Rasakan Manisnya Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan Anda

Selain sebagai tambahan dalam makanan, terdapat berbagai manfaat kayu manis untuk kesehatan
Manfaat kayu manis yang cukup dikenal adalah mengatasi penyakit diabetes, tetapi kayu manis masih memiliki khasiat lain untuk kesehatan

Kayu manis biasanya digunakan untuk memberi cita rasa pada kue dan roti. Aroma kayu manis yang khas membuat hidangan semakin sedap. Tidak terbatas hanya sebagai penambah cita rasa dan aroma, manfaat kayu manis lainnya adalah untuk menjaga kesehatan.

Manfaat kayu manis untuk kesehatan sudah cukup diketahui oleh masyarakat, tetapi tidak semua manfaat kayu manis sudah Anda ketahui.

10 Manfaat kayu manis yang menjanjikan

Manfaat kayu manis untuk kesehatan sangat menjanjikan, karena kayu manis tidak hanya berpotensi untuk mengatasi kanker, tetapi juga dapat membantu mengatasi gejala akibat multiple sclerosis. Berikut adalah beberapa manfaat kayu manis yang tidak boleh dilewatkan:

1. Mengatasi penyakit diabetes

Manfaat kayu manis yang diketahui oleh masyarakat umum biasanya adalah khasiat kayu manis dalam menurunkan kadar gula darah.

Kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan jumlah glukosa atau gula yang masuk ke dalam darah setelah makan dengan memperlambat proses dicerna karbohidrat.

Kayu manis juga dapat menurunkan kadar gula darah dengan menyerupai insulin untuk meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel tubuh. Sebaiknya konsumsi kayu manis sebanyak 0,5 sampai dua sendok teh atau 1-6 gram per harinya.

2. Mengurangi risiko penyakit jantung

Manfaat kayu manis dalam menurunkan peluang terkena penyakit jantung dengan menurunkan kadar gula darah, kolesterol jahat LDL, dan tekanan darah yang merupakan faktor yang berkontribusi dalam kemunculan penyakit jantung.

3. Memiliki kandungan antiradang

Peradangan adalah salah satu pertahanan tubuh, tetapi peradangan yang berlebih dapat merusak jaringan tubuh. Manfaat kayu manis terletak pada kandungan antiradangnya yang dapat menurunkan peradangan yang berpotensi membahayakan tubuh.

4. Meningkatkan sensitivitas insulin

Selain menurunkan kadar gula darah, khasiat kayu manis adalah untuk menurunkan resistensi insulin atau kondisi saat hormon insulin yang membantu mengatur metabolisme dan penyaluran gula dari darah ke sel tubuh tidak dapat bekerja dengan baik.

Resistensi insulin berpotensi menyebabkan diabetes, karenanya kayu manis dapat mencegah diabetes dengan meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin.

5. Alternatif menyembuhkan kanker

Manfaat kayu manis yang menakjubkan adalah potensinya dalam mencegah dan menyembuhkan kanker. Kayu manis bekerja dengan mengurangi pertumbuhan sel kanker dan pembentukan pembuluh darah pada tumor.

Kayu manis juga bersifat racun bagi sel kanker dan dapat membunuh sel-sel kanker. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia mengenai manfaat kayu manis untuk mencegah dan mengobati kanker.

6. Kaya akan antioksidan

Kandungan polifenol dalam kayu manis membuatnya mampu menangkal radikal bebas yang berpotensi merusak tubuh. Selain itu, kayu manis juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan alami.

7. Melindungi saraf dan sel otak

Kayu manis diyakini mampu mengatasi penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan menurunnya struktur atau fungsi dari sel otak. Penyakit neurodegeneratif yang paling terkenal adalah penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Manfaat kayu manis dalam menangkal penyakit Alzheimer dikarenakan kemampuannya dalam menghambat pembentukan protein tau di otak yang dianggap sebagai penyebab dari penyakit Alzheimer.

Studi pada tikus yang menderita penyakit Parkinson menemukan bahwa kayu manis mampu melindungi sel saraf, berperan dalam stabilitas kadar senyawa kimia, dan meningkatkan fungsi motorik.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat kayu manis terhadap penyakit neurodegeneratif.

8. Melawan infeksi bakteri dan jamur

Kayu manis tidak hanya beraroma harum, tetapi juga mengandung cinnamaldehyde yang mampu melawan berbagai infeksi, seperti infeksi jamur pada pernapasan, infeksi bakteri Listeria, dan bakteri Salmonella.

Manfaat kayu manis lainnya yang juga diyakini adalah untuk mengurangi bau mulut dan mencegah pembusukan gigi.

9. Membantu menurunkan berat badan

Kayu manis dapat membantu menurunkan berat badan dengan menurunkan efek dari makanan tinggi lemak serta menjaga kadar glukosa. Meskipun demikian, kayu manis bukanlah jalan pintas dalam menurunkan berat badan.

Anda dapat mengonsumsi setidaknya satu sendok teh kayu manis untuk membantu meningkatkan rasa kenyang saat makan.

10. Mengatasi multiple sclerosis

Penyakit multiple sclerosis merupakan penyakit autoimun yang menyerang otak dan sistem saraf pusat.  Kayu manis memiliki kandungan anti radang yang dapat mengurangi efek multiple sclerosis terhadap sistem saraf pusat.

Kayu manis juga dipercaya dapat melindungi sel T dan membantu mencegah penurunan kadar sel T karena multiple sclerosis, serta melindungi lapisan myelin atau lapisan pelindung saraf.

Meskipun demikian, riset masih diperlukan untuk mengetahui khasiat kayu manis dalam mengatasi multiple sclerosis.

Perhatikan penggunaan kayu manis

Kayu manis memang memiliki berbagai manfaat yang baik bagi tubuh, tetapi hindari penggunaan kayu manis jenis Cassia terlalu banyak, karena kayu manis jenis Cassia memiliki kadar coumarin yang tinggi.

Konsumsi coumarin yang berlebih dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Akan lebih baik bila Anda mengonsumsi kayu manis jenis Ceylon yang memiliki kadar coumarin yang lebih rendah.

Bila Anda mengalami penyakit hati, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi kayu manis.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/10-proven-benefits-of-cinnamon
Diakses pada 06 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/multiple-sclerosis/symptoms-causes/syc-20350269
Diakses pada 06 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/266069.php
Diakses pada 06 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318382.php
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2901047/
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24946862
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19433898
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3105590/
Diakses pada 06 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11094851
Diakses pada 06 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed