Osteoarthritis atau nyeri pada persendian tulang rawan lutut adalah penyebab paling umum lutut sakit
Nyeri pada persendian tulang rawan lutut sangat sering dialami setiap orang

Lutut sakit merupakan salah satu keluhan pasien yang paling sering didengar oleh dokter. Terlebih dengan meningkatnya aktivitas dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Karena tergolong kasus yang umum terjadi, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis sakit pada lutut atau dislokasi sendi, dan rekomendasi aktivitas selama masa pemulihan.

Jenis-jenis Lutut Sakit

Ada tiga jenis arthritis atau nyeri yang bisa menyebabkan lutut sakit. Yang paling umum terjadi adalah osteoarthritis, yaitu nyeri pada persendian tulang rawan lutut, yang bisa memburuk. Kondisi ini biasanya dialami individu paruh baya dan yang lebih tua.

Selain itu, jenis kedua adalah radang sendi (rheumatoid arthritis), yang disebabkan oleh pembengkakan. Kondisi ini bisa dialami individu berbagai usia.

Yang ketiga, post-traumatic arthritis, yang berkembang setelah adanya cedera pada lutut. Kondisi ini bisa muncul bertahun-tahun setelah Anda mengalami cedera otot, maupun retak pada tempurung lutut. Agar tidak menjadi semakin parah, berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari, saat lutut sakit.

Rekomendasi Aktivitas Ketika Lutut Sakit

Saat mengalami sakit pada lutut atau dislokasi sendi, Anda sebaiknya melakukan langkah-langkah ini, agar nyeri tidak menjadi parah. Selain itu, langkah-langkah berikut ini, bisa meringankan kondisi lutut yang sakit.

1. Istirahatkan Lutut

Biarkan lutut yang mengalami cedera, beristirahat. Anda hanya memerlukan waktu satu hingga dua hari untuk memulihkan sakit ringan pada lutut. Namun, cedera yang berat, membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. Berkonsultasilah dengan dokter, jika kondisi lutut Anda tidak membaik.

2. Berolahraga

Setelah Anda cukup mengistirahatkan lutut, waktunya untuk kembali bergerak. Olahraga bisa memperkuat otot di sekitar persendian. Sehingga, Anda akan terhindar dari cedera. Anda disarankan melakukan olahraga seperti tai chi. Namun jangan berlebihan, agar Anda tidak berisiko mengalami nyeri.

3. Pilih Sepatu yang Tepat

Gunakan sepatu yang bisa menghindarkan Anda dari risiko terjatuh. Pilih sepatu dengan hak rendah, dan memiliki sol dari karet yang lembut. Selain itu, pastikan lantai tetap kering, agar Anda tidak berisiko tergelincir.

4. Pakai Tongkat, Jika Perlu

Apabila masih belum merasa yakin terhadap kekuatan lutut setelah cedera, Anda bisa menggunakan tongkat untuk membantu berjalan. Pilihlah tongkat dengan bahan yang kokoh namun ringan, dengan alas karet, serta gagang yang mudah dipegang.

5. Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Kenaikan berat badan sekian kilogram saja, bisa menjadi beban tambahan bagi lutut. Akibatnya, risiko anda terhadap arthritis dan cedera pun meningkat. Jika merasa kelebihan berat badan, Anda bisa menargetkan penurunan lima persen dari berat badan saat ini.

6. Jalani Akupuntur

Selama akupuntur, jarum-jarum kecil akan ditusukkan ke kulit di sekitar sendi yang sakit. Penelitian menunjukkan, langkah ini bisa mengatasi nyeri lutut.

Cara Melindungi Lutut dari Cedera

Nyeri maupun cedera lutut, bisa disebabkan berbagai hal. Berbagai nyeri lutut sulit dicegah. Namun, menjaga berat badan ideal dan kebugaran tubuh, berolahraga dengan rutin, serta memberikan perlindungan pada lutut, bisa mencegah sakit lutut di kemudian hari.

Artikel Terkait

Banner Telemed