Salah satu jajanan anak sehat adalah yogurt
Yogurt merupakan jajanan anak yang direkomendasikan

Maraknya pemberitaan mengenai jajanan anak yang berbahaya membuat orangtua resah. Maklum, anak dan jajan bagai dua mata uang yang tak terpisahkan, sekalipun Anda sering membawakannya bekal ke sekolah atau menyediakan camilan homemade yang menyehatkan di rumah.

Meskipun demikian, orangtua tidak perlu khawatir karena jajanan anak juga ada yang baik dan bahkan menyehatkan lho. Ya, Kementerian Kesehatan maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memiliki panduan mengenai standar jajanan anak yang aman dikonsumsi maupun yang sebaiknya dihindari.

Apa saja jajanan yang dimaksud?

Jajanan anak yang aman dan sehat

Dalam memilih jajanan anak yang aman, Kementerian Kesehatan meminta orangtua untuk memilih makanan atau minuman yang mengandung empat nutrisi penting yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembangnya. Keempat nutrisi itu adalah:

  • Protein, yang dapat mendukung kecerdasan, kekebalan, dan pertumbuhan Si Kecil.
  • Lemak, yang dapat menjadi sumber kecerdasan dan kekebalan.
  • Karbohidrat, yang merupakan sumber energi, kekuatan, dan tenaga.
  • Vitamin dan mineral, yang menjadi dapat menyehatkan, membuat bugar, dan tidak rentan terkena penyakit.

Jajanan anak yang baik juga harus bersih dan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Sebisa mungkin pilih jajanan yang sudah dimasak, tidak bau tengik, atau bau asam.

Bila jajanan tersebut merupakan makanan kemasan, periksa komposisi penyusunnya dan pastikan makanan tersebut mengandung gizi yang baik dan belum kadaluwarsa. Namun bila jajanan anak tidak berlabel (misalnya lemper, donat, lontong, dan lain-lain), pastikan kemasannya masih dalam kondisi baik dan belum basi.

Berdasarkan kriteria tersebut, berikut rekomendasi jajanan anak yang aman dan sehat beserta kandungan nutrisinya:

  • Bubur ayam

BPOM menggolongkan bubur ayam sebagai salah satu jajanan anak yang merupakan makanan utama. Dilihat dari kandungan nutrisinya, bubur ayam merupakan jenis pangan yang tinggi kalori (200-an per mangkok) yang sebagian besarnya didapat dari karbohidrat di dalam nasi yang dimasak encer tersebut.

Selain itu, bubur ayam juga mengandung protein, lemak, dan serat yang penting bagi tubuh si Kecil. Hanya saja, Anda harus mengontrol kadar sodium (garam) di dalam jajanan anak yang satu ini agar tidak melebihi ambang batas aman harian.

  • Susu

Bukan rahasia lagi bahwa susu adalah salah satu jajanan anak yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan. Akademi Kedokteran Anak Amerika (AAP) bahkan merekomendasikan anak-anak mengonsumsi 2-3 gelas susu per hari.

Susu sapi mengandung protein, kalsium, potasium, vitamin B-12, serta vitamin D yang terfortifikasi. Jika anak memiliki intoleransi laktosa pada susu sapi, cobalah alternatif susu lainnya, seperti susu kedelai atau susu kambing.

  • Yogurt

Yogurt merupakan produk turunan susu sehingga juga memiliki nutrisi yang mirip. Nilai plusnya, minuman yang dapat dijadikan jajanan anak sehat ini mengandung bakteri baik bernama probiotik yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan Si Kecil.

  • Buah potong

Memberikan buah segar sebagai jajanan anak bisa jadi alternatif yang disukai oleh si Kecil. Orangtua juga bisa memberikan buah dalam bentuk jus asalkan tidak berlebihan karena kandungan gula di dalamnya dikhawatirkan akan mengakibatkan kerusakan gigi.

  • Granola bar

Granola bar adalah jenis camilan kemasan yang terbuat dari oat, buah kering, kacang-kacangan, biji-bijian, madu, hingga cokelat. Kandungan gizi jajanan anak yang satu ini tergantung dari merek dan bahan yang digunakan, namun biasanya 1 granola bar mengandung 100-300 kalori, 1-10 gram protein, 1-7 gram serat dan mikronutrien, seperti vitamin B, kalsium, magnesium, serta zat besi.

Jajanan anak yang sebaiknya dihindari

Selain mengetahui jajanan anak yang direkomendasikan, orangtua juga dianjurkan mewaspadai jajanan yang sebaiknya tidak diberikan kepada anak. Menurut kemenkes, jajanan anak yang masuk kategori ini memiliki kriteria, seperti:

  • Terlihat kotor dan tidak bertutup

Jajanan anak seperti ini rentan mengakibatkan masalah kesehatan pada si Kecil, seperti sakit perut, demam, diare, muntaber, dan lain-lain.

  • Warna mencolok

Jajanan anak ini bisa jadi mengandung pewarna sintetis yang tidak aman dikonsumsi, seperti rhodamine B (pewarna merah).

  • Kental dan awet yang mencolok

Bisa jadi, jajanan ini mengandung formalin atau boraks yang seharusnya digunakan untuk mengawetkan mayat maupun kayu lapis.

  • Terlalu gurih atau manis

Bisa jadi, jajanan anak ini mengandung penyedap rasa atau gula berlebih yang tidak baik bagi anak-anak.

Selalu pantau makanan atau minuman yang masuk ke tubuh anak Anda. Jika anak menunjukkan gejala penyakit tertentu setelah mengonsumsi jajanan anak, periksakan ia ke dokter.

P2PTM Kemkes. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/pilih-jajanan-sehat-jajanan-harus-bersih-aman-dan-bergizi
Diakses pada 22 Mei 2020

P2PTM Kemkes. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/waspadai-kandungan-jajanan-yang-berbahaya-berikut-ini
Diakses pada 22 Mei 2020

BPOM. http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Buku_Pedoman_PJAS_untuk_Pencapaian_Gizi_Seimbang__Orang_Tua__Guru__Pengelola_Kantin_.pdf
Diakses pada 22 Mei 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/542778-nutritional-value-of-congee/
Diakses pada 22 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/are-granola-bars-healthy
Diakses pada 22 Mei 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/milk-nutrition-and-recommendations-for-kids-2633871
Diakses pada 22 Mei 2020

Parenting Firstcry. https://parenting.firstcry.com/articles/yogurt-for-kids-benefits-risks-and-recipes/
Diakses pada 22 Mei 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/expert-answers/fruit-juice/faq-20058024
Diakses pada 22 Mei 2020

Artikel Terkait