Whey protein adalah jenis protein powder yang paling populer untuk membentuk massa otot
Tidak semua protein powder dapat membantu Anda mendapatkan tubuh ideal

Bagi para pria yang mendambakan tubuh bugar dan maskulin dengan massa otot tinggi, asupan protein tambahan dari protein powder mungkin kerap menjadi andalan. Pasalnya, protein powder merupakan cara yang praktis dan lezat bagi orang untuk meningkatkan asupan protein.

Sayangnya, tidak semua protein powder mampu mendukung tujuan ini secara menyeluruh, efektif, dan efisien. Untuk lebih jelasnya, mari simak 6 macam protein powder yang tepat untuk dikonsumsi para pria di bawah ini.

1. Whey Protein

Whey protein adalah salah satu produk protein powder paling populer di pasaran. Protein powder ini merupakan salah satu jenis protein berbasis susu yang cepat dicerna dan mudah diserap oleh tubuh. Itulah sebabnya, protein jenis ini paling terkenal di antara para pria yang sedang mencoba untuk membentuk otot.

Whey protein juga dianggap sebagai protein dengan kandungan gizi lengkap, karena mengandung banyak sekali nutrisi penting bagi tubuh. Whey protein bahkan dapat membuat Anda menjadi lebih kenyang, sehingga porsi makan dapat berkurang dan asupan lemak menjadi lebih sedikit.

2. Protein Kasein

Protein kasein adalah jenis protein yang kaya akan glutamin, asam amino yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan otot setelah berolahraga. Namun pencernaan protein kasein perlu waktu yang jauh lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.

Akan tetapi, meski tubuh Anda menyerap protein kasein pada tingkat yang lebih lambat, ia mampu menambah asupan asam amino untuk perkembangan otot selama periode yang lebih lama - biasanya sekitar lima dan tujuh jam.

3. Whey-Casein Blend

Campuran whey-casein protein menggabungkan sifat cepat dan lambat dari proses pencernaan bubuk protein whey dan kasein. Dengan kombinasi whey-casein, Anda akan mendapatkan semua manfaat baik dari kedua sumber protein ini.

4. Protein Kedelai

Protein kedelai adalah salah satu jenis protein powder nabati yang paling umum dijual di pasaran. Meski masuk dalam kategori protein lengkap, jenis protein ini memiliki kandungan yang rendah dalam beberapa jenis asam amino.

Hal ini tentu perlu Anda pertimbangkan sebab asam amino sangat penting dalam membangun massa otot. Tapi jangan khawatir, protein kedelai umumnya merupakan alternatif protein berbasis tanaman yang baik untuk protein susu yang dapat meningkatkan sintesis protein otot.

Protein kedelai juga dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Protein ini juga dapat membantu meredakan osteoporosis karena dapat membantu membentuk massa tulang.

5. Protein Kacang

Sama dengan dengan protein susu, protein kacang mengandung semua asam amino esensial yang menjadikannya salah satu sumber protein lengkap. Namun protein susu memiliki profil asam amino yang jauh lebih baik untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot dibandingkan dengan protein kacang.

Meskipun demikian, protein powder kacang adalah salah satu alternatif untuk pilihan protein berbasis tanaman terbaik bagi Anda yang vegan atau memiliki intoleransi terhadap protein susu.

6. Protein Beras

Protein beras juga dapat dijadikan alternatif protein powder nabati lain untuk menggantikan asupan protein berbasis susu. Meski memiliki kandungan rendah pada beberapa asam amino esensial, protein ini masih dapat membantu Anda untuk membangun massa otot.

Itulah beragam protein powder yang dapat Anda pilih sebagai asupan tambahan protein untuk program body building. Karena sangat banyak, sebagian besar pria sering merasa bingung dalam memilih protein mana yang cocok untuk dikonsumsi.

Jika Anda dapat mentolerir susu, whey, kasein dan whey-casein adalah pilihan terbaik untuk mengurangi kadar lemak dan membangun massa otot. Sedangkan bagi Anda yang tidak dapat mentolerir produk susu atau mengikuti diet vegan, protein nabati, seperti kedelai, kacang dan beras, adalah sumber protein yang cukup direkomendasikan.

Jangan lupa, untuk mendapatkan hasil terbaik, pastikan untuk selalu mengonsumsi cukup protein sepanjang hari dan berolahraga setidaknya tiga kali per minggu. Anda juga perlu ingat untuk tidak mengonsumsi protein powder secara berlebihan. Konsultasikan kepada dokter maupun pelatih olaraga Anda mengenai jumlah protein powder yang direkomendasikan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-protein-powders-for-men#section1
Diakses pada Oktober 2018

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323093.php
Diakses pada 18 Maret 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/7-tips-choosing-best-protein-powder/
Diakses pada 18 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed