Refleksi diri membantu diri untuk bisa menumbuhkan kesadaran mental dan emosional
Refleksi diri membantu diri untuk bisa menumbuhkan kesadaran mental dan emosional

Dalam menyongsong tahun baru, banyak orang merancang resolusi yang ingin dicapai di masa mendatang. Resolusi pun dapat beragam dan memiliki makna yang berbeda bagi masing-masing individu. Anda tentu lebih tahu apa yang ingin dicapai pada tahun berikutnya.

Sebelum merancang resolusi tersebut, ada satu tahapan yang perlu diselesaikan. Tahapan ini adalah refleksi diri.

Pengertian refleksi diri

Refleksi diri adalah tindakan untuk berusaha menilai dan mengkaji diri sendiri, kebiasaan, serta perilaku yang selama ini dilakukan. Pada pengertian yang lebih sempit, refleksi diri juga dilakukan untuk menilai aktivitas sehari-hari, seperti cara bekerja dan belajar.

Refleksi diri memiliki banyak manfaat. Anda akan lebih mudah mengembangkan kesadaran mental dan emosional dengan refleksi diri. Mengembangkan kesadaran tersebut menjadi dasar dalam membantu diri untuk terus berkembang.

Pada tataran yang lebih sederhana, refleksi diri membantu kita mengembangkan dan mengkaji skill yang dimiliki. Refleksi membuat Anda mempertanyakan diri, apa yang Anda lakukan, dan memutuskan ada tidaknya hal lain yang lebih baik untuk diri sendiri.

Tips dalam melakukan refleksi diri

Setiap orang tentu memiliki cara tersendiri dalam melakukan refleksi diri. Sebagai saran, tips ini akan membantu Anda menjalankan proses tersebut, sebelum menyambut tahun baru.

1. Jujur dengan diri sendiri

Refleksi diri dapat menjadi momen untuk bisa ‘terbuka’ pada diri sendiri. Apabila Anda tidak 100 persen jujur dengan diri sendiri terkait hal yang tengah terjadi, atau cara Anda berperilaku selama ini, proses membantu diri sendiri pun akan menjadi sulit dilakukan.

2. Kenali pola kebiasaan yang rutin dijalani

Sebagai manusia, tentu kita sering menjalankan banyak kebiasaan. Beberapa kebiasaan tersebut bermanfaat, namun sebagian lagi bisa saja merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dalam melakukan proses refleksi diri, Anda perlu mengenali dan mengelompokkan kebiasaan yang sering dilakukan. Dengan mempelajari kebiasaan-kebiasaan tersebut, Anda bisa menghilangkan kebiasaan yang tak bermanfaat, sekaligus menambah kebiasaan sehat dan positif.

Pelajari kebiasaan baik dan kurang baik yang selama ini Anda lakukan

Sebagai contoh, Anda sering terlambat ke kantor karena telat bangun. Anda bisa mengidentifikasi penyebab terlambat bangun tersebut, termasuk kebiasaan bermain gadget sebelum tidur yang membuat jam tidur menjadi mundur.

3. Pahami yang terbaik untuk diri sendiri

Kunci lain untuk bisa tumbuh dan menjadi yang terbaik untuk diri sendiri adalah mengenali yang terbaik untuk diri. Dengan memahami hal ini, Anda bisa menilai apakah nilai tersebut sudah didapatkan di tahun-tahun sebelumnya.

Hal yang menjadi terbaik untuk diri sendiri pun dapat bervariasi tergantung pribadi masing-masing. Entah itu pekerjaan yang dijalani, hubungan asmara, hingga kebutuhan finansial.

4. Memaafkan diri sendiri

Terkadang, kebiasaan buruk memang sulit untuk disingkirkan. Anda tak harus melakukan perubahan dalam sekejap. Jika ada resolusi dan tujuan tak tercapai, Anda tak perlu menyalahkan diri sendiri. Maafkanlah diri sendiri walau terkadang membuat kesalahan.

Sebab, pada akhirnya, kita semua adalah manusia. Dan sangat manusiawi jika kita melakukan kesalahan.

5. Monitor refleksi diri yang dilakukan

Anda disarankan untuk mengamati bagaimana diri Anda berkembang setelah melakukan refleksi diri. Sambil mengamatinya, catat dan tuliskan perkembangan (atau hambatan) diri dalam buku harian atau jurnal.

Refleksi diri menulis
Anda bisa menuliskan perkembangan diri setelah melakukan refleksi

Mengamati diri setelah refleksi dapat mengingatkan bahwa kita ingin terus menjadi manusia yang baik. Jurnal ini juga akan sangat bermanfaat di tahun depan karena Anda mungkin juga akan kembali melakukan refleksi diri.

Beberapa contoh pertanyaan yang bisa dijawab saat refleksi diri

Sebenarnya, cara refleksi diri tiap individu dapat berbeda. Memulainya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu bisa dilakukan. Beberapa contoh pertanyaan saat refleksi diri, yaitu:

  • Apa cara yang paling saya sukai untuk menjalani hari?
  • Jika bisa kembali ke masa lalu, apa hal yang ingin saya sampaikan pada diri saya di masa tersebut?
  • Apa yang mungkin disampaikan oleh bagian tubuh saya, jika mereka bisa berbicara?
  • Apa yang paling saya sukai dari hidup?
  • Apa yang bisa saya pelajari dari kesalahan di masa lalu?
  • Apa hal yang paling membuat saya berenergi?

Catatan dari SehatQ

Refleksi diri menjadi bagian penting dalam memahami dan mempelajari fenomena hidup. Beberapa orang mungkin sulit melakukannya di awal. Namun, dengan sedikit latihan, refleksi diri dapat menjadi senjata Anda untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Healthy Place. https://www.healthyplace.com/blogs/livingablissfullife/2016/12/self-reflection-a-valuable-tool-for-personal-growth
Diakses pada 30 Desember 2019

Psych Central. https://psychcentral.com/blog/30-journaling-prompts-for-self-reflection-and-self-discovery
Diakses pada 30 Desember 2019

The Open University. http://www.open.ac.uk/choose/unison/develop/my-skills/self-reflection
Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed