Refleks Moro, Penyebab Anak Sering Kaget Saat Tidur


Refleks Moro adalah penyebab anak sering kaget saat tidur. Perlahan-lahah refleks ini akan hilang ketika anak menginjak usia 6 bulan.

(0)
10 Apr 2021|Azelia Trifiana
Anak sering kaget saat tidur disebabkan oleh refleks MoroAnak sering kaget saat tidur disebabkan oleh refleks Moro
Suara kencang, gerakan tiba-tiba, atau perubahan sekecil apapun di sekitarnya bisa membuat bayi kaget saat tidur. Penyebab anak sering kaget saat tidur ini adalah respons refleks yang disebut refleks Moro.Menariknya, selain refleks ini bayi baru lahir juga punya 12 macam refleks lainnya. Orangtua tak perlu khawatir karena refleks ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia si kecil.

Moro Reflex dan tidur bayi

Refleks Moro adalah respons motorik tanpa disengaja yang sudah ada sejak bayi baru lahir. Ciri khas utama refleks ini adalah bayi merentangkan kedua tangan dan menggerakkan kaki mereka saat kaget.Pada saat yang sama, kepalanya juga sedikit mengarah ke belakang. Kemudian, kedua tangan akan mengarah kembali mendekat ke tubuh mereka. Refleks ini bisa disertai dengan tangisan maupun tidak.Refleks Moro akan muncul ketika terlelap sehingga terlihat seakan bayi kaget saat tidur. Orangtua tak perlu khawatir karena adanya Moro ini justru berarti bayi berkembang dengan normal.Ketika anak tidak menunjukkan refleks Moro atau hanya muncul di satu sisi tubuh, itu bisa jadi merupakan indikasi terjadinya:
  • Cedera saat proses persalinan
  • Infeksi
  • Otot lemah
  • Lumpuh otak (spastic cerebral palsy)
  • Kerusakan saraf perifer

Penyebab anak sering kaget saat tidur

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab anak sering kaget saat tidur atau munculnya refleks Moro. Beberapa di antaranya adalah:
  • Suara kencang
  • Cahaya terlalu terang
  • Gerakan tiba-tiba
  • Transisi dari digendong dan akan diletakkan (begitu pula sebaliknya)
Hadir sejak pertama kali lahir, refleks ini akan berkembang semakin sempurna saat anak berusia 3 bulan. Artinya, gerakan akan melibatkan kedua lengan, kedua kaki, dan juga kepala.Bahkan ketika menginjak usia 4 bulan, refleks Moro ini semakin berkurang. Mengingat lehernya semakin kuat menopang kepala, saat kaget mereka hanya akan merentangkan kedua lengan tanpa menggerakkan kepala atau kaki.Kemudian saat sudah berusia 6 bulan, refleks Moro ini akan hilang sepenuhnya.

Cara menjaga bayi tidak kaget saat tidur

bayi tidur
Refleks Moro membuat anak mudah kaget dan terbangun
Meskipun refleks Moro merupakan tanda perkembangan yang baik pada bayi, ada bayi dengan refleks berlebihan. Sayangnya, ini dapat mengganggu kualitas tidur mereka.Untuk menenangkan atau menjaga agar bayi tidak kaget berlebihan saat tidur, orangtua bisa melakukan hal-hal seperti:
  • Posisi saat menurunkan dari gendongan

Ketika akan menurunkan bayi dari gendongan, sebisa mungkin dekatkan tubuh mereka ke pelukan Anda selama mungkin. Setelah sudah menyentuh kasur, baru lepaskan secara perlahan. Adanya matras ini membantu menopang sehingga bayi tidak merasakan sensasi seperti terjatuh.
  • Membungkus dengan kain bedong

Anda juga bisa membungkus bayi dengan kain bedong atau swaddle untuk membuat mereka merasa nyaman. Bentuknya sama seperti kepompong. Namun, pastikan tidak mengikatnya terlalu rapat terutama di bagian pinggang ke bawah.Penting untuk tidak sembarangan membungkus bayi dengan kain ini karena ada risiko yang menyertai. Pastikan selalu menggunakan kain tipis yang tidak membatasi gerakan tubuh bayi sehingga mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi atau SIDS.
  • Menopang leher

Bayi yang berusia di bawah 4 bulan masih belum maksimal menopang kepala mereka. Oleh sebab itu, orangtua bisa memegang leher dan kepala bayi ketika memegang atau menggendong agar tidak memicu refleks Moro berlebihan.

Catatan dari SehatQ

Refleks Moro ini sudah ada bahkan sejak usia janin masih 25 minggu dalam kandungan. Bagi orang yang pertama kali melihatnya, mungkin akan merasa kaget atau khawatir ketika bayi kaget saat tidur dan terus berulang. Namun, selalu ingat bahwa refleks Moro merupakan indikator perkembangan bayi yang normal.Ketika sudah memasuki usia 3-4 bulan dan leher bayi mulai kuat menopang kepalanya, refleks ini akan semakin terukur. Terlebih ketika si kecil sudah semakin nyaman berguling ke kanan dan kiri, mereka tidak akan lagi merasakan sensasi seperti akan jatuh dari waktu ke waktu.Umumnya, dokter spesialis anak akan memeriksa bagaimana respons bayi saat baru lahir. Selama tidak ada tanda-tanda perkembangan tidak normal seperti refleks hanya di satu sisi tubuh atau berlangsung cukup lama seperti kejang, orangtua tak perlu risau.Jika ingin tahu lebih lanjut seputar mana refleks Moro yang normal dan tidak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anakbayi menangis
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/startle-reflex-in-babies#when-to-seek-help
Diakses pada 27 Maret 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/baby-behavior/newborn-reflexes.aspx
Diakses pada 27 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327370#summary
Diakses pada 27 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait