yang sebaiknya dikonsumsi

Beda usia, maka beda pula kebutuhan seseorang akan gizi atau nutrisi yang bisa didapat dari makanan. Pada orang lanjut usia, gizi yang sebaiknya dipenuhi adalah:

1. Kalsium dan vitamin D

Kalsium dan vitamin D merupakan salah satu jenis gizi lansia yang paling penting. Orang yang sudah berusia di atas 65 tahun butuh lebih banyak kandungan nutrisi ini untuk memastikan tulang mereka tetap kuat dan tidak rentan terkena osteoporosis.Selain dari susu, vitamin D dan kalsium juga bisa didapat dari sayuran hijau, ikan berlemak, hingga telur. Jika Anda ingin minum suplemen, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang dosis dan jenis yang tepat.

2. Vitamin B12

Tubuh orang yang sudah berusia di atas 50 tahun biasanya kurang optimal dalam menyerap vitamin B12. Untuk meningkatkan kadar vitamin ini di dalam tubuh, Anda dapat memperbanyak makan daging, ikan, maupun suplemen B12 sesuai petunjuk dokter.

3. Serat

Serat merupakan gizi lansia yang penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Serat, seperti yang terdapat pada buah dan sayur, juga dapat menurunkan risiko lansia terkena penyakit jantung hingga diabetes.

4. Kalium

Mengonsumsi makanan yang kaya kalium, apalagi juga rendah sodium (garam) dapat menurunkan risiko Anda terkena hipertensi. Untuk menambah rasa masakan yang rendah garam, Anda dapat mengakalinya dengan menambah rasa lain lewat rempah yang banyak terdapat di Indonesia.Kebutuhan gizi lansia sangat tergantung pada kondisi kesehatan lansia itu sendiri. Untuk mengetahui secara pasti kebutuhan nutrisi Anda, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter maupun ahli gizi.

Pola makan untuk memenuhi gizi lansia

Untuk memastikan Anda tetap sehat di usia senja, pola makan Anda juga harus sehat dan bergizi. Berikut tips umum yang dapat Anda lakukan:
  • Mengonsumsi makanan bergizi tinggi yang rendah kalori, seperti beragam sayur dan buah, gandum utuh (termasuk oatmeal dan nasi merah), susu tanpa atau rendah lemak serta kaya vitamin D dan kalsium, aneka protein seperti hewan laut, unggas, daging merah, dan telur.
  • Hindari makanan yang tidak bergizi, seperti keripik, permen, kue kering, dan alkohol.
  • Pilih makanan yang rendah lemak dan kolesterol, terutama kandungan lemak jenuh dan lemak trans.
  • Minum lebih banyak air, apalagi bagi lansia yang sudah mulai kehilangan rasa haus.
  • Bergerak aktif, misalnya sering berolahraga ringan, seperti berjalan kaki atau taichi.
Sementara bagi lansia yang memiliki beberapa masalah kesehatan, misalnya diabetes dan hipertensi, ikuti anjuran gizi lansia dan minum obat sesuai rekomendasi dokter. Jika Anda mengalami kesulitan makan atau menelan, makanlah dengan tekstur yang lebih lembut atau sambil minum air putih saat makan.Jika Anda masih memiliki keluhan seputar makan atau pemenuhan gizi, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter.
nutrisi lansia
WHO. https://www.who.int/nutrition/topics/ageing/en/index1.html
Diakses pada 7 Agustus 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2682454/
Diakses pada 7 Agustus 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/nutritionforolderadults.html
Diakses pada 7 Agustus 2020
Eat Right. https://www.eatright.org/health/wellness/healthy-aging/special-nutrient-needs-of-older-adults
Diakses pada 7 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait