Ingin Naik Kelas Rawat Inap, Ini Selisih Bayar yang Harus Anda Tanggung

(0)
03 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anda bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan untuk rawat inap.
Rawat inap kadang kala tidak terhindarkan ketika Anda menderita penyakit tertentu. Hal yang tidak terduga ini bisa menjadi momok bagi kondisi keuangan. Namun, Anda bisa menyiasatinya dengan membeli polis asuransi swasta maupun menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan.Rawat inap adalah upaya penyembuhan yang dilakukan oleh dokter melalui perawatan pasien di rumah sakit selama satu malam atau lebih. Selama menjalani rawat inap, kondisi kesehatan Anda akan menerima berbagai tindakan, seperti observasi, pemeriksaan untuk menentukan diagnosis, pengobatan, perawatan, maupun rehabilitasi medik.Selain itu, Anda juga akan mendapatkan pelayanan penunjang medis, seperti makanan dan minuman yang bergizi. Sementara itu, fasilitas fisik seperti TV hingga banyaknya tempat tidur dalam satu ruangan, akan bergantung pada kelas rawat inap yang Anda pilih.

Kondisi yang mengharuskan Anda menjalani rawat inap

Pasien dengan demam berkepanjangan butuh rawat inap.
Tidak semua penyakit mewajibkan Anda untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Biasanya, dokter baru akan merekomendasikan rawat inap jika pasien mengalami:
  • Infeksi sistemik yang akut dan parah
  • Infeksi kronis yang memburuk
  • Penyakit yang membutuhkan isolasi
  • Demam yang tidak kunjung turun, tanpa diagnosis pasti, dan belum membaik dengan pengobatan rawat jalan
  • Kelainan sistem imun dan komplikasinya, seperti infeksi HIV
  • Penyakit langka
Pada praktiknya, keputusan untuk menjalani rawat inap akan tergantung dari diagnosis penyakit dan kondisi pasien itu sendiri. Di Indonesia, khususnya Jakarta sebagai kota besar, penyakit yang banyak mengakibatkan pasiennya menjalani rawat inap antara lain:
  • Diare dan gastroenteritis, termasuk yang diakibatkan oleh infeksi bakteri di saluran pencernaan
  • Nasofaringitis akut
  • Kelainan organ reproduksi wanita, seperti rahim dan tuba falopi
  • Radang usus besar
  • Bronkopneumonia
  • Dispepsia
  • Demam tifoid
  • Infertilitas pada wanita
  • Demam berdarah
  • Skizofrenia
  • Penyakit jantung, termasuk atherosklerosis dan gagal jantung

Apakah biaya rawat inap ditanggung BPJS Kesehatan?

Biaya rawat inap bisa ditanggung BPJS Kesehatan.
Ya, rawat inap termasuk dalam bentuk perawatan dan pengobatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Artinya, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun jika sebelumnya telah mendaftarkan diri dengan status kepesertaan aktif di JKN, baik di fasilitas kesehatan tingkat 1 maupun di rumah sakit rujukan.Perlu dicatat bahwa tidak adanya pungutan biaya yang harus dibayar oleh peserta BPJS hanya dimungkinkan jika Anda dirawat sesuai kelas kepesertaan BPJS. Jika ingin naik kelas rawat inap, maka Anda harus membayar selisih biaya (termasuk bila ada biaya tambahan), berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2017, seperti berikut ini.

1. Untuk kenaikan kelas rawat inap ke kelas 1

Naik kelas rawat inap ke kelas 1 bisa dilakukan oleh peserta BPJS kelas 3 maupun kelas 2. Untuk melakukan ini, peserta wajib membayar selisih biaya antara tarif yang ditetapkan BPJS Kesehatan (pada sistem INA CBG) antara kelas rawat inap lebih tinggi yang dipilih dengan tarif INA-CBG pada kelas rawat inap sesuai hak peserta

2. Untuk kenaikan kelas rawat inap ke kelas VIP

Untuk naik ke kelas VIP, sistem pembayaran tambahan biaya adalah sebagai berikut.
  • Bagi peserta BPJS kelas 1, pembayaran tambahan biaya paling banyak sebesar 75% dari tarif INA CBG kelas 1.
  • Bagi peserta BPJS kelas 2, pembayaran tambahan yang akan ditanggung pasien dihitung dari selisih tarif INA CBG kelas 1 dengan tarif INA CBG kelas 2, ditambah pembayaran tambahan biaya dari kelas 1 ke kelas VIP, paling banyak sebesar 75% dari tarif INA CBG kelas 1.
  • Bagi peserta BPJS kelas 3, besaran biaya tambahan yang harus ditanggung adalah selisih tarif INA CBG kelas 1 dengan tarif INA CBG kelas 3, ditambah pembayaran tambahan biaya dari kelas 1 ke VIP, paling banyak sebesar 75% dari tarif INA CBG kelas 1.

3. Untuk kenaikan kelas rawat inap ke kelas di atas VIP

Jika ingin naik kelas pelayanan rawat inap di atas kelas VIP, maka Anda harus membayar selisih biaya antara tarif rumah sakit pada kelas yang dipilih dengan tarif INA CBG pada kelas sesuai kepesertaan JKN.Bila Anda memiliki pertanyaan seputar prosedur rawat inap, silakan hubungi hotline BPJS atau faskes tingkat 1 kepesertaan BPJS Anda.

Catatan dari SehatQ

Untuk memperoleh layanan optimal termasuk fasilitas naik kelas rawat inap sebagai peserta JKN, pastikan status kepesertaan Anda aktif dengan tetap membayar iuran rutinnya.Sebaiknya, Anda juga sudah menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk rawat inap, meski belum membutuhkannya sekarang, seperti fotokopi kartu peserta JKN, KTP, maupun KK. Jadi ketika diperlukan kelak, Anda atau keluarga tidak akan kerepotan menjelang rawat inap.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar rawat inap pasien, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bpjs kesehatanrumah sakitiuran bpjspeserta bpjs
Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/125765-S-5661-Gambaran%20klaim-Literatur.pdf
Diakses pada 18 September 2020
Helsinky University Hospital. https://www.hus.fi/en/medical-care/medical-services/Infectious_diseases/inpatient_wards/Pages/default.aspx
Diakses pada 18 September 2020
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. https://data.jakarta.go.id/dataset/10-penyakit-terbanyak-rawat-inap-di-rsud-dki-jakarta-tahun-2020
Diakses pada 19 September 2020
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/5fb1dc8414591e392ab5a3f70e2ab35a.pdf
Diakses pada 19 September 2020
BPJS Kesehatan. https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/e56dcd0620f6c62e7de8914a6a13ca00.pdf
Diakses pada 19 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait