Tanda Ranidaphobia atau Fobia Katak, Ketahui Juga Cara Mengatasinya


Ranidaphobia adalah ketakutan berlebihan terhadap hewan amfibi seperti katak dan kodok. Kondisi ini dapat diatasi dengan terapi perilaku kognitif, terapi pemaparan, konsumsi obat-obatan, hingga menerapkan pola hidup sehat sehari-hari.

0,0
Ranidaphobia adalah ketakutan berlebihan terhadap hewan amfibi seperti katak dan kodokPenderita ranidaphobia akan merasa cemas saat berhadapan dengan katak
Katak merupakan salah satu hewan yang cukup sering dihindari oleh banyak orang. Alasannya pun beragam, beberapa orang merasa jijik atau geli ketika melihat hewan amfibi satu ini, namun ada juga yang menghindar karena takut dengan racunnya.Di sisi lain, ada juga orang yang merasakan ketakutan ekstrem terhadap katak. Tak hanya saat melihat secara langsung, rasa takut juga muncul di waktu mereka memikirkan atau melihat hal- hal yang berkaitan dengan katak, baik itu gambar, patung, maupun boneka. Apabila Anda juga mengalaminya, kondisi ini dikenal dengan istilah ranidaphobia.

Apa itu ranidaphobia?

Ranidaphobia adalah kondisi ketika seseorang mengalami ketakutan atau kecemasan ekstrem pada saat memikirkan atau berhadapan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan katak. Kondisi ini tergolong sebagai fobia spesifik, yang merupakan jenis gangguan kecemasan.Istilah ini berasal dari bahasa latin di mana “Rani” memiliki arti “hewan amfibi seperti katak dan kodok” serta “phobia” yang berarti “fobia atau ketakutan”. Selain ranidaphobia, fobia katak juga dikenal dengan nama batrachophobia.

Gejala yang dialami penderita ranidaphobia

Ketika memikirkan atau berhadapan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan katak, sejumlah gejala akan dirasakan penderita ranidaphobia. Gejala yang muncul bisa dirasakan secara fisik maupun psikologis.Berikut ini beberapa gejala yang mungkin dialami oleh penderita fobia katak:
  • Mual
  • Berkeringat
  • Napas pendek
  • Kepala kliyengan
  • Ketegangan otot
  • Tubuh gemetaran
  • Meningkatnya detak jantung
  • Merasakan kecemasan yang berlebihan
  • Merasakan ketakutan yang tidak rasional
  • Menangis (lebih sering terjadi pada anak-anak)
  • Menjauhi tempat yang memungkinkan penderitanya bertemu dengan katak
Gejala yang dirasakan masing-masing penderitanya mungkin akan berbeda satu sama lain. Untuk mencari tahu kondisi yang mendasari, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala di atas.

Penyebab seseorang menderita ranidaphobia

Hingga saat ini, apa yang menjadi penyebab fobia spesifik seperti ranidaphobia belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah faktor diduga turut berkontribusi dalam berkembangnya kondisi ini.Pengalaman traumatis di masa lalu yang berhubungan dengan katak atau kodok bisa menjadi salah satu faktor pemicu batrachophobia. Sebagai contoh, penderita fobia ini mungkin pernah dikejar oleh kawanan katak tanpa sebab. Hal tersebut menyebabkan trauma dan berkembang menjadi fobia terhadap katak.Selain pengalaman buruk di masa lalu, fobia katak juga dapat terjadi sebagai perilaku yang dipelajari. Misal, anggota keluarga atau sahabat Anda ternyata memiliki fobia terhadap katak. Kondisi tersebut bisa menular karena Anda terlalu sering mendengar cerita-cerita menakutkan terkait katak.Dalam beberapa kasus, faktor genetik juga dapat bermain dalam munculnya kondisi ini pada diri Anda. Anda lebih berisiko untuk menderita ranidaphobia apabila orangtua mengidap fobia serupa. 

Bagaimana cara mengatasi ranidaphobia?

Ada beragam tindakan yang dapat dijadikan pilihan untuk mengatasi batrachophobia. Dokter mungkin akan meresepkan obat, merekomendasikan terapi, atau kombinasi antara keduanya untuk menangani masalah Anda. Sejumlah perawatan rumahan juga bisa Anda lakukan untuk mengurangi keparahan gejala.Sejumlah cara mengatasi ranidaphobia adalah sebagai berikut:
  • Terapi perilaku kognitif (CBT)

Melalui terapi perilaku kognitif, ahli kesehatan mental akan mengidentifikasi pola dan emosi negatif yang berkontribusi terhadap fobia Anda. Tujuan dari terapi CBT adalah mengubah pola pikir dan perilaku negatif yang muncul saat berhadapan dengan katak menjadi lebih rasional.
  • Terapi pemaparan

Dalam terapi ini, Anda akan dipaparkan secara langsung dengan apa yang menjadi ketakutan. Pemaparan akan dilakukan secara bertahap mulai dari berpikir, berbicara, melihat gambar atau video, berada dalam satu ruangan, menyentuh, bahkan hingga menggenggam katak. Ahli kesehatan mental juga akan mengajarkan teknik relaksasi dan pernapasan dalam terapi pemaparan.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu dapat membantu mengurangi keparahan gejala yang muncul akibat ranidaphobia. Beberapa obat yang mungkin diresepkan seperti beta-blocker maupun benzodiazepine.
  • Menerapkan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat bisa membantu meredakan gejala fobia spesifik seperti batrachophobia. Maka dari itu, mulai sekarang terapkanlah pola hidup sehat mulai dari rutin berolahraga, konsumsi makanan bergizi, beristirahat dengan cukup, menghindari alkohol dan kopi, serta mempraktikkan teknik relaksasi untuk mengatasi kecemasan.

Catatan dari SehatQ

Ranidaphobia adalah ketakutan berlebihan terhadap hewan amfibi seperti katak dan kodok. Kondisi ini dapat diatasi dengan terapi perilaku kognitif, terapi pemaparan, konsumsi obat-obatan, hingga menerapkan pola hidup sehat sehari-hari.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
fobia
Healthline. https://www.healthline.com/health/fear-of-frogs
Diakses pada 14 Juli 2021
Pain Assist. https://www.epainassist.com/mental-health/phobias/what-is-ranidaphobia
Diakses pada 14 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait