Redakan batuk berdahak pada anak dengan bahan alami seperti madu, jahe, dan lemon
Madu, jahe, dan lemon merupakan bahan alami yang ampuh meredakan batuk berdahak pada anak

Batuk berdahak pada anak tentu sangat meresahkan orang tua. Terkadang anak sampai tidak bisa tidur jika batuk berlangsung terus-menerus.

Penanganan batuk berdahak pada anak bergantung pada penyebabnya. Kebanyakan batuk berdahak pada anak disebabkan oleh virus yang sebenarnya tidak membutuhkan pengobatan.

[[artikel-terkait]]

Namun, jika penyebabnya bakteri, maka biasanya diperlukan obat antibiotik untuk membantu mengatasinya.

4 Bahan alami ini dapat bantu redakan batuk berdahak

Selain obat, ada beberapa pereda batuk yang perlu Anda coba di rumah untuk membantu meredakan batuk.

1. Madu

Zat yang terkandung di dalam madu diketahui memiliki efek meredakan batuk. Sebuah riset telah membuktikan dengan mencoba tiga jenis madu dan terbukti berhasil meredakan batuk.

Bukan hanya meredakan batuk, bahkan kualitas tidur anak menjadi lebih baik ketika batuk mereda. Sebuah riset lain bahkan membuktikan bahwa madu lebih baik daripada beberapa zat yang terkandung dalam berbagai obat batuk.

Pemberian setengah sendok teh madu murni sebelum tidur diharapkan dapat membantu meredakan batuk berdahak pada anak.

Namun, bila anak belum berusia satu tahun, sebaiknya Anda tidak memberikan madu padanya agar ia terhindar dari botulisme.

2. Air

Minum air putih membantu tubuh memenuhi kebutuhan cairan hariannya. Ketika kebutuhan air terpenuhi, maka tubuh akan berfungsi maksimal, termasuk sistem kekebalan tubuh.

Infeksi yang menjadi penyebab batuk berdahak pada anak akan lebih cepat sembuh ketika tubuh berfungsi dengan maksimal.

Air hangat atau teh hangat juga dapat melegakan saluran napas ketika anak mengalami batuk berdahak.

3. Jahe

Jahe diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya yaitu meredakan batuk.

Sebuah riset menyebutkan bahwa jahe memiliki efek terhadap relaksasi otot polos pada saluran pernapasan. Mekanisme ini tentu membuat jalan napas lebih terbuka dan mengurangi batuk berdahak pada anak.

Rebus 2 potongan jahe sebesar kotak korek api yang telah dikupas dan dicincang dalam 4 gelas air (±1000mL) selama 15 menit. Bagi air rebusan tadi menjadi 3 bagian. Berikan 1 bagian tiap 8 jam pada anak.

4. Daun asam

Selain buah asam, daun asam ternyata memiliki manfaat. Daun asam menjadi salah satu rekomendasi WHO dalam membantu meredakan batuk berdahak pada anak.

Rebuslah 2 sendok makan daun asam yang telah dipotong halus dalam kurang lebih 500mL air. Kemudian saring dan tunggu hingga dingin. Bagi air rebusan menjadi 3 bagian. Berikan 1 bagian setiap 8 jam pada anak.

Pemberian madu, air, jahe, atau pun daun asam tidak seketika menyembuhkan batuk berdahak pada anak. Pemberian tersebut dapat membantu meredakan batuk sehingga anak bisa tidur dengan lebih nyaman.

Jika batuk tidak kunjung hilang dalam waktu 2 minggu atau bertambah parah seperti disertai dengan darah, segera bawa anak Anda ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Healthline. https://www.healthline.com/health/natural-cough-expectorants-cough#hydration
https://www.healthline.com/health/wet-cough#treatment
Diakses 15 Mei 2019

Cohen HA, Rozen J, Kristal H, Laks Y, Berkovitch M, Uziel Y, Kozer E, Pomeranz A, Efrat H. Effect of honey on nocturnal cough and sleep quality: a double-blind, randomized, placebo-controlled study. Pediatrics-English Edition. 2012 Sep 1;130(3):465.

Shadkam MN, Mozaffari-Khosravi H, Mozayan MR. A comparison of the effect of honey, dextromethorphan, and diphenhydramine on nightly cough and sleep quality in children and their parents. The Journal of Alternative and Complementary Medicine. 2010 Jul 1;16(7):787-93.

Townsend EA, Siviski ME, Zhang Y, Xu C, Hoonjan B, Emala CW. Effects of ginger and its constituents on airway smooth muscle relaxation and calcium regulation. American journal of respiratory cell and molecular biology. 2013 Feb;48(2):157-63.

World Health Organization. Cough and cold remedies for the treatment of acute respiratory infections in young children. Geneva: World Health Organization; 2001. p32.

Artikel Terkait

Banner Telemed